Hirarki Pengolahan Limbah B3, Penting untuk Dipahami

0

Keputusan mengenai metode pengolahan limbah yang sesuai untuk industri tertentu melibatkan pertimbangan-pertimbangan penting. Salah satunya adalah apakah limbah tersebut termasuk dalam kategori limbah B3 atau tidak. 

Dalam pengambilan keputusan ini, terdapat hirarki yang harus dipertimbangkan, antara lain keberlanjutan, produksi yang lebih bersih, kesehatan, keamanan, dan perlindungan terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa penanganan limbah B3 membutuhkan metode yang berbeda. Hirarki untuk penanganan limbah B3 dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Mengeliminasi Produksi Limbah B3

Yang pertama adalah proses di mana saat pengeliminasian produksi limbah B3. Tentu saja yang pasti jika proses ini harus membutuhkan para insinyur manufaktur untuk melihat seberapa besar adanya kemungkinan saat proses pemilihan penggunaan bahan mentah kepada produksi limbah B3.

2. Minimalisasi Limbah B3

Selanjutnya adalah meminimalisasi limbah B3 sebagai upaya yang harus dilakukan adalah mengurangi jumlah limbah B3 dengan menerapkan reduksi limbah B3 yang dihasilkan oleh industri. Ini dapat dicapai melalui pengoptimalan proses produksi, penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan, dan pengurangan sisa limbah melalui perbaikan proses.

3. Minimalisasi Jumlah dengan 3R

Jika memang minimalisasi limbah B3 bisa dilakukan, maka yang akan dilakukan adalah dengan cara penerapan 3R mendaur ulang (recycling), menggunakan ulang (reuse), dan atau memperbaiki (recovery).

Reuse

Reuse adalah proses yang digunakan untuk meminimalisir adanya limbah B3. Proses ini adalah menggunakan kembali limbah B3 tersebut daripada harus membuangnya yang pada akhirnya tidak bisa terurai sama sekali dan malah mencemari lingkungan.

Recycle

Recycle adalah proses untuk daur ulang sampah B3 untuk memanfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan untuk selanjutnya diolah dan bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna juga dan juga aman digunakan.

Recovery

Dan terakhir adalah recovery dengan mencari apakah ada sumber daya atau energi yang masih berharga dari bahan limbah yang tidak dapat digunakan kembali atau didaur ulang secara langsung.

4. Mengolah Limbah

Hirarki selanjutnya adalah dengan pengolahan limbah. Pengolahan dari limbah ini melibatkan teknologi terkini yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan. Hal ini berguna sekali dalam membuang komponen yang berbahaya dari limbah B3 agar tidak mencemari lingkungan dan juga membahayakan bagi manusia. Dampak yang sangat minimum adalah tujuan dari proses ini.

Fisika

Untuk pengolahan limbah menggunakan teknologi berbasis kimia akan menjalani beberapa proses seperti:

  • Adsorpsi: Proses di mana komponen-komponen berbahaya diserap oleh material adsorben.
  • Kristalisasi: Pembentukan kristal dari larutan limbah untuk memisahkan komponen-komponen tertentu.
  • Dialisa: Proses pemisahan berdasarkan perbedaan konsentrasi melalui membran semipermeabel.
  • Elektrodialisa: Penggunaan medan listrik untuk memisahkan ion-ion dalam larutan limbah.
  • Evaporasi: Menghilangkan air dari larutan limbah untuk meninggalkan komponen-komponen yang lebih konsentrat.
  • Leaching: Mengekstraksi komponen-komponen tertentu dari limbah menggunakan pelarut tertentu.
  • Reverse osmosis: Proses pemisahan dengan memaksa larutan melalui membran yang menahan komponen-komponen berbahaya.
  • Solvent extraction: Pemisahan komponen-komponen berbahaya menggunakan pelarut khusus.
  • Stripping: Menghilangkan komponen berbahaya dari larutan menggunakan proses penguapan atau udara yang mengalir.

Kimia

Selanjutnya adalah teknologi pengolahan limbah dengan ilmu kimia, prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Reduksi-Oksidasi: Reaksi kimia dimana komponen berbahaya diubah menjadi bentuk yang lebih aman melalui oksidasi atau reduksi.
  • Elektrolisa: Penggunaan arus listrik untuk memisahkan komponen-komponen dalam larutan limbah.
  • Netralisasi: Mengurangi keasaman atau kebasaan limbah dengan menambahkan bahan netralisasi.
  • Presipitasi/Pengendapan: Menghasilkan endapan yang mengandung komponen berbahaya sehingga dapat dipisahkan dari larutan.
  • Solidifikasi/Stabilisasi: Mengubah limbah menjadi bentuk padat yang lebih stabil dan aman.
  • Absorpsi: Penyerapan komponen berbahaya oleh bahan atau media penyerap.
  • Penukar Ion: Proses pertukaran ion untuk menghilangkan ion berbahaya dalam larutan limbah.
  • Pirolisis: Pemanasan limbah dalam kondisi tanpa oksigen untuk mengubahnya menjadi produk yang lebih sederhana atau berguna.

Biologi

Dan terakhir pada pengolahan limbah yang menggunakan teknologi biologi prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Bioremediasi: Penggunaan mikroorganisme untuk menguraikan atau menghilangkan komponen berbahaya dalam limbah.
  • Composting: Penguraian limbah organik oleh mikroorganisme menjadi bahan yang lebih stabil dan bernutrisi.

5. Membuang Residu

Dari semua proses hirarki pengolahan limbah B3 yang ada di atas, pastinya terdapat residu yang dihasilkan. Pembuangan dari residu ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada pertimbangan yang sangat matang agar tidak mencemari lingkungan.

6. Pembuangan Akhir

Dan hirarki pengolahan limbah B3 yang terakhir adalah pembuangan akhir. Hal ini harus mempertimbangkan apakah limbah B3 yang harus disimpan, diisolasi, dan ditahan pada akhirnya tidak bisa lagi dilakukan di semua hirarki pengolahan limbah B3 itu.Dalam pembuangan akhir, harus memahami 3 metode pembuangan limbah B3 yang sudah menjadi standar pasti dalam pembuangan limbah B3 menuju tempat pembuangan akhir.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.