Mesin dan Alat Pengolahan Limbah B3 yang Umum Digunakan

0

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan suatu permasalahan serius yang dihadapi oleh berbagai sektor industri. Dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di berbagai bidang, potensi peningkatan limbah industri, termasuk limbah B3, juga semakin tinggi. Limbah B3 berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga pengelolaannya memerlukan perhatian khusus. Berbagai mesin dan alat pengolahan limbah B3 telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini. Maka di artikel ini kita akan membahas tentang mesin dan alat pengolahan limbah B3 yang umum digunakan.

Mesin dan Alat Pengolahan Limbah B3

Mesin-mesin atau alat pengolahan limbah B3 terdiri dari berbagai macam jenis seperti insinerator, tangki sedimentasi, dan mesin Elektrokoagulasi dengan penjelasan detailnya berikut ini:

Incinerator

Incinerator adalah alat yang digunakan untuk membakar limbah, termasuk limbah B3. Prinsip kerja incinerator adalah dengan menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bahan limbah menjadi gas, uap, dan abu. Sehingga insinerator ini sering kita temukan di beberapa industri atau pabrik penghasil limbah B3 untuk mengurangi volume atau jumlah limbah B3 yang cukup efektif dan signifikan.

Fungsi Incinerator Dalam Pengolahan Limbah B3

Incinerator berfungsi sebagai sarana pencegahan polusi, khususnya dalam konteks industri dan pengolahan limbah B3. Fungsi-fungsi incinerator dalam pengolahan limbah B3 meliputi:

  1. Membakar minyak kotor yang berasal dari proses pemisahan air pada Oil Water Separator (OWS).
  2. Membakar sampah-sampah industri seperti serbuk kayu, kertas, majun bekas, dan lain-lain.

Tangki Sedimentasi

Tangki sedimentasi merupakan alat yang digunakan untuk proses pemisahan partikel solid-liquid, dimana partikel yang tersuspensi dalam air dipisahkan menjadi dua fase: supernatan dan sludge yang akan terendap di dasar tangki.

Fungsi Tangki Dalam Pengolahan Limbah B3

Fungsi utama tangki sedimentasi dalam pengolahan limbah B3 adalah:

  1. Menghilangkan fasa padat yang tersuspensi di dalam air.
  2. Menggumpalkan dan memflokulasi impuritas.
  3. Menghilangkan impuritas yang mengendap setelah chemical treatment.

Mesin Elektrokoagulasi

Elektrokoagulasi merupakan proses pengolahan limbah cair dengan melewatkan arus listrik pada limbah cair menggunakan perantara elektroda logam. Zat-zat kontaminan, termasuk logam-logam berat dan mikroorganisme, akan menggumpal dan menghasilkan sludge yang kemudian dapat dibakar di incinerator.

Keuntungan Menggunakan Mesin Elektrokoagulasi

Mesin elektrokoagulasi memiliki banyak keuntungan, antara lain:

  1. Membutuhkan perangkat yang sederhana dan mudah dioperasikan.
  2. Menghasilkan limbah cair yang jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau.
  3. Prosesnya efisien dalam mengurangi kandungan koloid terkecil, karena menggunakan medan listrik dalam air.
  4. Menghasilkan limbah cair dengan Total Dissolved Solid (TDS) yang lebih rendah dibandingkan pengolahan kimia.
  5. Tidak membutuhkan bahan kimia, sehingga tidak ada masalah dengan netralisasi.
  6. Memberikan efisiensi proses yang tinggi untuk berbagai kondisi, dikarenakan tidak dipengaruhi oleh temperatur.
  7. Pemeliharaan lebih mudah berkat penggunaan sel elektrolisis yang statis.

Kesimpulan

Dari bahasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa permasalahan limbah B3 perlu penanganan yang serius dan dengan cara yang efektif. Salah satunya yakni dengan menggunakan mesin dan alat pengolahan limbah B3 seperti incinerator, tangki sedimentasi, dan mesin elektrokoagulasi. Meski setiap alat dan mesin memiliki fungsi dan keuntungan masing-masing, namun bagi penghasil limbah B3 seperti pabrik maupun industri perlu memilih metode atau penanganan limbah B3 yang tepat sesuai dengan karakteristik dari limbah B3 yang dihasilkan.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.