Memahami Nilai Kalibrasi dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil Kalibrasi

0

Memahami tentang kalibrasi memang tidak semudah membalikkan tangan. Ada banyak sekali istilah yang ada di dalamnya yang saling berkesinambungan. Dalam artian, setiap istilah yang ada di dalam proses kalibrasi Anda harus memahaminya, salah satunya adalah nilai kalibrasi. Nilai kalibrasi menjadi faktor yang sangat penting yang mempengaruhi hasil kalibrasi.

Hasil kalibrasi yang optimal adalah dengan cara mendapatkan nilai kalibrasi dengan cara yang benar. Apa sebenarnya nilai kalibrasi itu? Dan apa saja yang menjadi faktor penentu untuk keluarnya hasil nilai kalibrasi?

Apa yang Dimaksud Nilai Kalibrasi?

Pengukuran (kalibrasi) dan ketidakpastian memiliki keterkaitan yang erat, karena keduanya terfokus pada penentuan nilai yang bersifat kuantitatif menggunakan instrumen yang telah memenuhi persyaratan akademis.

Kalibrasi, sebagai proses yang sangat penting, dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan instrumen. Penggunaan rutin dan umur pemakaian instrumen dapat menyebabkan penurunan nilai atau akurasi alat tersebut. Oleh karena itu, kalibrasi secara teratur menjadi kunci untuk mempertahankan kualitas hasil akhir produk yang konsisten dan menghindari penurunan kualitas produk.

Selama proses kalibrasi, pelaksana kalibrasi berperan dalam mengoperasikan instrumen atau alat ukur untuk menentukan hasil pengukuran yang sesuai dengan standar yang berlaku. Meskipun hasil kalibrasi berusaha mendekati nilai konvensional, namun kenyataannya tidak ada hasil yang benar-benar identik dengan nilai konvensional. Oleh karena itu, kalibrasi menjadi langkah kritis dalam memastikan keakuratan dan ketelusuran instrumen untuk mendukung hasil pengukuran yang handal dan akurat.

Seberapa Penting Nilai Kalibrasi?

Menentukan nilai kalibrasi ini adalah penting. Karena dengan cara menentukan nilai kalibrasi, Anda bisa mengerti apakah hasil pengukuran dari alat ukur tersebut tidak sesuai dengan standar acuan atau memang sudah sesuai dengan standar acuan. Biasanya, nilai kalibrasi ini bersifat toleransi. Apabila memang nilai masih dalam batas yang bisa ditoleransi, maka nilai kalibrasinya tidak perlu adanya perubahan.

Berbanding terbalik apabila pengukuran hasil alat ukur ini memiliki nilai yang penyimpangannya terlalu jauh, maka akan dilaksanakan kalibrasi alat ukur sampai dengan batas yang bisa ditoleransi sesuai dengan standar internasional dan juga nasional.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Nilai Kalibrasi

Setiap pelaksanaan kalibrasi memang berbeda-beda. Anda harus mengerti apa saja yang menjadi faktor tertentu untuk bisa melaksanakan kalibrasi alat ukur. Ada beberapa faktor yang menentukan atau bahkan mempengaruhi hasil nilai kalibrasi, diantaranya:

  1. Standar acuan
  2. Kondisi benda yang diukur
  3. Peralatan bantu yang digunakan selama proses kalibrasi
  4. Metode pengukuran yang diterapkan untuk mencari nilai kalibrasi
  5. Kondisi lingkungan pada saat proses pencarian hasil nilai kalibrasi berlangsung
  6. Dan terakhir adalah personal yang melaksanakan kalibrasi alat ukur

Semua faktor ini memang menjadi salah satu yang perlu sekali untuk diperhatikan. Maka dari itu, tidak heran juga apabila selama proses kalibrasi untuk menentukan nilainya, akan ada proses yang akan sangat berguna untuk menentukan ketidakpastian dari proses kalibrasi.

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan nilai kalibrasi dan apa saja faktor yang mempengaruhinya. Selama Anda melaksanakan kalibrasi di jasa kalibrasi yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional atau KAN, ini akan memberikan nilai yang sangat optimal dan juga bisa menjadikan alat ukur mengukur dengan benar dan sesuai standar yang berlaku.

News Ralali - MRO Kalibrasi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.