Pedoman TPS Limbah B3 RS (Rumah Sakit) yang Harus Diperhatikan

0

Rumah sakit merupakan institusi kesehatan yang memainkan peran penting dalam masyarakat, namun juga menjadi salah satu sumber penghasil limbah, limbah yang dihasilkan salah satunya adalah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), misalnya saja limbah bahan kimia, obat kanker (sitostatika), reagensia, antiseptik dan desinfektan, limbah infeksius, bahan radioaktif, insektisida, pestisida, pembersih, detergen, gas medis dan gas non medis.

Dalam artikel ini, kita akan membahas betapa pentingnya Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3, serta mengenai implementasi TPS limbah B3 di rumah sakit untuk menjaga lingkungan tetap aman dan sehat.

Peran TPS Limbah B3 di Rumah Sakit

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 memiliki peran krusial dalam pengelolaan limbah berbahaya yang dihasilkan oleh rumah sakit. Salah satu tujuan utama adanya TPS limbah B3 di rumah sakit adalah untuk mencegah terlepasnya limbah B3 ke lingkungan, sehingga potensi bahaya terhadap manusia dan lingkungan dapat dihindarkan.

Dalam konteks rumah sakit, TPS limbah B3 bertujuan untuk menyimpan sementara limbah berbahaya yang dihasilkan sebelum mencapai kuantitas yang memadai untuk pengolahan lebih lanjut secara efisien dari segi ekonomi. Dengan mengumpulkan limbah secara sistematis dan aman di TPS, risiko pencemaran atau kebocoran ke lingkungan dapat dikendalikan sekaligus memastikan keselamatan pekerja dan pasien di fasilitas kesehatan.

Peran TPS limbah B3 ini mencakup penanganan limbah B3 yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di rumah sakit, seperti proses medis, perawatan pasien, serta pengujian laboratorium. Selain itu, TPS juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penyimpanan dan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan dan standar yang ditetapkan oleh otoritas yang bersangkutan.

Peraturan dan Pedoman Penyimpanan Limbah B3 di Rumah Sakit

Sebelum kita menjelaskan lebih lanjut mengenai peraturan dan pedoman penyimpanan limbah B3 di rumah sakit, penting untuk memahami bahwa limbah B3 merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, pengelolaan limbah B3 harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai dengan peraturan yang ada untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dengan penting adanya hal tersebut tentunya harus ada standar yang ditetapkan, nah standar ini didasarkan pada peraturan yang sudah diatur oleh pemerintah, maka berikut ini adalah dasar peraturan yang ada dalam mengelola limbah B3 yang ada di lingkungan rumah sakit.

Dasar Hukum dan Peraturan:

  • Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 14 Tahun 2013 Tentang Simbol dan Label LB3
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.3/4/2020 tentang Tata Cara Uji Karakteristik dan Penetapan Status Limbah B3
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.12/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2020 tentang Penyimpanan Limbah B3

Setelah kita bahas adanya peraturan yang menjadi dasar pengelolaan limbah B3, ada pula pedoman yang harus dilakukan dalam kegiatan ini. Pedoman tersebut biasanya berisikan persyaratan dari tempat penyimpanan, lokasi, maupun fasilitas yang harus ada. Berikut adalah beberapa poin pentingnya.

Persyaratan Tempat Penyimpanan Limbah B3:

  • Bebas banjir dan tidak rawan bencana alam.
  • Jika lokasi penyimpanan limbah B3 tidak bebas banjir dan rawan bencana alam, maka lokasi tersebut harus direkayasa dengan teknologi yang sesuai untuk Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
  • Lokasi penyimpanan limbah B3 harus berada di dalam penguasaan setiap orang yang menghasilkan limbah B3.

Lokasi Penyimpanan Limbah B3:

  • Containment building (bangunan)
  • Tangki dan/atau kontainer
  • Silo
  • Tempat tumpukan limbah (waste pile)
  • Waste impoundment
  • Bentuk lainnya sesuai dengan perkembangan teknologi

Fasilitas Penyimpanan Limbah B3 yang Sesuai:

  • Alat pemadam api
  • Alat penanggulangan keadaan darurat lain yang sesuai (pasir, oil absorbent, safety shower, oil boom, oil skimmer)

Pentingnya Pelaporan pada TPS Limbah B3 di Rumah Sakit

Pada TPS Limbah B3 di rumah sakit, pelaporan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga ketaatan terhadap peraturan pengelolaan limbah B3. Pelaporan yang rutin meliputi informasi tentang jumlah limbah B3 yang dihasilkan serta jenis dan karakteristik limbah yang dihasilkan di rumah sakit.

Dalam pelaporan, rumah sakit harus memberikan informasi yang benar, akurat, terbuka, dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah RI No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Jumlah limbah B3 yang dihasilkan perlu dilaporkan untuk memastikan bahwa rumah sakit mematuhi batasan dan regulasi yang ada. Selain itu, jenis dan karakteristik limbah B3 yang dihasilkan juga perlu diinformasikan dalam pelaporan. Hal ini membantu pihak berwenang dalam mengevaluasi dan memastikan bahwa limbah B3 tersebut dikelola dengan benar dan tidak membahayakan lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan ketaatan terhadap pengelolaan limbah B3, pelaporan yang konsisten dan akurat menjadi instrumen penting. Dengan demikian, pemerintah dan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah yang efektif dalam mengendalikan dampak negatif limbah B3 terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kesimpulan

Dalam pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di rumah sakit, Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 memegang peran penting. TPS limbah B3 berfungsi untuk mencegah terlepasnya limbah berbahaya ke lingkungan, menjaga keselamatan pekerja dan pasien, serta memastikan bahwa limbah B3 dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya TPS limbah B3 yang memenuhi persyaratan dan dilengkapi fasilitas yang sesuai, rumah sakit dapat menjaga lingkungan tetap aman dan sehat.

Selain itu, pelaporan pada TPS limbah B3 di rumah sakit juga sangat penting. Melalui pelaporan yang rutin dan akurat, jumlah limbah B3 yang dihasilkan serta jenis dan karakteristik limbah B3 dapat diinformasikan kepada pihak berwenang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaporan yang tepat memastikan kepatuhan terhadap peraturan pengelolaan limbah B3, memudahkan monitoring dan pengawasan, serta meningkatkan pemahaman dan ketaatan dalam pengelolaan limbah B3. Dengan demikian, pelaporan pada TPS limbah B3 di rumah sakit berperan penting dalam menjaga lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Ralali Business Solution

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.