Menilik Pengolahan Limbah B3 Secara Solidifikasi Sesuai Peraturan

0

Dalam pengolahan B3 adalah salah satu langkah penting dalam mengurangi dampak negatif dari limbah berbahaya dan beracun terhadap lingkungan. Yang mana salah satu cara ini dapat digunakan menggunakan metode solidifikasi dalam pengolahan limbah B3 secara kimia, berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang pengolahan limbah B3 secara solidifikasi.

Pengolahan Limbah B3 Secara Solidifikasi

Pengolahan limbah B3 secara solidifikasi adalah satu proses pengolahan limbah B3 secara kimia yang mengubah bentuk fisik limbah B3 dengan bantuan bahan pengikat atau zat pereaksi tertentu, seperti semen, kapur, dan bahan termoplastik untuk mengurangi potensi adanya racun dan kandungan limbah B3 melalui upaya pengurangan daya racunnya. 

Secara prinsip limbah B3 secara solidifikasi adalah merubah kimiawi limbah B3 dengan bantuan bahan kimia aditif sehingga senyawa-senyawa B3 dapat dibatasi dan dihambat sebelum membentuk massa monolit dengan struktur yang masiv. Biasanya bahan kimia aditif yang digunakan untuk solidifikasi antara lain:

  • Bahan pencampur, seperti pasir lempung, abu terbang, dan gypsum.
  • Bahan perekat atau pengikat, seperti kapur, tanah liat, semen, dan lainnya.

Tujuan Pengolahan Limbah B3 Secara Kimia

Tujuan utama dari pengolahan limbah B3 secara kimia, dalam hal ini melalui solidifikasi, adalah untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3. Proses ini membantu menciptakan ikatan massa monolit dengan struktur yang kekar, sehingga membatasi daya larut, pergerakan, dan daya racun limbah B3. Proses ini bertujuan untuk memperkecil kelarutan, pergerakan, dan penyebaran racun limbah sebelum dibuang ke tempat penimbunan akhir (landfill).

Tata Cara Kerja Solidifikasi Limbah B3

Tata cara kerja solidifikasi limbah B3 meliputi beberapa langkah, antara lain:

  1. Menganalisis karakteristik limbah B3 sebelum diproses untuk menentukan resep solidifikasi yang diperlukan.
  2. Melakukan proses solidifikasi dengan menambahkan bahan pengikat (aditif) sesuai resep yang telah ditentukan.
  3. Mengujicobakan hasil olahan dengan uji TCLP untuk mengukur kadar parameter dalam lindi (extract atau eluate), nilai uji kuat tekan menggunakan “Soil Penetrometer Test” dan “Paint Filter Test”.
  4. Untuk limbah B3 yang lolos uji kadar TCLP, atau lolos paint filter test maka limbah B3 akan ditimbun di tempat penimbunan atau landfill yang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Proses Solidifikasi Limbah B3

Proses solidifikasi limbah B3 melibatkan beberapa teknologi, seperti in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing. Teknologi ini umumnya menggunakan semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik sebagai bahan aditif.

Peraturan mengenai solidifikasi/stabilisasi diatur oleh BAPEDAL berdasarkan Kep-03/BAPEDAL/09/1995 dan Kep-04/BAPEDAL/09/1995. 

Apabila konsentrasi logam berat dalam limbah air cukup tinggi, logam dapat dipisahkan dari limbah dengan cara mengendapkannya menjadi bentuk hidroksidanya. Hal ini dilakukan menggunakan larutan kapur (Ca(OH)2) atau natrium hidroksida (NaOH) sambil memperhatikan kondisi pH akhir larutan.

Pengendapan yang optimal terjadi pada kondisi pH di mana hidroksida logam memiliki nilai kelarutan minimum. Pengendapan partikel tersuspensi yang sulit larut dilakukan dengan menambahkan elektrolit yang bermuatan berlawanan dengan muatan koloid, sehingga netralisasi muatan koloid terjadi dan partikel akhirnya dapat mengendap.

Eliminasi logam berat dan senyawa fosfor dilakukan dengan menambahkan larutan alkali seperti air kapur, sehingga terbentuk endapan hidroksida logam atau endapan hidroksiapatit. Endapan logam akan lebih stabil jika pH air > 10,5 dan untuk hidroksiapatit pada pH > 9,5.

Untuk krom heksavalen, sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida [Cr(OH)3], krom perlu direduksi menjadi krom trivalen dengan menambahkan reduktor seperti FeSO4, SO2, atau Na2S2O5.

Kesimpulan

Pengolahan limbah B3 secara solidifikasi merupakan salah satu metode kimia yang efektif untuk mengurangi dampak negatif limbah berbahaya terhadap lingkungan dan kehidupan. Dengan memahami tujuan, tata cara kerja, dan proses solidifikasi limbah B3 sesuai peraturan yang ada, kita dapat menerapkan teknologi yang tepat khususnya bagi industri maupun pabrik yang menghasilkan limbah B3 agar tidak merusak lingkungan ataupun kesehatan masyarakat sekitar.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.