7 Hal Penting Bagi Pelaku Usaha Saat Vaksin Corona Tiba di Indonesia

0

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu masa yang paling menantang bagi semua orang. Hampir semua sektor industri terkena dampak dari pandemi Covid-19. Bukan hanya berdampak bagi kesehatan, pandemi juga menyerang perekonomian di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Sektor bisnis, pariwisata, dan investasi terkena dampak nyata sehingga para pengusaha harus memutar otak untuk bertahan.

Melansir dari situs World Health Organization, belum ada vaksin yang teruji klinis dapat melindungi seseorang dari serangan virus Covid-19. WHO juga sempat melakukan evaluasi terhadap vaksin BCG untuk dianalisis efektivitasnya melawan virus Covid-19. Sambil menunggu vaksin yang efektif, semua orang harus memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Apakah Vaksin Corona Akan Efektif Mencegah Virus?

Uji vaksin corona terbukti mampu mengurangi risiko kematian dan rasa sakit. (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Saat ini, mayoritas orang di seluruh dunia masih rentan terhadap virus Covid-19. Karena itulah, protokol kesehatan 3M harus diaplikasikan di mana pun berada. Pengujian vaksin Covid-19 terus dilakukan hingga ada kandidat vaksin yang akan dapat digunakan secara efektif. Dua perusahaan pengembang vaksin, Moderna dan Pfizer menyebutkan bahwa vaksin yang diproduksinya efektif hingga 95 persen.

Melansir artikel BBC.com, vaksin Pfizer/BiNTech sudah diberikan kepada 43.000 orang. Pada 2 Desember 2020, Inggris menjadi negara pertama yang menggunakan vaksin corona Pfizer dalam jumlah massal. Salah satu pasien pertama yang menerima vaksin tersebut adalah Margaret Keenan, pasien berusia 90 tahun. Dengan tingginya kasus Covid-19 di Inggris, diperkirakan akan ada lebih dari 800.000 dosis vaksin yang diberikan pada minggu selanjutnya.

Vaksin corona merupakan intervensi kesehatan terbaik untuk mengatasi pandemi karena terbukti mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan. Hal tersebut dikemukakan oleh Syahrizal Syarif, ahli epodemiologi FKM Universitas Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa vaksin corona juga bukan solusi utama yang bisa menyelesaikan situasi pandemi dalam sekejap.

Efektivitas suntikan vaksin merujuk pada kemampuan vaksin untuk melindungi diri dari virus Covid-19. Pengujian pada sukarelawan berlangsung secara ketat untuk mendapatkan vaksin atau plasebo secara acak. Berdasarkan pengelompokkan yang dilakukan para peneliti, orang yang sudah mendapat vaksin cenderung mengalami gejala ringan dan tidak sakit jika dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin. Dengan kata lain, bukan berarti vaksin membuat orang kebal terhadap virus Covid-19.

Tips Sukses Usaha Selama Menunggu Vaksin Corona

Berbagai kabar baru yang muncul terkait vaksin corona masih menuai pro dan kontra. Melansir dari artikel CNN Indonesia, vaksin corona kabarnya akan diberikan secara gratis bagi 30 persen warga, sementara 70 persen sisanya dijual dalam bentuk vaksin mandiri.

Namun, realisasi anggaran untuk memperluas jumlah penerima vaksin gratis seharusnya masih bisa ditingkatkan. Jika kepercayaan masyarakat sudah kembali seringin dengan dibenahinya sektor kesehatan, pemulihan ekonomi dapat berangsur pulih. Karena itulah, para pemilik usaha tetap harus melakukan beberapa langkah berikut ini sambil menunggu vaksin corona.

Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Tetap terapkan 3M meskipun sudah ada vaksin corona. (Pixabay/soumen82hazra)

Meskipun nantinya sudah bisa diperjual belikan, vaksin bukanlah akhir dari pandemi. Berbagai sumber juga menyebutkan bahwa vaksin Pfizer yang memiliki efektivitas 95 persen sekalipun fungsinya baru teruji untuk melindungi diri dari paparan virus, bukan melawan infeksi virus. Karena itulah, saat sudah mendapatkan vaksin, masyarakat tetap dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai pemilik usaha, Anda sebaiknya juga tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan, terutama bagi para pekerja. Lakukan sosialisasi dan penyampaian informasi dengan baik tentang perkembangan situasi di masa pandemi. Hal ini akan membuat pekerja merasa lebih aman untuk tetap bekerja secara optimal.

