Jenis Landfill B3 Secara Umum Beserta Dampak Negatifnya

0

Landfill atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sebuah metode pengelolaan sampah dan limbah yang bertujuan meminimalkan dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Sedangkan Landfill B3 adalah jenis landfill khusus yang dirancang untuk menampung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Untuk lebih dalam memahami landfill B3 secara umum kita akan membahasnya dibawah ini sesuai dengan dampak negatifnya.

Mengenal 3 Jenis Landfill B3

Terdapat 3 jenis landfill B3 yang dibedakan menurut metode pembuangan akhirnya, yakni sanitary landfill, controller landfill, dan open dumping. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu di bawah ini.

Sanitary Landfill

Sanitary Landfill adalah metode penimbunan sampah dengan cara melapisinya menggunakan tanah. Limbah B3 ditimbun selapis demi selapis sehingga tidak terpapar ke ruang terbuka, menghindari bau yang tidak sedap dan menjaga agar tidak menjadi tempat berkembangbiak binatang pengerat. Sanitary Landfill memerlukan lahan yang luas, tanah penimbun yang cukup, serta alat-alat besar. Untuk sanitary landfill yang tidak terpakai lagi bisa diubah menjadi tempat pemukiman, perkantoran, dan lain sebagainya.

Controlled Landfill

Controlled Landfill merujuk pada sistem pembuangan limbah B3 dimana sampah atau limbah diratakan dan dipadatkan setiap hari menggunakan alat berat. Sampah atau limbah B3 tersebut lalu dilapisi dengan tanah setiap lima hari atau seminggu sekali. Tujuannya adalah untuk mengurangi bau, mengendalikan perkembangbiakan lalat, dan membatasi keluarnya gas metana. Selain itu, di dalam controlled landfill biasanya dibuat juga saluran pengumpul air lindi (leachate), pengolahan limbah, dan fasilitas pengendalian gas metana.

Open Dumping

Open Dumping adalah metode pembuangan sampah atau limbah B3 ke dalam cekungan terbuka tanpa melapisinya dengan tanah. Metode ini tidak lagi direkomendasikan oleh pemerintah karena berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk air dan tanah, serta mencemari udara dengan gas metana. Selain itu banyak binatang seperti lalat, kecola, tikus, dan nyamuk yang dapat berkembang biak di jenis landfill B3 open dumping. 

Dampak Negatif dari Landfill B3

Berdasarkan kutipan dari Stanford university, mengatakan bahwa Ketika sampah organik di landfill mulai terurai, gas metana akan dilepaskan. Gas ini 84 kali lebih efektif dalam menyerap panas matahari dibandingkan dengan karbon dioksida, menjadikannya salah satu gas rumah kaca terkuat yang memicu perubahan iklim. Selain metana, landfill juga melepaskan gas lain seperti karbon dioksida dan uap air, serta sejumlah kecil oksigen, nitrogen, hidrogen, dan senyawa organik non metana yang berpotensi menciptakan kabut asap.

Landfill B3 juga berpotensi mengganggu kesehatan penduduk sekitar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penduduk yang tinggal dekat dengan landfill sering mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti flu, iritasi mata, dan kelemahan tubuh. Bahkan, paparan gas metana yang terus menerus dapat menyebabkan hilangnya koordinasi, mual, muntah dan dalam konsentrasi tinggi, bisa berakibat fatal hingga kematian.

Kesimpulan

Mengingat potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh landfill B3, penting bagi penghasil limbah B3 seperti industri maupun pabrik untuk mengelola sampah dan limbah B3 dengan bijak. Implementasi sistem pengelolaan sampah yang terpadu, berkesinambungan, dan memerhatikan lingkungan, sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan mengurangi dampak negatif dari landfill B3.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.