Mengenal 3 Metode Pembuangan Limbah B3

0

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan sisa produksi yang biasanya dihasilkan oleh pabrik ataupun industri, limbah B3 ini harus dikelola dengan baik untuk mencegah dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Di mana penangan limbah B3 ini memiliki beberapa metode yang diatur sedemikian rupa oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia. Maka  di artikel ini kita akan membahas 3 metode pembuangan limbah B3 yang akan dijelaskan di bawah ini.

Berikut Ini 3 Metode Pembuangan Limbah B3

Ada 3 metode pembuangan limbah B3 yang umum digunakan oleh perusahaan, yakni Sumur Dalam, Kolam Penyimpanan, dan Landfill berikut penjelasannya:

Sumur Dalam

Sumur Dalam merupakan salah satu metode pembuangan limbah B3. Metode ini dilakukan dengan mengalirkan limbah B3 ke dalam sumur yang digali hingga ke lapisan batuan bawah air tanah dangkal atau air tanah dalam. Untuk meminimalisir risiko rembesan limbah ke air tanah, sumur ini dilengkapi dengan pipa yang kuat dan tahan terhadap korosi. Meski cukup efektif, metode ini membutuhkan proses pengeboran yang rumit dan memiliki biaya operasional yang cukup tinggi.

Kolam Penyimpanan

Metode pembuangan limbah B3 melalui Kolam Penyimpanan juga cukup umum digunakan oleh berbagai industri dan pabrik. Kolam Penyimpanan adalah kolam khusus yang dirancang untuk menampung limbah B3. Kolam ini dilengkapi dengan lapisan penghalang untuk mencegah rembesan limbah ke tanah dan air tanah. Penggunaan kolam penyimpanan efektif jika ditempatkan di luar ruangan karena air limbah yang menguap akan meninggalkan senyawa B3 di bagian dasar kolam. Maka hal inilah yang menjadi perhatian khusus untuk penggunaan metode kolam penyimpanan agar limbah B3 tidak mencemari lewat udara.

Landfill

Metode terakhir adalah pembuangan limbah B3 melalui landfill. Landfill B3 adalah tempat pembuangan limbah yang dirancang khusus untuk menampung limbah B3. Limbah yang akan dibuang ke dalam landfill umumnya disimpan dalam tong atau drum terlebih dahulu untuk mencegah rembesan. Selain memperhatikan rancangannya, Landfill harus dilengkapi dengan peralatan monitoring untuk memastikan kondisi limbah tetap terjaga. Meski efektif, metode ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Untuk mengetahui lebih jauh tentang landfill B3, Anda dapat membaca artikel Landfill B3.

Kesimpulan

Setiap metode pembuangan limbah B3 memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan tidak ada satupun metode yang benar-benar sempurna. Perusahaan harus memilih metode yang sesuai dengan karakteristik limbah mereka, serta mempertimbangkan biaya dan dampak lingkungan. Selain memperhatikan metode pembuangan limbah B3, adapun pemahaman tentang baku mutu air limbah B3 yang mungkin bisa menjadi referensi Anda yang bisa Anda baca juga di artikel Baku Mutu Air Limbah B3.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.