Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 di Rumah Sakit

0

Rumah sakit memang penghasil limbah B3 yang cukup besar yang dihasilkan dari berbagai kegiatan rumah sakit. Bentuk limbah B3 rumah sakit juga beraneka ragam mulai dari padat, cair, gel, ataupun gas yang mengandung berbagai mikroorganisme yang bersifat infeksius, beracun, hingga bersifat radioaktif. Maka dari itu pengelolaan limbah B3 di rumah sakit perlu dilakukan agar dapat meminimalisir kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia di sekitarnya.

Dasar Hukum dan Prinsip Pengelolaan Limbah B3

Pengolahan limbah B3 di rumah sakit ini diatur dalam dasar hukum yang mengatur semua kegiatan termasuk pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan/atau penimbunan.

  • Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, Pasal 1, Angka 23
  • Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, Pasal 1 Angka 11

Dasar hukum ini mencakup pengelolaan limbah berikut ini:

  • Wajib bagi yang menghasilkan limbah B3 untuk melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan.
  • Untuk mengetahui limbah B3 yang dibedakan berdasarkan kategori bahaya, sumbernya, dan karakteristiknya.

SOP Pengelolaan Limbah B3 di Rumah Sakit

Berikut adalah alur pengelolaan limbah B3 rumah sakit yang diurutkan dari prioritas tinggi hingga rendah, yaitu:

Reduce

Reduksi pada sumber adalah upaya untuk mengurangi volume, toksisitas, dan tingkat bahaya pada limbah yang dapat menyebar ke lingkungan. Metode ini dilakukan sebagai upaya preventif langsung terhadap sumber pencemaran dalam hal ini limbah B3 rumah sakit.

3R (Reuse, Recycle, Recovery)

3R ini merupakan pemanfaatan limbah B3 rumah sakit yang merupakan upaya untuk mengurangi volume, toksisitas, dan tingkat bahaya pada limbah penyebaran pada lingkungan dengan cara menggunakan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan perolehan kembali (recovery).

  • Reuse adalah penggunaan kembali limbah B3 dengan tujuan yang sama tanpa memerlukan proses tambahan secara kimia, fisika, biologi, ataupun secara thermal.
  • Recycle adalah mendaur ulang komponen yang bermanfaat melalui proses tambahan secara kimia, fisika, biologi, ataupun secara thermal yang menghasilkan produk yang sama ataupun produk yang berbeda.
  • Recovery adalah mendapatkan kembali komponen yang bermanfaat secara kimia, fisika, biologi, ataupun secara thermal.

Pengolahan

Berikut adalah proses pengolahan dalam pengelolaan limbah B3 di rumah sakit:

  • Penghasil limbah B3, identifikasi penghasil limbah B3 adalah langkah awal dalam proses pengelolaan limbah. Di rumah sakit, limbah B3 bisa berasal dari berbagai sumber, seperti proses medis, operasi, dan proses terkait kesehatan lainnya. Memahami sumber dan jenis limbah yang dihasilkan dapat membantu dalam menentukan strategi pengelolaan yang paling tepat.
  • Disimpan, Setelah limbah B3 dihasilkan, langkah selanjutnya adalah penyimpanan yang tepat. Limbah B3 harus disimpan dalam wadah atau tempat yang aman dan tahan bocor, serta jauh dari sumber air atau tempat yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar.
  • Diangkut, Proses pengangkutan limbah B3 harus dilakukan oleh orang yang terlatih dan mengikuti peraturan yang berlaku. Hal ini untuk mencegah penyebaran limbah dan memastikan bahwa limbah sampai ke tempat pengolahan dengan selamat.
  • Dikumpulkan, Limbah B3 dikumpulkan dalam kantong khusus atau kontainer yang tahan bocor dan memiliki tanda khusus. Pengumpulan ini dilakukan untuk memudahkan proses pengangkutan dan pengolahan.
  • Diproses, Setelah itu, limbah B3 diproses sesuai dengan jenis dan karakteristiknya. Proses ini bisa berupa insinerasi, pengolahan kimia, atau pengolahan biologi.

Penimbunan atau Landfill

Jika limbah B3 tidak bisa diproses atau diolah lebih lanjut, maka limbah tersebut akan ditimbun di tempat penimbunan akhir yang telah memenuhi standar yang berlaku.

Jenis Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Dalam panduan pengelolaan limbah b3 rumah sakit, terdapat berbagai jenis pengolahan limbah di rumah sakit, yaitu:

  • Limbah umum
  • Limbah Patologis
  • Limbah Radioaktif
  • Limbah Kimia
  • Limbah Berpotensi Menularkan Penyakit (Infectious)
  • Benda-benda Tajam
  • Limbah Farmasi
  • Kontainer-kontainer di Bawah Tekanan

Pada setiap jenis pengolahan tersebut, metode dan proses pengolahannya berbeda-beda. Misalnya, pada limbah umum, pengolahannya tidak memerlukan pengolahan khusus, dan dapat disatukan dengan limbah domestik. Sementara itu, untuk limbah patologis, pengolahannya dilakukan dengan sterilisasi, insinerasi, lalu dilanjutkan dengan penimbunan limbah B3 atau landfilling.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, dalam pengelolaan limbah B3 di rumah sakit, sangat penting untuk memahami karakteristik dan jenis limbah, serta metode pengolahan yang sesuai, agar dapat mencegah risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Semoga artikel tentang pengolahan limbah B3 di sektor rumah sakit ini bisa menjadi wawasan yang bermanfaat untuk Anda.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.