Catat Kewajiban Pengelola Limbah B3 Berikut Ini

0

Pengelolaan sampah dan juga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan salah satu isu lingkungan yang vital sejak beberapa dekade terakhir. Telah dicatat bahwa timbulan sampah meningkat dengan meningkatnya populasi, industrialisasi dan urbanisasi, dll. Strategi pengelolaan sampah mencakup pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dan berbahaya. 

Limbah non-B3 tidak menimbulkan potensi ancaman terhadap lingkungan melainkan limbah B3 adalah limbah yang menimbulkan ancaman substansial atau potensial terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sektor industri yang berkembang pesat telah berkontribusi pada produksi bahan limbah berbahaya dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, untuk mengurangi bahaya lingkungan, diperlukan perhatian yang tepat selama penyimpanan, pemilahan, pengangkutan dan pembuangan limbah berbahaya, karena tidak dapat dibuang begitu saja di lingkungan. Itu adalah salah satu kewajiban bagi siapa saja yang menghasilkan limbah B3 untuk bisa mengelola limbah B3. Namun, di dalam proses pengelolaan limbah B3 tersebut ada banyak kewajiban di setiap langkahnya, bagaimana penjelasannya? 

Prinsip Pengelolaan Limbah B3

Pertama kita harus tahu tentang prinsip dari pengelolaan limbah B3. Dalam prosesnya, limbah B3 memang tidak langsung dilakukan penimbunan atau pemusnahan begitu saja, akan tetapi ada beberapa proses yang dilalui, yaitu:

  1. Pengurangan yaitu untuk mengurangi jumlah limbah B3 yang dihasilkan melalui praktik-praktik penggunaan yang efisien dan pengelolaan yang baik.
  2. Penyimpanan adalah proses penyimpanan sementara dari berbagai limbah B3 yang sudah dilakukan pengurangan.
  3. Pengangkutan adalah prinsip dari pengelolaan limbah B3 dari TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) untuk menuju ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan.
  4. Pemanfaatan limbah B3 untuk bisa dicari apakah ada unsur yang bisa dilakukan pemanfaatan pada limbah B3 tersebut.
  5. Pengolahan limbah B3 memerlukan proses fisika, kimia, dan biologi untuk selanjutnya bisa diolah menjadi bahan baku yang bisa berguna kembali.
  6. Penimbunan limbah B3 yang sudah tidak bisa dilakukan kembali pengolahan atau benar-benar sudah menjadi limbah.
  7. Dan terakhir, semua limbah B3 tersebut akan dilakukan penimbunan atau dumping.

Kewajiban Pengelola Limbah B3

Setiap pihak memiliki tanggung jawab dan kewajiban tertentu dalam pengelolaan limbah B3 sesuai dengan izin yang dimiliki. Laporan berkala juga harus disampaikan kepada Menteri dan instansi terkait sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Terdapat beberapa kewajiban untuk setiap pengelola limbah B3 yang perlu untuk Anda ketahui. Jadi, pada dasarnya memang setiap tahapan dalam proses pengelolaan limbah B3 akan selalu ada kewajiban dan ketentuan yang berlaku.

Penghasil

Sebagai penghasil limbah B3, setiap pihak wajib untuk:

  • Melakukan pengurangan limbah B3.
  • Jika limbah B3 masih ada, dapat dimanfaatkan, diolah, atau ditimbun sendiri.
  • Dilarang mencampur limbah B3.
  • Wajib memiliki izin penyimpanan.
  • Melakukan identifikasi limbah B3 yang dihasilkan.
  • Mencatat nama dan jumlah limbah B3 yang dihasilkan.
  • Melakukan penyimpanan limbah B3 dalam jangka waktu tertentu.
  • Menyusun dan menyampaikan laporan penyimpanan limbah B3.

Pengumpul

Pada proses pengumpulan limbah B3, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Harus berbentuk badan usaha berbadan hukum.
  • Wajib memiliki izin pengumpulan limbah B3.
  • Dilarang memanfaatkan atau mengolah limbah B3 yang dikumpulkan.
  • Melakukan identifikasi dan pencatatan limbah B3 yang dikumpulkan.
  • Melakukan penyimpanan limbah B3 dalam jangka waktu tertentu.
  • Menyusun dan menyampaikan laporan pengumpulan limbah B3.

Pengangkut

Proses pengangkutan dari limbah B3 tidak bisa dilakukan begitu saja, harus ada beberapa ketentuan yang diperhatikan, antara lain:

  • Harus berbentuk badan usaha berbadan hukum.
  • Memiliki rekomendasi dari KLH dan izin dari Kementerian Perhubungan.
  • Menyerahkan limbah B3 ke penerima yang ditunjuk.
  • Wajib melaporkan pengangkutan limbah B3.

Pemanfaat

Bagi badan yang akan memanfaatkan limbah B3 untuk menjadi bahan baku atau lainnya yang setidaknya bisa dimanfaatkan dari limbah B3 tersebut, ada ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Meliputi pemanfaatan limbah B3 sebagai substitusi bahan baku, substitusi sumber energi, atau bahan baku.
  • Harus berbentuk badan hukum.
  • Wajib mengajukan persetujuan uji coba pemanfaatan limbah B3.
  • Melakukan pengumpulan, penyimpanan, pengemasan, dan pemanfaatan limbah B3 sesuai ketentuan.

Penimbun

Dan terakhir adalah pada proses penimbunan, tentu saja ini adalah proses yang paling penting. Jika salah, maka bukannya malah mengurangi efek limbah B3 pada lingkungan, malah akan merusak lingkungan sepenuhnya.

Maka dari itu, ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan adalah:

  • Harus berbentuk badan hukum.
  • Memiliki izin dari KLH.
  • Meliputi penimbunan akhir, sumur injeksi, penempatan kembali di area bekas tambang, dam tailing, atau fasilitas penimbunan sesuai dengan perkembangan teknologi.
  • Wajib melakukan pengumpulan, penyimpanan, penimbunan limbah B3 sesuai ketentuan.

Kesimpulan

Itulah tadi bagaimana kewajiban bagi setiap badan yang bertugas untuk mengelola limbah B3. Pengawasan pengelolaan limbah B3 yang benar akan membuat setiap proses dari pengelolaan limbah B3 bisa lebih terarah dan tidak bisa sembarangan untuk dilakukan demi keselamatan bagi siapapun yang mengelola dan juga kesehatan untuk lingkungan.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.