Pengawasan Pengelolaan Limbah B3, Begini Tujuan dan Caranya

0

Dalam pengelolaan limbah B3, ada banyak sekali badan yang saling berinteraksi. Mulai dari proses reduce sampai ke proses penimbunan semuanya dilakukan oleh badan usaha yang memiliki izin dan juga kewajibannya tersendiri. Akan tetapi, dalam proses pengelolaan limbah tersebut Anda harus tahu jika ada yang melakukan pengawasan. 

Pengawasan limbah B3 ini sangat penting untuk dilakukan, dan pastinya Anda sudah paham betul jika dalam pengelolaan limbah B3 dalam perizinannya saja untuk tempat pengolahan limbah B3 pasti ada pengawasan yang dilakukan 3 bulan sekali. Itu adalah salah satunya, dan masih banyak lagi pengawasan yang dilakukan di dalam pengelolaan limbah B3.

Apa tujuan dari pengawasan pengelolaan limbah B3? Dan sebenarnya siapa yang melakukan pengawasan dalam pengelolaan limbah B3 ini?

Tujuan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3

Pembinaan dan pengawasan pengelolaan limbah B3 bertujuan untuk mencapai beberapa hal berikut:

  • Memasyarakatkan peraturan pengelolaan limbah B3.
    Memasyarakatkan ini berarti untuk setiap masyarakat bisa mengetahui secara umum apa saja peraturan yang ada di dalam pengelolaan limbah B3 yang seringkali tidak semua masyarakat yang terlibat tahu.
  • Meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan limbah B3.
    Pastinya ini adalah tujuan yang sangat pasti dalam pengawasan pengelolaan limbah B3. Selama pengawasan dilakukan secara rutin setidaknya 3 bulan sekali, ini menjadikan setiap tahapan pengelolaan limbah B3 tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan dijamin ketaatannya terhadap peraturan yang berlaku.
  • Meningkatkan kinerja pengelolaan limbah B3.
    Apabila pengawasan dilakukan dengan baik, maka yang akan didapatkan adalah peningkatan kinerja dari setiap pengelolaan limbah B3. Pengawasan ini juga membantu untuk apa yang salah akan diperbaiki sehingga kinerjanya bisa lebih bagus.
  • Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.
    Dan terakhir tentu saja adalah mencegah adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Tidak semua pengelolaan limbah B3 ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan regulasi. Jika tidak ada pengawasan, maka pihak yang mengelola limbah B3 bisa melakukannya seenaknya.

Cara Melakukan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3

Pelaksanaan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER terdiri dari 3 tahap sebagai berikut:

  1. Tahap Persiapan Pelaksanaan Inspeksi:
  • Dilakukan pertemuan peserta PROPER.
  • Sosialisasi PROPER dilakukan untuk memperkenalkan program kepada peserta.
  • Kapasitas pengawas PROPER ditingkatkan melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi.
  1. Tahap Pelaksanaan Inspeksi:
  • Dilakukan kunjungan ke 80 industri yang dibagi menjadi 2 tahap.
  • Inspeksi dilakukan bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten/kota.
  • Pengambilan sampel air limbah dilakukan di titik yang ditentukan dan diuji di laboratorium yang terakreditasi.
  1. Tahap Pasca Inspeksi:
  • Dilakukan supervisi untuk merangkum hasil inspeksi dan menyusun draft evaluasi kinerja PROPER sementara.
  • Supervisi dilakukan secara bertahap setelah setiap tahapan inspeksi lapangan.
  • Finalisasi raport PROPER dilakukan untuk memberikan laporan akhir mengenai hasil pengawasan.

Program PROPER ini memang merupakan acara bulanan bagi badan yang melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3. Hal ini mengacu ke Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009.

Pengawasan Dilakukan Oleh Siapa?

Lantas, siapa yang melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3 ini? Sebenarnya ada beberapa yang menjadi pengawas yang akan melakukan pengawasan terhadap badan usaha atau siapapun yang melaksanakan pengelolaan limbah dalam kurun waktu 3 bulan sekali.

