Cara Membuat Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3, Begini Alurnya

0

Perizinan yang diperlukan untuk fasilitas penyimpanan limbah berbahaya dan beracun, yang dikenal sebagai Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS B3), diberikan oleh Departemen Lingkungan Hidup (DLH) kepada perusahaan yang menghasilkan limbah tersebut. Untuk memenuhi standar teknis, perusahaan-perusahaan tersebut harus memiliki fasilitas penyimpanan sementara yang sesuai.

Perizinan ini memang sangat penting, apalagi untuk memenuhi berbagai syarat termasuk syarat seperti izin dan juga dokumen-dokumen yang harus disertakan.

Hal ini sangat penting karena di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tahun 2018 menjelaskan pada pasal 102, yang berbunyi:

“Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). “

Tentu saja hal tersebut tidak ingin Anda alami bukan, maka dari itu, jika Anda ingin membangun TPS limbah B3, sekarang adalah saatnya Anda ketahui apa saja yang Anda butuhkan dan juga alur pelayanannya untuk mendapatkan izin.

3 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3

Daripada Anda terkena pidana yang sangat menyulitkan Anda tersebut, maka yang harus Anda lakukan sekarang adalah membuat perizinan dari penyimpanan sementara limbah B3.

Ada beberapa persyaratan yang menjadi perhatian. Apa saja itu?

Persyaratan Izin Penyimpanan Limbah B3

Yang pertama untuk Anda persiapkan sebelum dokumen-dokumennya adalah tentang apa saja syarat utamanya, syarat izin TPS limbah B3 adalah:

  • Identitas pemohon (KTP/SIM)
  • Akta pendirian badan usaha dan ijin mendirikan bangunan
  • Informasi mengenai nama, sumber, karakteristik dan jumlah limbah B3 yang akan disimpan
  • Dokumen mengenai informasi tempat penyimpanan dan pengemasan limbah B3

Dokumen-dokumen yang Harus Disiapkan

Setelah semua persyaratan awal sudah Anda persiapkan, sekarang kita akan masuk ke berbagai dokumen yang harus disiapkan. Untuk dokumen dari pembuatan penyimpanan sementara limbah B3 yaitu:

  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi ijin mendirikan bangunan
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan bagi badan usaha
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi persetujuan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL-UPL, dll)
  • Denah lokasi dan desain pengelolaan limbah B3
  • Memiliki SOP pengelolaan limbah B3
  • Uraian tentang bahan baku dan proses kegiatan
  • Uraian tentang spesifikasi alat pengolah limbah B3
  • Uraian tentang jumlah dan karakteristik limbah B3
  • Formulir isian yang telah disediakan
  • Formulir surat pernyataan yang telah disediakan dan kontrak kerja sama dengan pemanfaat atau penimbun atau pengolah yang telah memiliki ijin (khusus pemohon ijin pengumpulan)

Alur Permohonan Izin Limbah B3

Untuk alur permohonan dari izin penyimpanan limbah B3 agar bisa disetujui melalui beberapa tahapan, di antaranya:

Kesimpulan

Bagaimana? Sudah jelas tentang bagaimana cara membuat izin penyimpanan sementara? Dengan mengikuti berbagai persyaratan, dokumen yang disiapkan, dan juga memenuhi alur dari pembuatannya tentu saja akan sangat mudah bagi Anda untuk memahaminya.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.