Proses Pengolahan Limbah B3 Secara Kimia, Tujuan dan Contohnya

0

Pengolahan limbah B3 sendiri merupakan proses yang sangat penting dan harus dilakukan oleh setiap perusahaan atuapun pabrik yang menghasilkan limbah B3. Dalam prakteknya, limbah B3 yang tidak diolah dengan baik dapat dengan mudah mencemari lingkungan, hingga membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Maka dari itu perlunya penanganan limbah B3 dengan metode yang tepat sesuai dengan jenis limbah B3 tersebut. Adapun salah satu proses pengolahan limbah B3 yang digunakan yakni secara kimia. Apa itu pengolahan limbah B3 secara kimia? Berikut penjelasannya.

Penjelasan Proses Pengolahan Limbah B3 Secara Kimia

Pengolahan limbah B3 secara kimia, atau chemical treatment, adalah proses mengubah susunan zat pencemar yang terkandung dalam limbah B3 dengan bantuan bahan kimia tertentu. Metode ini efektif dalam menghilangkan partikel sulit mengendap, logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun. Contoh proses pengolahan limbah B3 secara kimia adalah stabilisasi/solidifikasi, di mana zat pengikat atau zat pereaksi tertentu ditambahkan untuk memperkecil kelarutan, pergerakan, dan penyebaran racun limbah sebelum dibuang.

Tujuan Pengolahan Limbah B3 Secara Kimia

Adapun tujuan dari pengolahan limbah B3 secara kimia ini adalah untuk mengurangi daya racun limbah serta menghilangkan sifat dan karakteristik berbahaya pada limbah tersebut. Dengan demikian, limbah yang telah diolah dapat dibuang dengan cara yang lebih aman dan memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.

Contoh Pengolahan Limbah B3 Secara Kimia

Setidaknya ada 2 contoh pengolahan limbah B3 secara kimia yang bisa Anda ketahui, diantaranya yakni:

Pengolahan Limbah B3 Secara Solidifikasi

Pengolahan limbah b3 secara solidifikasi adalah pencampuran limbah dengan zat aditif yang pada awalnya lebih basah dan diformulasikan untuk membentuk massa padat monolitik. Proses ini melibatkan penambahan bahan pengikat seperti semen, kapur, dan bahan termoplastik.

Pengolahan Limbah B3 dengan Netralisasi dan Presipitasi

Netralisasi adalah pengaturan pH suatu limbah cair atau sludge, sedangkan presipitasi mengendapkan logam beracun dari larutan sebagai hidroksida atau oksida. Proses ini menggunakan natrium hidroksida atau kalsium hidroksida (kapur) untuk menetralisasi limbah. Namun, ada beberapa batasan dalam penerapan netralisasi dan presipitasi, seperti kebutuhan akan penanganan lebih lanjut, seperti pengeringan dan stabilisasi sebelum penimbunan.

Menurut Dawson 1986, bahwa pengaplikasian air kapur melalui proses presipitasi untuk menghilangkan logam beratnya memiliki batasan dan karakteristik sehingga sangat cocok jika dalam kondisi tertentu:

  • Lumpur yang berbentuk seperti jelly yang mampu memiliki penyaringan yang buruk.
  • Apabila pH larutan berubah, endapan hidroksida yang dapat dilarutkan kembali.
  • Apa terdapat beberapa jenis logam, maka pH yang dianggap efektif mungkin juga tidak efektif terhadap logam lainnya.
  • Ada jenis logam yang memerlukan pH tinggi yang mana air tersebut harus dinetralkan setelah penyaringan.
  • Untuk Kromium (IV) tidak dapat dihilangkan walaupun menggunakan pengendapan hidroksida.
  • Air limbah yang terdapat SO4 membutuhkan volume yang besar dana dalam volume CaSO4 yang tidak larut terbentuk.

Kesimpulan

Pengolahan limbah B3 secara kimia merupakan salah satu metode efektif untuk mengurangi dampak negatif limbah berbahaya terhadap lingkungan dan kehidupan. Dengan memahami tujuan dan contoh pengolahan limbah B3 secara kimia, kita dapat menerapkan teknologi yang tepat untuk mengolah limbah agar menjadi limbah yang tidak berbahaya. Hal ini perlu dipahami terutama bagi pabrik atau industri yang menghasilkan limbah B3.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.