Beberapa pihak dan juga badan daerah yang melakukan pengawasan pengelolaan limbah B3 di antaranya adalah:

Pemerintah Daerah Tingkat II

Menurut Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan tentang Tata Laksana Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Daerah pada pasal 2. Pemerintah Daerah Tingkat II bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan Limbah B3. Tugas dan tanggung jawab yang dilakukan meliputi:

  1. Memasyarakatkan peraturan mengenai pengelolaan limbah B3.
  2. Melakukan inventarisasi Badan Usaha yang menghasilkan limbah B3.
  3. Melakukan inventarisasi Badan Usaha yang memanfaatkan limbah B3.
  4. Melakukan inventarisasi Badan Usaha yang melakukan pengolahan dan penimbunan limbah B3.
  5. Memberikan bantuan kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) dalam pemantauan terhadap Badan Usaha yang telah diberikan izin pengelolaan limbah B3 oleh BAPEDAL, dengan frekuensi minimal 2 kali dalam setahun.
  6. Memberikan teguran peringatan pertama terhadap Badan Usaha yang tidak mematuhi ketentuan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan lampiran Keputusan ini, serta memberikan teguran berikutnya dan menerapkan sanksi yang ditetapkan oleh BAPEDAL.
  7. Melaporkan kepada BAPEDAL melalui Direktorat Pengelolaan Limbah B3 mengenai lokasi penimbunan dan pembuangan limbah B3 di daerah yang tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Daerah Tingkat I

Lalu ada pasal 3 mengatakan jika pengawasan pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I, yang mencakup:

  1. Pemerintah Daerah Tingkat I bertanggung jawab untuk mengawasi penghasil limbah B3 yang berpotensi menyebabkan pencemaran yang melintasi batas Daerah Tingkat II. Ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Tingkat I untuk melakukan pengawasan terhadapnya.
  2. Pemerintah Daerah Tingkat I akan mengkoordinasikan upaya pemasyarakatan peraturan tentang pengelolaan limbah B3 kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Tingkat II di wilayah yang terkait.
  3. Pemerintah Daerah Tingkat I juga bertanggung jawab untuk mengawasi penghasil limbah B3 yang berpotensi menyebabkan pencemaran yang melintasi batas Daerah Tingkat I. Tugas dan tanggung jawab ini diemban oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Tingkat I untuk melaksanakan pengawasan terhadapnya.

BAPEDAL Wilayah

Dan terakhir adalah pada pasal 4 menyatakan jika BAPEDAL dapat melakukan pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dilakukan oleh BAPEDAL Wilayah, yang mencakup:

  1. BAPEDAL Wilayah bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan upaya pemasyarakatan peraturan tentang pengelolaan limbah B3.
  2. BAPEDAL Wilayah juga bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pemberian bimbingan teknis laboratorium dan penjelasan pedoman-pedoman pengelolaan limbah B3.
  3. BAPEDAL Wilayah mengkoordinasikan pemberian bimbingan teknis dan penjelasan mengenai pengisian formulir tata cara permohonan izin pengelolaan limbah B3 kepada Pemerintah Daerah.
  4. Atas permintaan Direktorat Pengelolaan Limbah B3, BAPEDAL Wilayah membantu Direktorat Pengelolaan Limbah B3 dalam pemantauan pelaksanaan perizinan pengelolaan limbah B3 secara bersama-sama.
  5. BAPEDAL Wilayah juga memberikan bantuan kepada Direktorat Pengelolaan Limbah B3 dalam upaya pemantauan terhadap masuknya limbah B3 di pelabuhan setempat atas permintaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kesimpulan

Itulah pembahasan tentang bagaimana pengawasan pengelolaan limbah B3 dilakukan. Dengan adanya pengawasan yang rutin, ini memastikan jika pengelolaan limbah B3 bisa bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan dari pengelolaan limbah B3 yang ingin dicapai.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.