Penjelasan Pengolahan Limbah B3 dengan Filtrasi dan Jenis-jenisnya

0

Sebelumnya kita sudah membahas tentang pengolahan limbah B3 secara fisika, yang mana ini merupakan salah satu metode yang penting untuk digunakan dalam mengurangi dampak negatif dari limbah bahan berbahaya dan beracun terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Adapun salah satu teknik pengolahan B3 secara fisika adalah filtrasi. Nah di artikel berikut ini kita akan membahas lebih dalam tentang pengolahan limbah B3 dengan filtrasi dan jenis-jenisnya.

Penjelasan Pengolahan Limbah B3 dengan Filtrasi

Filtrasi adalah proses pemisahan material padat dari cairan atau cairan gas dengan menggunakan media saring (filter). Filter ini akan menahan partikel padat, sedangkan partikel cair akan lolos melewatinya. Dalam konteks pengolahan limbah B3, filtrasi digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan limbah sehingga menghasilkan dua produk berbeda, yaitu cairan hasil filtrasi dan lumpur anorganik (sludge). 

Proses filtrasi pada pengolahan limbah B3 melibatkan proses pemisahan padatan dan cairan dengan menggunakan media filter, adapun proses tersebut terdiri dari:

  • Campuran heterogen yang disalurkan lewat media filter atau membran filter dengan ukuran pori-pori yang beragam.
  • Dengan material padatan yang memiliki ukuran lebih besar dari pori-pori akan tertahan di media filter tersebut.
  • Sementara partikel yang lebih kecil dapat melewati media filter bersamaan dengan cairan.

Tentu proses filtrasi ini akan sedikit berbeda-beda pada setiap jenisnya.

Jenis-jenis Filtrasi Limbah B3

Adapun jenis-jenis filtrasi limbah B3 ini dibagi menjadi 2 kategori yakni berdasarkan cara kerjanya dan juga berdasarkan bentuknya, berikut penjelasannya.

Berdasarkan Cara Kerjanya

Setidaknya ada 7 jenis filtrasi yang berdasarkan cara kerjanya, diantaranya:

  1. Filtrasi Sederhana: Campuran cairan dan padatan dialirkan melalui kertas saring atau filter kertas. Padatan tertahan di atas kertas saring, sedangkan cairan mengalir melalui filter.
  2. Filtrasi Sedimentasi: Metode ini menggunakan gaya gravitasi untuk memisahkan padatan dari cairan. Yang mana cairan akan dialirkan melalui saringan untuk memisahkan padatan yang tersisa.
  3. Filtrasi Vakum: Dalam metode ini, campuran cairan dan padatan dimasukkan ke dalam corong saring yang dilengkapi dengan kertas saring atau filter kertas. Udara dihisap keluar dari corong saring menggunakan pompa vakum, sehingga mempercepat proses penyaringan cairan melalui saringan.
  4. Filtrasi Tekanan: Metode ini memiliki kemiripan dengan filtrasi vakum, namun campuran cairan dan padatan ditekan oleh pompa tekanan alih-alih dihisap oleh pompa vakum. Tekanan ini membuat proses penyaringan cairan melalui saringan menjadi lebih cepat.
  5. Filtrasi Mikro: Metode ini bertujuan untuk memisahkan partikel kecil dari cairan yang sulit diendapkan atau disaring menggunakan filter kertas. Filtrasi mikro menggunakan membran dengan pori-pori sangat kecil yang mampu menahan partikel-partikel kecil dari cairan. Industri makanan dan minuman, farmasi, dan elektronik sering memanfaatkan filtrasi mikro.
  6. Filtrasi Ultra Mikro: Jenis filtrasi ini memiliki pori-pori yang lebih kecil dibandingkan dengan filtrasi mikro. Metode ini biasa digunakan untuk memisahkan molekul besar dari cairan, seperti protein dan asam nukleat. Berbagai aplikasi memanfaatkan filtrasi ultra mikro, termasuk pemurnian air dan pengolahan air limbah.
  7. Filtrasi Nanomembran: Metode ini menggunakan membran dengan pori-pori yang lebih kecil daripada filtrasi ultra mikro. Filtrasi nanomembran digunakan untuk memisahkan molekul kecil dari cairan, seperti gula dan garam. Pengolahan air minum dan pengolahan air limbah umumnya menggunakan teknik ini.

Berdasarkan Bentuknya

Ada 4 jenis pengolahan filtrasi berdasarkan bentuknya, yakni:

  1. Vacuum belt filters: Metode ini menggunakan sabuk filter horizontal yang terus bergerak antara dua rol. Vakum diterapkan di bawah media filter untuk menghisap cake atau endapan.
  2. Rotary vacuum drum filter: Terdiri dari drum dengan kompartemen tertutup yang dilapisi dengan kain saring di atas bak yang berisi suspensi. Air yang ada pada material disedot menggunakan kain saringan sehingga partikel padatan akan menumpuk di atas kain tersebut.
  3. Centrifugal filters: Metode ini terdiri dari keranjang berputar, silinder, atau kerucut yang membentuk ujung terbuka. Dinding keranjang memiliki media filter berpori yang memiliki dua metode yakni metode filtrasi dan pemisahan secara sedimentasi.
  4. Plate and frame filter press: Terdiri dari plat dan bingkai yang digabungkan menjadi satu dengan kain saring di setiap sisi plat. Plat tersebut memiliki saluran sehingga filtrat yang jernih dapat melewati setiap plat.

Limbah B3 Hasil Proses Filtrasi dan Pengelolaannya

Hasil dari proses filtrasi pada pengolahan limbah B3 adalah sludge cake yang merupakan lumpur anorganik yang mengandung oksida logam atau hidroksida. Sludge ini sering dikeringkan sebelum dibuang menggunakan proses dewatering atau filtrasi. Selain itu, cairan hasil filtrasi yang telah bebas dari padatan kemudian bisa diberikan tindakan lebih lanjut, seperti proses adsorbsi atau reverse osmosis, agar menjadi lebih aman bagi lingkungan dan kehidupan.

Kesimpulan

Pengolahan limbah B3 dengan filtrasi merupakan salah satu metode fisika yang efektif untuk mengurangi dampak negatif limbah bahan berbahaya dan beracun terhadap lingkungan. Filtrasi membantu memisahkan padatan dari cairan limbah sehingga menghasilkan produk yang lebih mudah dikelola dan diolah lebih lanjut. Dengan pemilihan teknik dan jenis filtrasi yang tepat, hasil pengolahan limbah B3 akan lebih optimal dan aman bagi lingkungan.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.