Persyaratan Khusus Laboratorium Kalibrasi KAN Terbaru

0

Kita sudah pernah membahas tentang persyaratan umum untuk laboratorium kalibrasi bisa mendapatkan akreditasi dari KAN (Komite Akreditasi Nasional) apakah persyaratannya hanya sampai disitu saja? Ternyata masih ada lagi persyaratan khusus laboratorium kalibrasi KAN. Persyaratan ini memang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan KAN itu sendiri.

Tapi sampai sekarang ini, persyaratan khusus laboratorium KAN yang bertugas sebagai asosiasi kalibrasi di Indonesia masih menerapkan peraturan “KAN-02” yang sudah direvisi pada tahun 2020. Apa saja syarat khusus yang harus dipenuhi laboratorium kalibrasi untuk mendapatkan akreditasi dari KAN? Mari kita simak!

Syarat Khusus Laboratorium untuk Mendapatkan Akreditasi KAN

Syarat khusus laboratorium kalibrasi untuk mendapatkan akreditasi dari KAN sudah diatur di dalam “Persyaratan Khusus Laboratorium Kalibrasi” yang diterbitkan KAN dan sudah mendapatkan revisi pertamanya pada tahun 2020 semenjak diterbitkannya syarat khusus laboratorium mendapatkan akreditasi KAN pada tahun 2017. Ini masih berlaku sampai dengan sekarang.

Pada poin 2 prosedur akreditasi yang ditujukan kepada calon laboratorium kalibrasi KAN, sesuai dengan KAN U-01, dengan persyaratan khusus untuk laboratorium kalibrasi adalah sebagai berikut:

1. Memiliki Legalitas

Memiliki izin dan legalitas untuk melakukan kegiatan pengujian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Menerapkan Sistem Manajemen Sesuai ISO

Persyaratan selanjutnya adalah untuk menerapkan sistem manajemen yang memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dan memiliki bukti penerapannya dalam bentuk dokumen dan rekaman sesuai ketentuan ISO/IEC 17025:2017.

3. Memenuhi Persyaratan yang Ditetapkan Oleh Organisasi

Lalu, harus Memenuhi persyaratan dari organisasi kerjasama akreditasi internasional dan atau regional yang relevan dengan akreditasi laboratorium kalibrasi.

4. Memenuhi Seluruh Kebijakan

Mematuhi kebijakan, kriteria, dan prosedur yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk akreditasi laboratorium kalibrasi.

5. Memiliki Bukti Penerapan Sistem Manajemen Laboratorium

Laboratorium kalibrasi yang ingin mendapatkan akreditasi wajib menyediakan bukti penerapan sistem manajemen laboratorium, termasuk pelaksanaan kalibrasi untuk setiap jenis alat atau standar yang tercakup dalam ruang lingkup akreditasi yang diajukan, hasil audit internal, serta hasil kaji ulang manajemen.

6. Menetapkan Rencana Uji Profisiensi

Terakhir, menetapkan rencana uji profisiensi dan memiliki bukti pelaksanaan uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium, atau bukti perbandingan hasil kalibrasi laboratorium dengan hasil kalibrasi eksternal, yang mencakup setiap kelompok pengukuran dalam ruang lingkup akreditasi yang diajukan.

Kesimpulan

Untuk setiap laboratorium kalibrasi KAN, ini menjadi persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Adanya persyaratan secara khusus ini akan memberikan kepada customer untuk bisa melaksanakan kalibrasi sesuai dengan standar internasional. Tidak heran jika saat Anda ingin melaksanakan kalibrasi instrumen Anda, jasa atau layanan kalibrasi yang harus Anda tuju adalah laboratorium yang sudah terakreditasi KAN.

Menjadi hal yang sangat wajib untuk semua laboratorium bisa memenuhi persyaratan di atas. Dengan ini, akan menciptakan lingkungan kalibrasi di Indonesia yang terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan.

News Ralali - MRO Kalibrasi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.