Mengenal Uji Kalibrasi Lebih Mendalam pada Alat Kesehatan

0

Uji kalibrasi adalah suatu proses yang memastikan bahwa alat kesehatan atau alat pengukuran lainnya bekerja dengan akurat dan konsisten sesuai standar yang telah ditentukan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2015 Pasal 4, setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan uji dan/atau kalibrasi secara berkala. 

Tugas ini biasanya dilakukan oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan atau Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan yang berada dibawah Komite Akreditasi Nasional (KAN). Apa saja macam uji kalibrasi ini? Dan kapan uji kalibrasi perlu dilakukan? Mari kita simak penjelasan artikel berikut ini.

Tiga Jenis Uji Kalibrasi pada Alat Kesehatan

Ada tiga jenis uji kalibrasi yang biasanya dilakukan pada alat kesehatan yakni Uji Fungsi, Uji Keselamatan, dan Uji Kinerja. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang tiga jenis uji kalibrasi tersebut.

1. Uji Fungsi

Uji fungsi adalah pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa alat kesehatan dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pengujian ini dilakukan dengan menguji semua bagian alat kesehatan dengan kemampuan maksimum tanpa beban sebenarnya.

2. Uji Keselamatan

Uji ini bertujuan untuk memastikan bahwa alat kesehatan aman digunakan dan tidak membahayakan pengguna. Tujuan dari pengujian ini adalah agar penggunaan alat kesehatan tidak menimbulkan bahaya yang signifikan.

3. Uji Kinerja

Uji kinerja dilakukan untuk mengetahui seberapa besarnya kinerja pada suatu alat kesehatan, dengan begitu alat kesehatan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya. 

Ketiga uji kalibrasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa alat kesehatan yang kita gunakan bekerja dengan baik dan aman.

Mengapa Alat Perlu Lulus Uji Kalibrasi?

Uji kalibrasi berfungsi untuk membandingkan skala pengukuran alat kesehatan dengan standar ukur yang berlaku. Dan juga uji kalibrasi memiliki tujuan agar dapat memastikan kesesuaian dari spesifikasi pada bahan ukur instrumen, menentukan deviasi dari suatu skala yang dihasilkan alat ukur, hingga menjaga keakuratan skala yang dihasilkannya.

Kesalahan pada pengukuran bisa menyebabkan dampak yang sangat fatal, terutama pada konteks kesehatan. Kita ambil contoh, pada kasus penimbangan bayi untuk mendeteksi adanya stunting dini, ketidaktepatan hasil pengukuran bisa berdampak pada kesalahan diagnosa dan penanganan. Maka dari itu, penting bagi alat kesehatan untuk lulus akan uji kalibrasi tersebut.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca artikel tentang kesalahan kalibrasi yang bisa Anda klik di link ini.

Tolak Ukur Penilaian Uji Kalibrasi

Ada beberapa tolak ukur atau kriteria yang biasa digunakan dalam penilaian pengujian kalibrasi, antara lain:

  • Ketelitian (accuracy): Ini adalah seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya.
  • Kepekaan (sensitivity): Ini mengukur seberapa besar perubahan dalam hasil pengukuran ketika ada perubahan kecil pada objek yang diukur.
  • Reproduktibilitas: Ini adalah kemampuan alat untuk menghasilkan hasil yang sama ketika pengukuran diulang di bawah kondisi yang sama.
  • Aspek Keselamatan (safety aspect): Ini menilai sejauh mana alat kesehatan aman digunakan.

Kesimpulan

Secara singkat, uji kalibrasi adalah proses yang sangat penting dalam dunia kesehatan untuk memastikan bahwa alat kesehatan yang digunakan bekerja dengan baik dan aman. Ada tiga jenis uji kalibrasi, yaitu uji fungsi, uji keselamatan, dan uji kinerja. Setiap alat kesehatan perlu lulus uji kalibrasi untuk memastikan keakuratan, kepekaan, reproduktibilitas, dan aspek keselamatan dalam penggunaannya. Semoga membantu!

News Ralali - MRO Kalibrasi

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.