Mengenal 5 Industri B3 dan Cara Penyimpanan Bahan B3

0

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah komponen penting di berbagai industri, namun penggunaan dan penyimpanannya harus dikelola dengan aturan yang berlaku untuk menghindari risiko kesehatan dan lingkungan. Yang mana setiap jenis bahan berbahaya dan beracun ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Yang mana peraturan ini berisikan aturan tentang tata laksana dan penyimpanan B3 yang akan kita bahas satu persatu di artikel berikut ini.

Industri B3 Sesuai Dengan Lingkungan Kegiatannya

Ada lima lingkungan industri di mana B3 biasanya ditemukan yakni konstruksi, rumah sakit, puskesmas, laboratorium, dan farmasi, berikut penjelasannya:

B3 Konstruksi

Industri konstruksi bangunan penggunaan bahan-bahan B3 harus dikelola dengan baik karena dapat menyebabkan efek buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya. Contoh B3 konstruksi seperti puing-puing bangunan ,tanah, baja, beton, kayu, dan bahan-bahan campuran lainnya.

B3 di Rumah Sakit

Rumah sakit juga terdapat bahan B3 yang membutuhkan pengelolaan dan penanganan limbah yang sangat penting agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit. Adapun contoh B3 di rumah sakit seperti bahan kimia, obat kanker, antiseptik, bahan radioaktif, insektisida, pestisida, gas medis dan gas non medis.

B3 di Puskesmas

Sama seperti rumah sakit, puskesmas juga memiliki bahan B3 yang perlu diolah dengan baik. Contoh B3 di puskesmas seperti sarung tangan medis, masker medis, baju pelindung diri/APD, jarum suntik, dan kain kasa.

B3 Laboratorium

B3 di laboratorium terdapat berbagai jenis bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam penelitian dan pengujian. Pengelolaan dan penyimpanan pada bahan kimia ini harus dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi. Contoh B3 laboratorium seperti amonia, asam klorida, asam sulfat, asetilena, metanol, formalin, natrium hidroksida, dan gas nitrogen.

B3 Farmasi

Industri farmasi juga menggunakan berbagai bahan kimia dalam proses produksinya. Bahan B3 farmasi ini dapat mencakup sisa bahan kimia dan obat-obatan, hingga logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya

Penyimpanan Bahan Industri B3

Menyimpan B3 dengan cara yang benar merupakan hal yang sangat penting dalam mengendalikan risiko lingkungan dan kesehatan. Adapun beberapa cara untuk menyimpan B3 industri dengan aman dan efisien meliputi:

  • Penggunaan Wadah yang Tepat: B3 harus disimpan dalam wadah yang dirancang khusus untuk menahan bahan tersebut. Wadah harus kedap udara dan tahan terhadap korosi.
  • Penyimpanan Terpisah: Bahan yang berbeda harus disimpan secara terpisah untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.
  • Penyimpanan dalam Suhu dan Kelembaban yang Sesuai: Beberapa B3 harus disimpan dalam kondisi suhu dan kelembaban tertentu untuk menjaga stabilitasnya.
  • Pelabelan yang Jelas: Setiap wadah B3 harus dilabeli dengan jelas untuk mengidentifikasi bahan dan potensi bahayanya.

Kesimpulan

Industri B3 memerlukan pengelolaan dan penyimpanan yang merupakan bagian penting dalam operasi industri di berbagai sektor. Secara garis besar B3 di industri manapun harus diperhatikan tempat penyimpanannya agar dapat mencegah risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar atau penggunanya.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.