Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 Jika Melihat Bahaya dan Dampak Berikut Ini

0

Sekarang ini memang sangat penting untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitar Anda. Ini memang menjadi tanggung jawab dari semua pihak yang memang bertujuan selain keselamatan lingkungan juga keselamatan bagi makhluk hidup lainnya. Salah satu langkah penting untuk menjaganya adalah dengan pengelolaan limbah B3.

Jika kita menganut kepada Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2014, limbah B3 didefinisikan sebagai sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Adapun B3 (Bahan berbahaya dan beracun) didefinisikan sebagai zat, energi, atau komponen lain yang dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, serta kelangsungan manusia dan makhluk hidup lain.

Bagi siapapun yang menghasilkan limbah B3, perlu memahami dampak dan juga bahayanya jika tidak mengelola limbah B3 dengan baik dan benar.

Bahaya dan Dampak Limbah B3

Sampai sekarang ini dampak limbah B3 menjadi hal yang sangat serius ditangani oleh pemerintah. Tentu saja hal ini tidak bisa berjalan dengan lancar jika berbagai macam program yang sudah diadakan tidak bisa dijalankan oleh semua pihak yang terkait. Ini karena mereka belum paham dampak dan juga bahayanya dari limbah B3.

Faktanya, bahan-bahan yang terdapat dalam berbagai produk dari industri di atas mengandung logam berat, seperti arsen, asam akrilat, asam asetat, asam klorida, ammonia, aluminium klorida, dan sejumlah bahan kimia lainnya. Jika dibuang secara sembarangan, bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara. 

Akibatnya, secara bertahap, pencemaran tersebut akan berdampak pada kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Contohnya, penyakit kanker, kerusakan sel, gangguan pernapasan, dan berbagai penyakit lainnya dapat terjadi. Oleh karena itu, penting untuk secara aktif menyebarkan pengetahuan tentang sampah B3.

Pengelolaan Limbah B3 di Indonesia

Di Indonesia sendiri, bahaya dan juga dampak dari limbah B3 selalu diperhatikan oleh pemerintah. Mungkin saja yang menjadikan banyak pihak dan seseorang tidak memahami bahaya dan juga dampak dari limbah B3 adalah di mana mereka tidak paham betul bagaimana tentang pengelolaan dari limbah B3. Tujuan penanganan limbah B3 salah satu yang paling penting adalah menyelamatkan lingkungan.

Melalui peraturan pemerintah di Indonesia, pengelolaan sampah B3 dilakukan melalui tiga metode, yaitu termal, stabilisasi, solidifikasi, atau metode lain yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam pengelolaan sampah B3, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ketersediaan teknologi dan kepatuhan terhadap standar lingkungan hidup atau baku mutunya. 

Pengelolaan limbah berbahaya ini harus dilakukan dengan izin dari pemerintah untuk memastikan akuntabilitas yang jelas.

Pengelolaan Limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah yang Berlaku

Perlu Anda ketahui jika terdapat Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Terdapat 20 bab dalam peraturan ini. Tentu saja itu bukanlah peraturan yang sedikit. Akan tetapi di dalam peraturan pemerintah tersebut yang masih berlaku sampai sekarang memang menjelaskan secara rinci bagaimana mengelola limbah B3 yang terdiri dari berbagai karakteristik dan juga jenis.

Namun, kita pelajari terlebih dahulu bagaimana cara pengelolaan limbah B3 dari 7 aspek, di antaranya adalah:

  1. Pengurangan Limbah B3
    Salah satu cara untuk mengurangi limbah B3 adalah dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, melakukan modifikasi pada proses produksi, dan menggantikan bahan-bahan dengan substitusi yang lebih aman.
  1. Penyimpanan Limbah B3
    Ada dua peraturan yang berlaku dalam penyimpanan limbah B3. Pertama, limbah B3 harus dipisahkan dari limbah lainnya. Kedua, penyimpanan limbah harus disertai izin pengolahan limbah B3. Dalam penyimpanan limbah, perlu diperhatikan bahwa lokasi penyimpanan tidak rentan terhadap banjir atau bencana alam lainnya.
  1. Pengumpulan Limbah B3
    Pengumpulan limbah B3 dapat dilakukan melalui proses segregasi atau pemisahan serta penyimpanan limbah.
  1. Pengangkutan Limbah B3
    Dalam pengangkutan limbah B3, alat pengangkut harus tertutup rapat dan pihak pengangkut harus memiliki izin pengelolaan limbah B3.
  1. Pemanfaatan Limbah B3
    Perusahaan yang menghasilkan limbah B3 dapat memanfaatkannya sebagai pengganti bahan baku, pengganti sumber energi, dan bahan baku alternatif.
  1. Pengolahan Limbah B3
    Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan melalui metode termal, stabilisasi, atau solidifikasi. Pengolahan termal harus memenuhi standar emisi udara, efisiensi pembakaran, serta penghancuran dan penghilangan senyawa POHCs.
  1. Penimbunan Limbah
    Penimbunan limbah B3 dapat dilakukan melalui penimbunan akhir, penimbunan di area bekas tambang, sumur injeksi, atau fasilitas lainnya. Tempat penimbunan limbah harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti bebas dari bencana alam, berada di luar kawasan lindung, aman secara geologis, stabil, dan bukan daerah resapan.

Kesimpulan

Adanya pemahaman dan juga kesadaran untuk semua orang terhadap pentingnya pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar akan membantu sekali dalam membangun manfaat pengolahan limbah B3. Dengan pengolahan yang baik dan benar juga, limbah B3 ini tidak sepenuhnya mencemari lingkungan selama penanganannya sudah tepat.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.