Jenis dan SOP Pengelolaan Limbah B3 Puskesmas

0

Salah satu instansi atau sumber limbah B3 yang sangat sering terjadi adalah di instansi kesehatan seperti puskesmas. Mungkin Anda penasaran, mengapa bisa sampai seperti itu? Padahal puskesmas adalah tempat yang sangat bersih. Ya, itu memang benar, tapi bagaimana dengan sampah seperti bekas perban? Jarum suntik bekas? Bukankah itu merupakan salah satu limbah dengan sifat infeksi?

Maka dari itu, puskesmas memang sangat ditekankan untuk bisa mengelola limbah B3-nya dengan baik dan benar. Akan tetapi, harus ada SOP pengelolaan limbah B3 di puskesmas yang baik dan benar. Bagaimana caranya? Mari kita cari tahu lebih lanjut di bawah ini! 

Jenis Limbah B3 di Puskesmas

Pertama mari kita tahu terlebih dahulu sebenarnya limbah B3 yang ada di puskesmas itu jenisnya apa saja. Dalam pengoperasiannya, puskesmas sangat bisa menghasilkan berbagai limbah B3 dari berbagai jenis, yaitu:

  1. Limbah Cair
    Limbah cair meliputi semua zat buangan yang berbentuk cairan yang berasal dari kegiatan pelayanan kesehatan dan kegiatan domestik di puskesmas. Ini termasuk tinja yang dapat mengandung bahan mikroorganisme, bahan kimia beracun, dan bahan radioaktif yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
  1. Limbah Gas
    Limbah gas mencakup semua limbah yang berbentuk gas yang dihasilkan dari kegiatan pembakaran di puskesmas, seperti penggunaan incinerator, proses memasak di dapur, penggunaan anestesi, dan pengoperasian genset.
  1. Limbah Padat
    Limbah padat terdiri dari berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh puskesmas sebagai hasil dari kegiatan pelayanan kesehatan. Limbah padat terbagi menjadi dua kategori:
  • Limbah Non Medis
    Limbah padat non medis merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh kegiatan non-medis di puskesmas, seperti limbah dari dapur, administrasi kantor, dan kegiatan kebersihan lingkungan puskesmas.
  • Limbah Medis Padat
    Limbah padat medis merupakan limbah padat yang memiliki sifat patologis dan infeksius yang berasal dari kegiatan pelayanan kesehatan, seperti limbah benda tajam, limbah dari ruang tindakan medis, limbah dari pelayanan radiologi, dan limbah dari farmasi.

Dampak Limbah B3 Medis

Jika tidak diurai atau setidaknya dikelola dengan baik, berbagai jenis limbah B3 ini bisa mencemari lingkungan dan sangat berbahaya jika terkontaminasi oleh makhluk hidup. Dampak pencemaran limbah B3 medis pada lingkungan juga dapat menyebabkan gangguan atau kerusakan baik pada tanaman maupun binatang. Hal ini merupakan akibat dari paparan senyawa nitrat (asam, basa dan garam kuat), bahan kimia, desinfektan, logam nutrient tertentu dan fosfor. 

Dampak tersebut pada akhirnya menuju pada kerugian ekonomi, baik terhadap pembiayaan operasional dan pemeliharaan yang dikeluarkan oleh fasyankes. Seperti kebutuhan biaya kompensasi pencemaran lingkungan serta kompensasi bagi orang yang kesehatannya terganggu karena pencemaran lingkungan.

Dasar Hukum dan Prinsip Pengelolaan Limbah B3

Dengan adanya dampak yang sangat berbahaya dari berbagai aspek, tentu saja ini menjadi kewajiban bagi puskesmas untuk bisa lebih bijak dalam pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.

Mungkin memang menjadi hal yang sangat sederhana, akan tetapi jika memang di sepelekan, ada dasar hukum yang kuat untuk puskesmas bisa mengelola limbah B3 yang dihasilkannya. Dasar hukum tersebut adalah:

  1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Undang-undang ini mengatur mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan limbah B3. 
    Undang-undang ini memberikan dasar hukum yang kuat untuk pengaturan dan pengelolaan limbah B3 dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, pencegahan, pemulihan, dan tanggung jawab produsen atau penghasil limbah.
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3: Peraturan ini merupakan peraturan turunan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Peraturan ini mengatur secara rinci mengenai pengelolaan limbah B3, termasuk klasifikasi, identifikasi, pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan limbah B3.

Terdapat salah satu prinsip dari pengelolaan limbah B3 yang masih dipakai sampai dengan sekarang ini demi yang menjadi solusi dari dasar hukum pengelolaan limbah B3, yaitu apalagi kalau bukan 3R.

SOP Pengelolaan Limbah B3 di Puskesmas

Prinsip 3R sudah menjadi SOP dalam pengelolaan limbah B3 di puskesmas. Setidaknya SOP ini mengedepankan pengurangan limbah B3 melalui penggunaan yang efisien, penggunaan kembali limbah B3 yang masih layak, dan daur ulang limbah B3 untuk mengurangi dampak lingkungan.

Reduce

Reduce adalah kegiatan dalam mengurangi jumlah limbah yang kita semua hasilkan adalah cara yang bagus untuk memberi manfaat bagi lingkungan. Pengurangan ini adalah hal yang sangat penting demi pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar untuk kedepannya.

3R (Reuse, Recycle, Recovery)

3R adalah bagaimana untuk mengelola limbah B3 dari puskesmas yang sudah melalui proses reduce. Reuse adalah bagaimana untuk bisa menggunakan kembali limbah B3 ini selama memang masih bisa digunakan. Recycle adalah mengolah limbah B3 untuk bisa berguna lagi dengan cara diolah kembali, dan recovery adalah pembenaran atau perbaikan limbah B3 apabila memang masih layak untuk diperbaiki dan digunakan lagi menjadi barang yang berguna juga.

Pengolahan

Dalam proses recovery, terdapat pengolahan. Di dalam pengolahan ini banyak menggunakan teknologi dan unsur-unsur seperti unsur kimia, biologi, dan juga fisika.

Penimbunan atau Landfill

Dan apabila memang limbah B3 yang ada di puskesmas ini tidak bisa dimanfaatkan kembali, dan sudah menjadi limbah B3 sepenuhnya, yang harus dilakukan adalah melakukan penimbunan atau landfill.

Kesimpulan

Kegiatan puskesmas yang selalu diperhatikan dalam pengelolaan limbah B3-nya adalah salah satu yang sangat penting. Demi menjaga lingkungan agar tetap sehat dan meminimalisir adanya limbah B3 yang bisa mencemari lingkungan, pengelolaan adalah hal yang sangat penting!

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.