Penjelasan Kategori Limbah B3 Dilihat dari Bahayanya

0

Limbah B3 adalah jenis limbah sisa dari suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dalam sektor industri, rumah tangga, ataupun medis, limbah ini tergolong limbah yang berbahaya, sebab dalam kepanjangannya sendiri bisa diartikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Penentuan limbah ini dalam kategori berbahaya bukan tanpa alasan, melainkan sudah melalui proses kajian yang matang sehingga dapat dimuat dalam PP No. 101 Tahun 2014. Akan tetapi limbah B3 dapat diklasifikasikan dalam berbagai macam, ada beberapa kategori yang akan kita bahas pada artikel ini.

Kategori Limbah B3 : Kategori 1

Limbah B3 yang termasuk dalam Kategori 1 adalah limbah yang memiliki dampak yang tidak hanya bersifat akut terhadap manusia, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Dampaknya bisa terjadi secara mendadak dan langsung terhadap kesehatan manusia dan juga bisa merusak ekosistem di sekitarnya.

Limbah B3 kategori 1 memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  • Karakteristik mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan/atau korosif sesuai dengan parameter uji sebagaimana tercantum dalam Lampiran III PerMENLHK No 55/2015
  • Karakteristik beracun melalui TCLP untuk menentukan Limbah yang diuji memiliki konsentrasi zat pencemar lebih besar dari konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-A sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV PerMENLHK No 55/2015
  • Karakteristik beracun melalui Uji Toksikologi LD50 untuk menentukan Limbah yang diuji memiliki nilai Uji Toksikologi LD50 lebih kecil dari atau sama dengan 50 mg/kg (lima puluh miligram per kilogram) berat badan hewan uji. Tim Ahli merekomendasikan kepada Menteri untuk menetapkan Limbah sebagai Limbah B3 kategori 1 dari sumber spesifik

Kategori 2 Limbah B3

Limbah B3 yang masuk dalam Kategori 2 adalah limbah yang memiliki dampak yang tidak bersifat akut atau mendadak terhadap manusia, melainkan bersifat tertunda dan berdampak tidak langsung terhadap manusia dan lingkungan.

Limbah B3 dalam kategori ini memiliki toksisitas yang cenderung bersifat subkronis atau kronis, artinya dampaknya akan terasa dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pada limbah B3 sendiri memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Karakteristik beracun melalui TCLP untuk menentukan Limbah yang diuji memiliki konsentrasi zat pencemar ≤ konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-A dan memiliki konsentrasi zat pencemar > dari konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-B
  • Karakteristik beracun melalui Uji Toksikologi LD50 : LD50 > dari 50 mg/kg berat badan hewan uji dan ≤ 5000 mg/kg berat badan hewan uji;
  • Karakteristik beracun melalui uji toksikologi subkronis menggunakan hewan uji mencit selama 90 hari menunjukkan sifat racun sub-kronis, berdasarkan hasil pengamatan terhadap pertumbuhan, akumulasi atau biokonsentrasi, studi perilaku respon antar individu hewan uji, dan/atau histopatologis

Kategori Limbah Non B3

Kategori limbah non-B3 adalah kategori limbah yang tidak termasuk dalam klasifikasi limbah berbahaya (B3). Limbah non-B3 umumnya dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki potensi bahaya signifikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Kategori limbah non-B3 dapat bervariasi tergantung pada peraturan dan regulasi yang berlaku di suatu negara atau yurisdiksi tertentu. Namun, secara umum, limbah non-B3 mencakup limbah yang tidak memiliki karakteristik mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan/atau korosif.

Pada umumnya, limbah non-B3 dapat dikelompokkan sebagai limbah rumah tangga, limbah komersial, limbah industri yang tidak berbahaya, atau limbah yang dapat didaur ulang.

Adapun karakteristik pada limbah non-B3 sebagai berikut:

  • Tidak memiliki karakteristik mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan/atau korosif
  • uji TCLP : konsentrasi zat pencemar sama ≤ konsentrasi zat pencemar pada kolom tclp-b, menggunakan baku mutu tclp untuk penetapan kategori limbah b3 dan limbah nonb3 sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN IV PERMENLHK 55/2015
  • Uji toksikologi : LD50 > 5000 mg/kg berat badan hewan uji;
  • Uji toksikologi subkronis : limbah B3 tidak beracun sub- kronis

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, limbah B3 dikelompokkan menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat bahaya yang mereka miliki terhadap manusia dan lingkungan. Kategori 1 meliputi limbah dengan dampak akut dan langsung, sementara Kategori 2 mencakup limbah dengan dampak tertunda dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungan. Limbah non-B3 merupakan limbah yang tidak memiliki potensi bahaya signifikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Penting untuk mengelola limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku agar mengurangi risiko pencemaran dan kerusakan pada ekosistem serta melindungi kesehatan manusia. Pengelolaan limbah harus dilakukan secara efektif dan sesuai karakteristiknya, termasuk pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, dan pengolahan atau pembuangan yang aman.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.