Pahami Diagram Alir Proses Pengolahan Limbah B3

0

Limbah berbahaya dan beracun atau biasa disebut dengan limbah B3 dapat diolah dengan metode kimia, termal, biologis dan fisika. Metode kimia meliputi pertukaran ion, presipitasi, oksidasi dan reduksi, dan netralisasi. Di antara metode termal adalah insinerasi suhu tinggi, yang tidak hanya dapat mendetoksifikasi limbah organik tertentu tetapi juga dapat menghancurkannya.

Jenis peralatan termal khusus digunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padat, cair, atau lumpur. Ini termasuk insinerator fluidized-bed, tungku multi-perapian, tanur putar, dan insinerator injeksi cair. Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh pembakaran limbah berbahaya adalah potensi polusi udara.

Maka dari itu, pengolahan dari limbah B3 memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Anda perlu memperhatikan adanya diagram alir proses pengolahan limbah B3 sebelum melakukan pengolahan limbah B3. 

Tujuan dan Manfaat Pengolahan Limbah B3

Sebelum membahas tentang diagram alir tersebut, mari kita ketahui tujuan dan juga manfaat dari pengolahan limbah B3. Limbah berbahaya yang tidak dihancurkan dengan pembakaran atau proses kimia lainnya harus dibuang dengan benar. Untuk sebagian besar limbah tersebut, pembuangan tanah adalah tujuan akhir, meskipun itu bukan praktik yang menarik, karena risiko lingkungan yang melekat.

Pengolahan sampai ke tahap akhir tersebut memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan: Tujuan utama pengolahan limbah B3 adalah mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat limbah berbahaya dan beracun. 
  2. Memulihkan Kualitas Lingkungan yang Terkontaminasi: Pengolahan limbah B3 juga bertujuan untuk memulihkan kualitas lingkungan yang telah tercemar oleh limbah berbahaya dan beracun. 
  3. Meningkatkan Kemampuan dan Fungsi Lingkungan: Pengolahan limbah B3 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi lingkungan secara keseluruhan.
  4. Menjaga Kesehatan Masyarakat: Salah satu tujuan pengolahan limbah B3 adalah untuk menjaga kesehatan masyarakat.
  5. Kepatuhan terhadap Peraturan dan Regulasi: Pengolahan limbah B3 juga bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku dalam pengelolaan limbah B3. 

Apabila tujuan dari pengelolaan limbah B3 tersebut dengan benar, maka akan membuat lingkungan bisa menjadi lebih sehat. Hal ini mungkin menjadi tujuan satu-satunya dari pemanfaatan limbah dan juga pengolahan limbah yang baik dan benar.

Siklus dan Interaksi Pengelolaan Limbah B3

Siklus pengolahan limbah B3 secara singkat meliputi beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pengumpulan: Limbah B3 dikumpulkan dari sumbernya dengan memisahkannya sesuai dengan jenisnya.
  2. Transportasi: Limbah B3 diangkut menggunakan kendaraan khusus dengan peralatan keamanan yang sesuai.
  3. Penyimpanan sementara: Limbah B3 disimpan sementara dalam tempat yang aman dan terpisah sesuai dengan jenisnya.
  4. Pengolahan: Limbah B3 kemudian diolah melalui metode yang sesuai, seperti pengolahan fisik, kimia, atau biologis, untuk mengurangi bahaya dan dampak negatifnya.
  5. Pemulihan: Jika memungkinkan, limbah B3 yang telah diolah dapat dipulihkan menjadi bahan atau energi yang berguna.
  6. Pembuangan akhir: Limbah B3 yang tidak dapat diolah atau dipulihkan dengan aman harus dibuang dengan cara yang sesuai dan aman untuk lingkungan.
  7. Pemantauan: Selama seluruh siklus pengolahan limbah B3, dilakukan pemantauan terhadap proses, kualitas limbah, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Dalam melakukan siklus tersebut, sudah pasti tidak hanya satu pihak yang bekerja dan menjadi beban satu pihak saja. Akan tetapi, sebenarnya dalam siklus tersebut ada beberapa pihak yang saling berinteraksi, yaitu:

  1. Penghasil limbah B3
  2. Pengumpul limbah B3
  3. Pengangkut yang merupakan jasa angkut limbah B3 sesuai dengan standar
  4. Pemanfaat limbah B3 yang bisa mengolah limbah B3 menjadi barang atau produk yang bisa digunakan kembali dengan aman
  5. Pengolah limbah B3 yang melakukan penyimpanan dan juga pengumpulan limbah B3 
  6. Dan terakhir adalah penimbun limbah B3

Diagram Alir Proses Pengolahan Limbah B3

Sebelum memulai pengolahan limbah B3, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis kandungan/parameter fisika, kimia, dan biologi limbah B3. Hal ini bertujuan untuk menentukan prosedur pengolahan yang tepat sesuai dengan karakteristik limbah tersebut.

Setelah mengetahui kandungan/parameter fisika, kimia, dan biologi dalam limbah B3, langkah selanjutnya adalah memilih proses pengolahan yang sesuai dengan standar kualitas dan persyaratan pembuangan lingkungan yang telah ditetapkan.

Dalam diagram alir proses pengolahan limbah B3 di bawah ini, disajikan berbagai alternatif proses teknologi pengolahan limbah B3 yang dapat dipilih:

Kesimpulan

Adanya diagram alir ini membuktikan bahwa dalam proses pengolahan limbah B3 sampai ke dalam step paling akhir dalam pengolahan limbah B3 memang sangat terperinci. Semua proses ada dasar hukumnya seperti Kepmen 03/1991, Kep-men 13/1995 dan juga PP 19/1994.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.