Ketidakpastian Kalibrasi dan Langkah untuk Menghindarinya

0

Sertifikat kalibrasi dapat membingungkan, terutama jika Anda tidak terbiasa dengan metrologi. Sertifikat kalibrasi mendokumentasikan kualitas dan keakuratan perangkat pengukuran, jadi penting untuk memahami terminologi dan arti angka acak bagi Anda.

Dokumen tersebut mencakup berbagai informasi tentang perangkat, serta detail tentang laboratorium kalibrasi dan standar yang dipatuhi. Satu bagian informasi yang sangat penting untuk diperhatikan adalah “ketidakpastian” kalibrasi yang dilakukan, nilai yang disyaratkan untuk standar ISO 17025.

Dalam melakukan kalibrasi, tentu saja tidak ada yang sempurna. Akan tetapi, ketidaksempurnaan dari proses kalibrasi tersebut bisa dihitung dengan menentukan nilai ketidakpastian kalibrasi. Apa itu ketidakpastian kalibrasi? Dan apa saja langkah yang dilakukan untuk menghindarinya? 

Pentingnya Memahami Ketidakpastian Kalibrasi

Setiap proses kalibrasi akan dihitung nilai dari ketidakpastian kalibrasinya. Sangat penting untuk memahami ketidakpastian kalibrasi, teruntuk juga Anda yang menemukan ketidakpastian dari kalibrasi alat ukur Anda setelah melihat sertifikat kalibrasi yang sudah dikeluarkan oleh laboratorium kalibrasi terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional).

Sederhananya, angka yang terkait dengan ketidakpastian menunjukkan seberapa andal pengukuran tersebut. Setiap pengukuran memiliki ketidakpastian, atau keraguan, karena berbagai faktor termasuk alat yang digunakan, orang yang melakukan kalibrasi, dan metode yang digunakan. Angka ini merupakan indikator layak atau tidaknya alat ukur ini untuk digunakan.

Faktor Menyebabkan ketidakpastian Kalibrasi

Untuk lebih memahami tentang ketidakpastian kalibrasi, sekarang kita akan menjelaskan apa saja yang menjadi faktor kalibrasi instrumen atau alat ukur. Faktor ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu faktor kesalahan umum dan juga faktor sistematis.

Kesalahan Umum (gross-errors)

Kesalahan umum atau gross-errors ini adalah kesalahan yang memang dilakukan oleh manusia. Sepandai-pandainya pelaksana kalibrasi yang sudah memiliki sertifikasi kalibrasi sekalipun, bisa melakukan kesalahan.

Kesalahan yang sering terjadi diantaranya:

  • Kesalahan pembacaan alat ukur
  • Penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian instrumen yang tidak sesuai
  • Kesalahan penaksiran.

Kesalahan ini tidak dapat dihindari, tetapi harus dicegah dan perlu perbaikan. Perbaikan yang dimaksud adalah perbaikan kepada kompetensi dari pelaksana kalibrasi. Untuk selanjutnya bisa lebih fokus terhadap pelaksanaan kalibrasi.

Kesalahan Sistematis (systematic errors)

Serta ada kesalahan sistematis atau systematic errors. Kesalahan sistematis ini bukan dari faktor pelaksana kalibrasi, melainkan dari faktor diluarnya. Untuk kesalahan sistematis di antaranya:

  1. Kesalahan kalibrasi
    Ketidakakuratan dalam memberikan skala nilai pada waktu pembuatan alat ukur dapat menyebabkan munculnya ketidakpastian setiap kali alat tersebut digunakan dalam proses pengukuran.
  2. Kesalahan titik nol
    Titik nol pada skala alat ukur tidak selaras dengan titik nol pada jarum penunjuk alat ukur. Sebagai contoh, jarum penunjuk titik nol pada neraca (timbangan) mungkin tidak berada pada posisi nol meskipun tidak digunakan untuk menimbang.
  3. Kelelahan Komponen Alat
    Kesalahan ini sering ditemui pada alat pengukur yang menggunakan pegas. Pegas yang sudah lama digunakan cenderung menjadi lembek, sehingga dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan kalibrasi ulang agar alat kembali akurat dan dapat memberikan hasil yang tepat.
  4. Gesekan
    Kesalahan sistematis yang satu ini memang tidak bisa diprediksi. Biasanya, kesalahan ini terjadi karena adanya gesekan pada bagian alat-alat yang bergerak. 
  5. Kesalahan Baca
    Kesalahan saat membaca atau paralaks terjadi karena arah mata dan juga jarum penanda untuk pengukuran sebuah alat ukur ini tidak sejajar. Kesalahan ini memang tidak bisa diprediksi, bahkan Anda pun juga sering mengalaminya saat melakukan pengukuran dengan penggaris.
  6. Kondisi Lingkungan Tempat Kalibrasi
    Dan yang terakhir adalah kondisi dari lingkungan tempat melakukan kalibrasi. Kondisi ini diantaranya seperti suhu, tekanan, dan kelembapan yang dapat mempengaruhi nilai hasil kalibrasi.

Langkah-langkah untuk Menghindari Kesalahan

Kesalahan di atas yang sering kali terjadi pada saat proses penentuan nilai kalibrasi ada yang bisa dihindari dan juga ada yang tidak bisa dihindari. Tetapi, tenang saja karena ada beberapa langkah yang digunakan untuk menghindari kesalahan kalibrasi, yaitu:

  • Periksa dengan cermat semua objek yang akan diukur.
  • Lakukan pembacaan hasil pengukuran beberapa kali untuk memastikan kekonsistenan.
  • Verifikasi hasil yang dicatat dengan hasil yang dibaca pada setiap pengukuran.
  • Ulangi seluruh proses pengukuran secara independen untuk memastikan kekonsistenan data.
  • Gunakan rumus aljabar atau geometri sederhana untuk memverifikasi kebenaran hasil pengukuran. Contohnya, saat mengukur sudut segitiga, pastikan bahwa jumlah ketiga sudutnya sama dengan 180°. 

Baca Juga : Prosedur Penting dalam Metode Kalibrasi Relatif yang Perlu Diketahui

Kesimpulan

Tidak semua proses kalibrasi yang menuntut akurasi tinggi ini bisa berjalan dengan lancar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai hasil kalibrasi. Untuk itu, Anda perlu melakukan pencarian ketidakpastian kalibrasi alat ukur agar bisa memberikan akurasi yang maksimal selama nilainya ada di batas toleransi.

News Ralali - MRO Kalibrasi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.