Standar Operasional Prosedur Penyimpanan Limbah B3

0

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyimpanan Limbah B3 merupakan sebuah panduan esensial yang mengatur dan memastikan pengendalian yang tepat terhadap limbah berbahaya dan beracun (B3) di lingkungan kerja. SOP ini dirancang untuk mencegah dampak negatif limbah B3 terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

SOP ini juga meliputi proses penyimpanan, hal ini merupakan satu bagian penting dalam manajemen limbah B3, dan harus dilakukan dengan tata cara yang tepat dan aman. Oleh karena dalam artikel ini akan kita bahas standar operasional yang berlaku dalam kegiatan penyimpanan limbah B3.

5 Standar Operasional Prosedur Penyimpanan Limbah B3

SOP penyimpanan limbah B3 industri merupakan langkah penting dalam memastikan keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Melalui implementasi SOP yang baik, perusahaan atau lembaga dapat mengelola limbah B3 secara efisien dan meminimalkan risiko kontaminasi serta dapat memenuhi syarat tempat penyimpanan limbah B3.

Berikut adalah 5 SOP penyimpanan limbah B3 yang perlu diperhatikan dengan cermat untuk menjaga kepatuhan dan keberhasilan dalam pengelolaan limbah B3.

Penyimpanan Limbah B3 pada Bangunan

  1. Limbah B3 harus dikemas dalam kemasan yang kuat dan tidak bocor, yang dapat mengemas Limbah B3 sesuai dengan karakteristiknya.
  2. Pengemasan Limbah B3 dapat menggunakan kemasan bekas B3 dan/atau Limbah B3 yang memenuhi ketentuan tertentu.
  3. Penyimpanan Limbah B3 dengan menggunakan drum atau jumbo bag harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk sistem penyimpanan, jumlah lapisan tumpukan, dan lebar gang antar blok.
  4. Penyimpanan Limbah B3 dengan menggunakan tangki Intermediated Bulk Container (IBC) atau kontainer juga harus memenuhi persyaratan tertentu.
  5. Selain itu, Limbah B3 yang disimpan pada bangunan harus mempertimbangkan terjadinya pengembangan volume Limbah B3, pembentukan gas, atau terjadinya kenaikan tekanan.

Penyimpanan Limbah B3 pada Tangki Dan/Atau Kontainer

  1. Tangki dan/atau kontainer harus dilengkapi dengan peralatan dan sistem yang tidak menimbulkan ceceran pada saat bongkar muat Limbah B3.
  2. Tidak boleh menyisakan ruang kosong dalam kemasan, untuk Limbah B3 yang bereaksi sendiri.
  3. Harus menyisakan ruang kosong paling sedikit 20% dari total kapasitas tangki dan/atau kontainer, jika Limbah B3 yang akan disimpan memiliki sifat mengembang dan membentuk gas.

Penyimpanan Limbah B3 pada SILO

SILO harus dilengkapi dengan peralatan dan sistem yang tidak menimbulkan debu pada saat bongkar muat Limbah B3, selain itu penyimpanan pada silo juga harus memperhatikan waktu penyimpanan limbah B3 agar dapat diperkirakan tindakan tepat apa yang harus dilakukan.

Penyimpanan Limbah B3 pada Tumpukan Limbah B3 (Waste Pile)

  1. Tidak boleh melakukan pencampuran Limbah B3 dari sumber spesifik khusus.
  2. Dalam hal Limbah B3 dari sumber spesifik khusus berupa abu terbang (fly ash), debu besi/baja, gipsum, kapur (CaCO3), dan copper slag harus dilakukan pencegahan disperse Limbah B3 melalui penutupan dengan bahan terpal kedap air atau bahan sejenis yang kedap air dan/atau melakukan penyiraman secara berkala.
  3. Baku mutu air Limbah, untuk air pada kolam penampung sebelum dibuang ke media lingkungan.

Penyimpanan Limbah B3 pada Kolam Penampungan Limbah B3 (Waste Impoundment)

  1. Tidak boleh melakukan pencampuran Limbah B3 dari sumber spesifik khusus.
  2. Baku mutu air limbah pada kolam penampung sebelum dibuang ke media lingkungan.
  3. Dalam hal terdapat endapan pada kolam penampung air, endapan wajib dikembalikan ke waste impoundment.

Kesimpulan

Dari setiap sub bab yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa (1) penyimpanan limbah B3 pada bangunan perlu mempertimbangkan cara pengemasan limbah B3 dan sistem penyimpanannya, (2) penyimpanan pada tangki dan/atau kontainer harus dilengkapi dengan peralatan yang mencegah ceceran, (3) SILO harus memiliki sistem yang tidak menimbulkan debu saat bongkar muat, (4) penyimpanan limbah B3 pada tumpukan limbah (waste pile) tidak boleh mencampur sumber spesifik khusus dan perlu melindungi dari dispersi, serta (5) penyimpanan pada kolam penampungan (waste impoundment) juga tidak boleh mencampur sumber spesifik khusus dan memastikan baku mutu air limbah.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.