Peran TPS Limbah B3 Perkantoran dan Pedoman yang Harus Diperhatikan

0

Setiap bidang atau sektor seringkali menghasilkan limbah B3. Mungkin saja ini terlalu berlebihan, tetapi pada dasarnya memang begitu, salah satu sektor yang akan di bahas kali ini adalah dalam sektor perkantoran yang ternyata memberikan kontribusi pada pembuangan limbah B3. Bagaimana itu bisa terjadi?

Tentu saja karena di dalam sebuah kantor biasanya menghasilkan seperti sampah plastik, air bekas cuci tangan, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, terdapat pedoman yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan limbah B3 ini di perkantoran

Peran TPS Limbah B3 di Perkantoran

Perkantoran memerlukan perhatian yang lebih terhadap bagaimana untuk penyimpanan limbah B3 agar tidak mencemari lingkungan. Hal tersebut membantu sekali dalam mengendalikan limbah B3 yang dihasilkan di perkantoran untuk bisa dikelola dengan baik dan penyimpanannya pun tidak menimbulkan masalah yang lebih serius juga.

Pada dasarnya, untuk tujuan dari penyimpanannya ini adalah bersifat secara sementara agar limbah sampai dengan tercapai kuantitas limbah yang memadai sehingga efisien secara ekonomi untuk pengelolaan lebih lanjut.

Peraturan dan Pedoman Penyimpanan Limbah B3 di Perkantoran

Anda harus tahu bahwasannya penyimpanan dari limbah B3 di perkantoran tidak bisa sembarangan saja dan tidak diindahkan. Sebenarnya peraturan dari penyimpanan secara sementara limbah B3 ini ada pada beberapa dasar hukum, yaitu:

  • UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2009
  • PP 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3
  • PerMenLH RI No. 14 Th 2013 Tentang Simbol dan Label LB3
  • PerMenLHK No P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.3/4/2020 Tata Cara Uji Karakteristik dan Penetapan Status Limbah B3
  • PerMenLHK No P.12/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2020 Penyimpanan Limbah B3

Dalam Pasal 12 menyebutkan jika seseorang yang menghasilkan limbah atau lebih tepatnya adalah organisasi yang menghasilkan limbah B3 harus:

  1. Wajib melakukan Penyimpanan Limbah B3
  2. Dilarang melakukan pencampuran Limbah B3 yang disimpannya
  3. Wajib memiliki izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3

Namun, dalam penyimpanannya pun juga tidak bisa sembarangan juga hanya ada di wadah yang sembarangan dan ditempatkan di ruangan yang sembarangan. Ketentuan tersebut mencakup beberapa poin seperti:

  • Lokasi penyimpanan yang harus bebas banjir dan bencana alam yang lainnya
  • Masih di dalam pengawasan dan penguasaan dari setiap orang yang menghasilkan limbah B3
  • Fasilitas yang semuanya harus ada seperti:
    • Containment building(bangunan)
    • Tangki dan/atau kontainer
    • Silo
    • Tempat tumpukan limbah (waste pile)
    • Waste impoundment
  • Peralatan dalam keadaan darurat yang tersedia seperti alat pemadam kebakaran dan masih banyak lagi seperti pasir, oil absorbant, safety shower, oil boom, oil skimmer.

Pentingnya Pelaporan pada TPS Limbah B3 di Perkantoran

Setiap TPS limbah B3 perkantoran tidak hanya berbicara tentang bagaimana cara pengelolaannya dan juga penyimpanannya. Akan tetapi ada juga pelaporan kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait yang harus Anda laporkan progress penyimpanan limbah B3 tersebut.

Harus ada pelaporan baik itu untuk jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan jenis/karakteristik limbah B3 apa saja yang dihasilkan di perkantoran. Hal tersebut dilandasi dari landasan hukum yaitu:

  • Undang Undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • Peraturan Pemerintah RI No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kesimpulan

Adanya peranan TPS limbah B3  perkantoran memang sangat penting dalam menjaga lingkungan untuk tetap sehat dan tidak tercemar. Pencemaran lingkungan yang masif membuat perkantoran akan bisa mendapatkan masalah yang besar karena peranannya dalam merusak lingkungan. Maka dari itu, perhatikan lagi bagaimana pengelolaan limbah pada perkantoran Anda.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.