Meminimalisasi Kemungkinan Penyebaran Virus

Bagi yang usahanya harus dilakukan secara tatap muka, ingatlah untuk tetap menjaga jarak dan menjaga kebersihan. Kontaminasi virus corona bukan hanya bisa terjadi dari pertemuan tatap muka, tapi juga dari barang yang diterima dari luar ruangan. Karena itulah, tetap siapkan disinfektan untuk melakukan sterilisasi barang dan udara di dalam ruangan rumah.

Menjalin Hubungan Baik dengan Pemberi Modal

Fluktuasi perekonomian akan sangat berpengaruh pada pendanaan di sektor usaha. Oleh karena itu, para pemilik usaha harus tetap menjaga hubungan baik dengan para investor. Sebagai pemberi modal, investor juga akan lebih berhati-hati untuk dapat mendukung pendanaan di masa pandemi. Jika hubungan baik tetap dijaga, usaha Anda akan bertahan dan terus bangkit saat pandemi berakhir.

Melakukan Kolaborasi Usaha dengan Partner

Partner usaha menjadi pihak penyelamat di masa pandemi. (Pixabay: zibik)

Adaptasi terhadap situasi usaha harus dilakukan secara konsisten selama pandemi. Oleh karena itu, dukungan dengan partner usaha juga tetap dibutuhkan. Siapa tahu, Anda juga bisa mendapatkan informasi terbaru dari partner usaha tentang perkembangan vaksin corona. Dengan begitu, Anda bisa terus mengembangkan inovasi usaha dengan melakukan prediksi situasi pasar.

Mulai Beralih ke Digitalisasi Usaha

Digitalisasi akan membuka kesempatan usaha yang lebih besar. (Pexels/Startup Stock Photos)

Meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi, Anda tetap perlu melakukan adaptasi terhadap situasi terkini. Salah satu caranya adalah melakukan digitalisasi usaha lewat platform online seperti Ralali.com. Sebagai produsen, distributor, atau pemilik usaha yang ingin terus berkembang ke skala pasar yang lebih besar, Anda bisa mendaftar menjadi seller di Ralali.com.

Digitalisasi usaha menjadi hal yang sebenarnya sangat tidak terhindarkan. Hal ini menjadi kemudahan sekaligus tantangan bagi para pelaku usaha untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Karena itulah, kesempatan untuk bergabung di dunia digital tidak boleh dilewatkan. Bergabung dengan partner usaha digital malah akan membantu Anda untuk mengembangkan potensi usaha secara optimal.

Terus Melakukan Inovasi Bisnis Sesuai Perkembangan Zaman

Terus lakukan inovasi usaha selama vaksin corona masih diujikan. (Pixabay/soumen82hazra)

Selain beralih ke digitalisasi usaha, Anda juga perlu melakukan berbagai inovasi menarik yang sesuai dengan tren. Meskipun sedang masa pandemi, ada banyak tren yang terus berkembang dalam berbagai bidang usaha. Salah satu inovasi usaha adalah bekerja sama dengan distributor masker untuk memberikan masker gratis setiap pembelian produk di toko Anda.

Masker, sabun, dan hand sanitizer adalah perlengkapan yang sangat dibutuhkan di masa pandemi. Oleh karena itu, memberikan bonus perlengkapan gratis ini bisa menjadi salah satu daya tarik yang menarik bagi target pasar. Anda juga bisa melakukan inovasi usaha lain agar produk usaha Anda memiliki nilai jual yang lebih baik dibandingkan dengan produk-produk kompetitor.

Singkatnya, vaksin Covid-19 memang memiliki efektivitas yang cukup menjanjikan. Tidak heran jika nilai investasi sudah berangsur pulih, terutama saat vaksin corona tiba di Indonesia. Namun, para pelaku usaha harus tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan karena vaksin bukan jawaban atas berakhirnya masa pandemi. Karena itulah, selalu perhatikan bisnis Anda untuk tetap berinovasi secara optimal.

Ayo Saling Membantu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Skip to toolbar