3 Teknologi Pengolahan Limbah B3 yang Wajib Dipahami

0

Dalam hal pengelolaan limbah B3, tentu saja terdapat ilmu yang sangat berguna yang harus dipahami yang sifatnya ilmiah. Tentu saja itu adalah hal yang wajar. Walaupun memang menggunakan teknologi yang maju sekalipun, tanpa adanya pemahaman tentang teknologi dalam pengolahan limbah B3, maka pengelolaannya terasa akan sama saja tidak berguna.

Maka dari itu, mari kita pahami secara lanjut apa saja yang teknologi pengolahan limbah barang berbahaya dan beracun yang wajib Anda pahami untuk pengelolaan yang baik dan benar sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku di Indonesia.

Pentingnya Pengolahan Limbah B3

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.56/Menlhk-Setjen/2015, pengolahan limbah barang berbahaya dan beracun adalah proses untuk mengurangi dan/atau menghilangkan sifat bahaya dan/atau sifat racun. 

Pentingnya pengelolaan limbah B3 ini termasuk ke dalam hal yang bisa dikatakan sangat penting dipahami bagaimana dampak dan juga bahayanya tidak terjadi. Walaupun memiliki risiko yang berbahaya, penggunaan bahan B3 dalam kehidupan sehari-hari adalah umum selama penggunaannya dilakukan dengan tepat. 

Sebagai contoh, produk-produk seperti hairspray, cairan pembersih kamar mandi, pembasmi serangga, baterai, aki basah dan juga kering, alat elektronik, dan obat-obatan menggunakan bahan B3. Namun, produk-produk tersebut dapat menjadi berbahaya apabila tidak dikelola dengan benar. Selain merusak lingkungan, sampah yang mengandung bahan B3 juga memiliki potensi bahaya terhadap kesehatan manusia.

Limbah B3 yang tidak bisa dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan dengan serius, apalagi ada beberapa limbah B3 yang bersifat sangat berbahaya yang bisa menjadi penyebab sel kanker.

Teknologi Pengolahan Limbah B3

Pada pengolahan limbah barang berbahaya dan beracun menerapkan beberapa prinsip yang pada dasarnya sangat berkaitan dengan ilmu pengehtahuan alam yaitu fisika, kimia, dan juga biologi. Tentu saja ini sangat berkaitan mengingat berbagai macam sampah barang berbahaya dan beracun memiliki sifat yang berkaitan dengan 3 hirarki pengolahan limbah B3.

Fisika

Untuk teknologi fisika, penyisihannya bisa dibagi menjadi komponen-komponen yang spesifik seperti:

  • Adsorpsi
  • Kristalisasi
  • Dialisa
  • Elektrodialisa
  • Evaporasi
  • Leaching
  • Reverse osmosis
  • Solvent extraction
  • Stripping

Kimia

Pada proses pengolahan limbah B3 berdasarkan kimia, kriterianya adalah:

  • Reduksi-Oksidasi
  • Elektrolisa
  • Netralisasi
  • Presipitasi/Pengendapan
  • Solidifikasi/Stabilisasi
  • Absorpsi
  • Penukar Ion
  • Pirolisis

Biologi

Dan yang terakhir adalah dengan menggunakan pemahaman biologi. Untuk teknologinya adalah sebagai berikut:

  • Teknologi bioremediasi
  • Composting

Hal Penting dalam Pengolahan Limbah B3

Pengolahan limbah B3 yang baik dan benar memang menjadi kewajiban bagi siapa saja yang menghasilkan sampah barang berbahaya dan beracun. Walaupun memang kebanyakan tidak bisa mengolahnya sendiri agar tidak mencemari lingkungan dan juga membahayakan keselamatan orang lain, tidak perlu ragu juga untuk melakukannya karena ada lembaga pengolah limbah B3.

Pengolahan untuk limbah barang berbahaya dan beracun bisa dilakukan dengan cara:

  • Termal
  • Stabilisasi dan solidifikasi
  • Cara lain yang dijamin sesuai perkembangan teknologi

Selama memperhatikan seperti ketersediaan teknologi serta standar lingkungan, jaminan tentang pengolahan limbah yang benar akan bisa terlaksana dengan baik.

Masa Berlaku Izin Pengolahan Limbah B3

Lembaga yang membantu dalam menangani pengolahan dari limbah B3 juga tidak bisa sembarangan. Ada izin yang harus diperhatikan yang dibuat agar selama prosesnya bisa dipercaya dan selalu diawasi.

Untuk kewenangan dari perizinan tempat pengolahan limbah B3 diatur ke dalam UU 23/2014+PP 101/2014. Izin ini harus dilakukan dari tingkat bupati/walikota, gubernur, dan juga Menteri.

Bupat/WalikotaGubernurMenteri
PenyimpananCheckmark
PengumpulanCheckmarkCheckmarkCheckmark
PengangkutanCheckmark
PemanfaatanCheckmark
PengolahanCheckmark
PenimbunanCheckmark

Untuk setiap izin pengolahan limbah B3 dari semua proses masa berlakunya adalah 5 tahun dan dapat diperpanjang. Terkecuali untuk penimbunan dilakukan setiap 10 tahun sekali dan juga dapat diperpanjang.

Kesimpulan

Kewajiban pengelola limbah B3 menjadi tanggung jawab untuk semua pihak yang menghasilkan limbah B3. Walaupun begitu, dalam pengolahannya pun juga harus diperhatikan beberapa teknologi yang ada dan juga harus benar-benar paham.Anda bisa mempelajari juga tentang diagram alir proses pengolahan limbah b3 agar lebih jelas lagi mengenai bagaimana alur dari pengolahan yang benar sampai ke tahap penimbunan.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.