Kesalahan Kalibrasi : Pengertian dan Cara Mengatasinya

0

Kalibrasi adalah proses verifikasi bahwa suatu alat pengukuran menghasilkan hasil yang akurat dan konsisten dengan standar yang ditetapkan. Dalam kata lain, ini adalah proses penyesuaian alat pengukuran agar hasil yang diberikan dapat dipercaya dan tepat.

Meskipun kalibrasi sangat penting dalam memastikan akurasi alat pengukuran, masih sering terjadi kesalahan kalibrasi.  Maka di artikel ini, kita akan membahas mengenai jenis-jenis kesalahan kalibrasi dan bagaimana cara mengatasinya.

3 Jenis Kesalahan Kalibrasi Perlu Untuk Diketahui

Saat melakukan uji kalibrasi, terdapat beberapa jenis kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan ini perlu diketahui agar dapat dicegah atau diperbaiki.

Kesalahan Umum

Kesalahan umum biasanya terjadi akibat keterbatasan faktor manusia saat melakukan pengukuran. Misalnya, kesalahan dalam membaca skala yang kecil atau kurangnya keterampilan dalam menggunakan alat ukur. Untuk mengatasi kesalahan ini, individu yang melakukan pengukuran harus lebih teliti dalam menggunakan alat, membaca skala, dan memahami hasil pengukuran.

Kesalahan Acak

Kesalahan acak terjadi akibat fluktuasi halus yang muncul selama proses pengukuran. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi tegangan listrik, getaran pada permukaan pengukuran, kebisingan, radiasi, hingga gerakan molekul udara. Meskipun kesalahan acak jarang muncul, namun tetap menjadi gangguan karena dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran. Untuk menghindari kesalahan acak, pengguna harus memperhatikan proses pengukuran, baik dari segi alat yang digunakan maupun lingkungan sekitarnya.

Kesalahan Kalibrasi

Kesalahan kalibrasi terjadi saat ada ketidaksesuaian antara nilai skala yang diberikan saat kalibrasi dengan nilai sebenarnya. Ini biasanya disebabkan oleh alat yang tidak mendukung, lingkungan sekitar alat, hingga perubahan suhu yang ekstrim. Untuk mengatasi kesalahan ini, alat tersebut perlu dikalibrasi ulang agar dapat digunakan dengan normal dan hasil pengukurannya menjadi tepat.

Adapun pembahasan tentang faktor kalibrasi yang berkaitan juga dengan kesalahan kalibrasi tersebut yang bisa Anda baca di sini.

Cara Tepat Mengatasi Kesalahan Kalibrasi

Untuk mengatasi kesalahan kalibrasi, perlu adanya upaya peningkatan keterampilan pengguna alat ukur. Dapat dilakukan dengan pelatihan penggunaan alat ukur, khususnya pada alat-alat ukur yang canggih dan membutuhkan ketelitian tinggi dalam penggunaannya. Misalnya, penggunaan spektrometer canggih yang perlu memahami tahap kesiapan alat dalam kondisi tertentu sebelum melakukan pengukuran.

Selain itu, penting untuk memperhatikan penentuan satuan pada alat ukur. Alat ukur canggih biasanya memiliki banyak fungsi pada satuan yang berbeda, sehingga pengguna harus memiliki ketelitian tinggi. Misalnya, pengukuran hambatan, arus listrik, dan tegangan memerlukan satuan yang berbeda-beda.

Akhirnya, perlu ditekankan pentingnya menentukan angka pada hasil pengukuran dengan tepat. Misalnya, jika pengukur perlu mengukur panjang balok dan hasilnya adalah 17,50 cm dan 17,5 cm, kedua hasil tersebut tampak sama, tetapi salah satunya adalah angka pasti dan yang lain adalah angka estimasi. Jadi, kemampuan untuk memahami dan menentukan hasil pengukuran dengan tepat sangat penting.

Kesimpulan

Pemahaman tentang kesalahan kalibrasi sangat penting untuk memastikan keakuratan pengukuran. Tiga jenis kesalahan kalibrasi yang umum terjadi adalah kesalahan umum, kesalahan acak, dan kesalahan kalibrasi. Masing-masing memiliki penyebab dan cara penyelesaiannya sendiri. Dengan memahami dan menerapkan cara-cara tepat untuk mengatasi kesalahan kalibrasi, kita dapat meningkatkan keakuratan hasil pengukuran dan menjamin keandalan data yang dihasilkan.

News Ralali - MRO Kalibrasi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.