Prosedur Pengelolaan Limbah B3 Kelapa Sawit dan Contoh Pengolahannya

0

Kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat besar yang ada di Indonesia. Mungkin yang Anda paling tau adalah bagaimana kelapa sawit ini diperuntukkan untuk diolah menjadi minyak goreng. Namun, pada dasarnya dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng tersebut, terdapat limbah B3 kelapa sawit yang sudah pasti seringkali mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar.

Maka dari itu, perlu adanya pedoman pengolahan limbah B3 kelapa sawit agar tidak mencemari lingkungan. Bahkan, seluruh bagian kelapa sawit ini dapat diolah menjadi berbagai macam produk yang berguna walaupun dari limbahnya saja loh! Bagaimana tata cara pengolahan limbah B3 kelapa sawit itu? 

Jenis Limbah Kelapa Sawit

Pada dasarnya limbah kelapa sawit ini terdiri dari berbagai jenis, dari limbah dengan jenis padat, cair, dan juga gas. Walaupun memang jika dipikirkan semua jenis limbah kelapa sawit ini pada dasarnya menjadi limbah saja, ternyata berbagai jenis limbah kelapa sawit ini bisa dilakukan pengolahan kembali sehingga menjadi produk yang berguna.

Memanfaatkan Limbah Cair Sawit atau Palm Oil Mills Effluent (POME) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk solusi yang bisa berkelanjutan.

Limbah cair dari proses produksi kelapa sawit, yang dikenal sebagai Palm Oil Mills Effluent (POME), dapat dimanfaatkan secara efektif menjadi sumber daya berharga. POME bisa diubah menjadi biogas dan listrik, memberikan solusi energi berkelanjutan. 

Dengan memanfaatkan biogas dari POME, kita dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan dan mengurangi dampak lingkungan.

Selain itu, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), yang merupakan limbah berbentuk serat, juga memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. TKKS bisa digunakan sebagai bahan baku dalam produksi polyester, memberikan alternatif berkelanjutan bagi sumber daya tradisional.

TKKS juga dapat diubah menjadi Dimethyl Ether (DME), yang dapat menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG). DME sebagai bahan bakar memberikan pilihan yang lebih bersih dan ramah lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong praktik energi berkelanjutan.

 Cangkan sawit juga bisa dilakukan pengolahan untuk bisa menjadi bahan bakar boiler. Semua limbah dari pengolahan kelapa sawit memang sangat penting untuk dilakukan pengolahan karena memang ada landasan hukum yang digunakan.

Dasar Hukum dan Prinsip Pengelolaan Limbah B3

Sebenarnya dasar hukum dan juga prinsip dari pengolahan limbah B3 tidak hanya ada di kelapa sawit saja, melainkan dui beragam jenis limbah B3 yang lain. Dasar hukumnya adalah Pasal 1 butir 23 UU 32/2009 dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, Pasal 1 Angka 11.

Pada dasar hukum pengolahan limbah B3 tersebut, pada akhirnya bisa disimpulkan prinsipnya yaitu:

  1. Wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.
  2. Mengetahui limbah B3 berdasarkan:
  • Kategori bahaya
  • Sumbernya:
    • Sumber tidak spesifik
    • Limbah B3 kadaluarsa, B3 yang tumpah, B3 yang tidak memenuhi spesifikasi produk yang akan dibuang dan bekas kemasan B3
    • Sumber spesifik (umum dan khusus)
  • Karakteristiknya (mudah meledak, mudah menyala, infeksius, korosif dan/atau beracun)

Dengan adanya peraturan tersebut, tentu saja minyak kelapa yang dihasilkan dari kelapa sawit ini, limbahnya bisa dimanfaatkan dengan jelas dan dimanfaatkan dengan benar sehingga bisa tercipta prinsip no waste.

Selain itu, ada juga prinsip atau pengelolaan dari limbah B3 yang menjadikan semua limbah B3 yang ada di kelapa sawit bisa diolah dengan baik, yaitu:

  1. Polluter pays principle
  • Penghasil bertanggung jawab terhadap limbah B3 yg dihasilkan
  1. From cradle to grave
  • Pengawasan sejak limbah B3 dihasilkan sampai dengan pengelolaan akhir
  1. Minimisasi Limbah B3
  • Mendahulukan reduksi dan hirarki pengolahan limbah B3 yg dihasilkan
  1. Proximity
  • Pengelolaan/pengolahan sedekat mungkin dengan tempat dihasilkan

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah alur dari pengolahan limbah B3 yang menurut dari prinsip “from cradle to grave”:

Prosedur Pengelolaan Limbah B3 Kelapa Sawit

Pada dasarnya, jika menurut dari berbagai prosedur dan juga prinsip, pengelolaan dari limbah B3 memang menuntut untuk bagaimana mengurangi limbah B3 sehingga bagaimana untuk bisa membuat limbah ini bisa berkurang atau bahkan tidak tersisa sama sekali.

Untuk limbah B3, semuanya bisa digunakan dan dimanfaatkan sehingga bisa membuat limbah B3 kelapa sawit bisa dimanfaatkan seluruhnya untuk menjadi lebih bermanfaat selama mengikuti SOP pengelolaan limbah kelapa sawit berikut ini:

Reduce

Reduce adalah bagaimana prinsip untuk mengurangi limbah B3 yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit untuk bisa menjadi minyak goreng. 

3R (Reuse, Recycle, Recovery)

Dalam proses pengurangan limbah B3 kelapa sawit, terdapat proses yang dinamakan 3R (Reuse Recycle, Recovery). 

Reuse adalah bagaimana untuk memanfaatkan limbah B3 kelapa sawit untuk bisa digunakan lagi sebagai bahan yang bermanfaat. Sedangkan recycle adalah bagaimana limbah B3 kelapa sawit bisa diolah lagi menjadi bahan yang bermanfaat, dan terakhir adalah recovery yang bertujuan untuk limbah B3 kelapa sawit bisa di recover atau dipulihkan lagi menjadi bahan baku yang pada dasarnya diolah lagi.

Pengolahan

Pengolahan limbah B3 yang tidak termasuk ke dalam reuse dan recycle akan melalui proses ini. Pengolahan limbah B3 dari kelapa sawit ini akan dilakukan dengan memanfaatkan beberapa unsur yang masih penting dan masih bisa dimanfaatkan.

Penimbunan atau Landfill

Dan terakhir, jika memang limbah B3 kelapa sawit tidak bisa diolah lagi, akan dilakukan penimbunan atau landfill.

Contoh Pengelolaan Limbah B3 Kelapa Sawit

Tahukah Anda jika sebenarnya limbah B3 kelapa sawit sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi energi yang dimanfaatkan untuk memasok listrik masyarakat? Tentu saja ini adalah pemanfaatan dari limbah B3 kelapa sawit yang sangat nyata.

Sebenarnya memang semua industri kelapa sawit sudah digencarkan bertahun-tahun oleh pemerintah, tapi pada kenyataannya, dari sampel 800 pabrik kelapa sawit, hanya ada sekitar 5% yang memiliki fasilitas pengolahan limbah cair sawit menjadi biogas.

Kesimpulan

Yang menjadi PR bagi semua pengelola kelapa sawit, adalah bagaimana untuk mengelola limbah B3 kelapa sawit untuk membuatnya menjadi lebih berguna. Konsep zero waste harus menjadi SOP yang sangat penting agar limbah B3 kelapa sawit tidak mencemari lingkungan.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.