Ini Ambang Kepunahan Mafia Migas Sektor Industri Energi Indonesia

Ambang Kepunahan Mafia Migas Sektor Industri Energi Indonesia

Jika benar bahwa ini ambang kepunahan mafia migas sektor industri energi maka harapan banyak orang adalah semoga saja hal ini memang benar-benar menjadi fokus utama pemerintah.

Pasalnya opini publik di warung kopi sekalipun kini telah berkembang dan menjadi pintar menilai jika Nusantara punya potensi ESDM yang luar biasa.

Ilustrasi-Pengolahan-Minyak-dan-Gas

Dorongan untuk segera melakukan transparansi dan akuntabilitas di semua sektor termasuk industri energi tentu disambut gembira oleh semua orang. Instansi KPK sebagai pihak terkait jalur hukum yang digandeng untuk bekerjasama tentu tepat. Tak salah jika inilah sebuah pertanda bahwa ambang kepunakan mafia migas sektor industri energi di Indonesia dimulai.

Pasalnya, mafia migas dan sektor industri energi juga menjadi fokus KPK, hal ini diungkapkan oleh anggota tim transisi bidang ekonomi Wijoyanto Samirin. Lantaran kesamaan fokus tersebut, Wijayanto memperkirakan pemerintahan baru akan semakin sering berkolaborasi dengan KPK.

Jangan Ragu

Ditempat terpisah pengamat geopolitik dan ekonomi energi Hendrajit mengatakan bahwa keseriusan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi- JK) menghabiskan ambang kepunahan mafia migas sektor industri energi hingga habis masih terlihat ragu.

Namun begitu semua rakyat Indonesia berharap kepada pemerintah untuk jangan ragu ‘membabat’ kasus industri migas. ”Yang saya lihat Jokowi dalam pidatonya di muktamar PKB tentang pemberantasan mafia migas itu malah tidak jelas,” ujarnya.

Justru yang ditangkap dari pidato Jokowi tersebut menurut Hendrajit adalah pemerintah mendatang mengonsolidasi pemain lama untuk masuk ke dalam permainan yang telah berjalan.

”Jadi bedanya hanya supaya naik pangkat dari hilir ke hulu,” ucapnya. Lebih jauh Hendrajit mengatakan bahwa persoalan mafia sektor migas bukan sekadar persoalan biasa, tetapi bisa dikatakan sebagai bencana geopolitik yang dampaknya selalu dirasakan bangsa dan masyarakat.

”Penjualan Indosat itu bencana geopolitik, bukan bisnis. Atau rencana masuknya 800.000 SPBU yang akan dikuasai Exxon mobil, Shell itu bencana geopolitik. Kenapa itu bisa terjadi, karena kita abaikan geopolitik,” tegas Hendrajit.

Ilustrasi-Nama-Perusahaan-Minyak-dan-Gas-Dunia

Cara Punahkan Mafia Migas

Hal inilah yang juga menjadi ambang kepunahan mafia migas sektor industri energi, untuk memberangus korupsi dan mafia migas di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat dihapus dengan tiga cara.

Hapus Trader Minyak

Hal ini disinyalir menjadi kumpulan para makelar yang selama ini bermain di marjin. Sehingga akan terus ada mafia jika ada margin. Sebagai gantinya kita buat sistem pembelian minyak menjadi business to business (B2B). Sehingga pemerintah tidak perlu berurusan lagi dengan perusahaan minyak.

Lakukan Audit Investigatif

Cara ini juga bisa menjadi ambang kepunahan mafia migas sektor industri. Bisa saja dengan didahului perusahaan migas seperti BUMN, BUMD, Pertamina, Petral dan juga semua kelembagaan pemerintah seperti SKK Migas, BPH Migas dan Kementerian ESDM.

Auditnya juga tidak sekadar audit keuangan dan manajemen saja, tapi juga ada unsur investigatifnya dan perusahaan audit adalah lembaga independen yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan untuk mencegah terjadinya permainan.

Perbaiki Sistem Seluruh Lingkungan Kementerian ESDM

Caranya adalah dengan menyederhanakan sistem perizinan di migas dan minerba yang selama ini rumit dan berbelit-belit. Jika hal ini dilakukan maka perusahaan lokal juga tak mau kalah dan ikut berlomban menjadi berkembang tentunya.

Ilustrasi-Mafia-Migas

Jika ketiga hal diterapkan maka praktek kejahatan terstruktur alias mafia dapat dihapuskan dan diminimalisir. Tak ayal, ini ambang kepunahan mafia migas sektor industri energi Indonesia, dan jika hal ini berjalan dengan baik maka semua masyarakat memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik.

Ayo Saling Membantu

industriindustri energikorupsimafiamafia migasmigasperusahaan minyaksektor industri
Comments (0)
Add Comment