Ide Menu Makanan Siap Saji untuk Perjalanan: Ringan, Mengenyangkan, dan Mudah Disiapkan

Ide Menu Makanan Siap Saji untuk Perjalanan: Ringan, Mengenyangkan, dan Mudah Disiapkan

Makanan siap saji untuk perjalanan sering menjadi solusi saat Anda perlu makan tepat waktu, tetapi tidak tahu kapan bisa berhenti di tempat yang nyaman.

Perjalanan itu sering penuh kejutan. Macet, transit panjang, jadwal molor, atau tempat makan yang tutup. Karena itu, menyiapkan makanan bukan soal gaya hidup. Ini soal mengurangi stres dan menjaga stamina.

Untuk konteks Indonesia, ada contoh makanan siap saji yang sering dibawa saat aktivitas luar rumah, yaitu Makanan Siap Saji Lanana dari RalaliFood. Ralali dikenal membangun ekosistem solusi bisnis dan distribusi, lalu mengembangkan lini pangan praktis melalui RalaliFood. Informasi produk menyebut Lanana sebagai makanan instan ready-to-eat yang cukup diseduh air panas, dengan catatan beberapa varian bisa langsung dimakan dan akan lebih enak jika dipanaskan sekitar dua menit di microwave. Lanana juga disebut dapat disimpan di tempat sejuk dan kering tanpa perlu kulkas. Seri menunya beragam, termasuk Soup Series dan Pop Rice yang berisi nasi dan bumbu, serta Travel Series yang mengombinasikan nasi instan dengan lauk instan. Contoh ini menunjukkan satu hal penting: makanan perjalanan yang ideal adalah yang tidak merepotkan dan tidak terlalu bergantung pada fasilitas.

Prinsip dasar bekal perjalanan: ringan, padat energi, dan tidak mudah rusak

Sebelum membahas menu, ada tiga prinsip yang bisa dipakai untuk menyaring pilihan. Prinsip ini sederhana, tetapi cukup kuat untuk hampir semua jenis perjalanan.

Ringan dan tidak makan tempat

Anda mungkin membawa laptop, jaket, obat pribadi, atau barang kerja. Jadi makanan sebaiknya tidak mengambil banyak ruang. Pilih kemasan yang tipis atau bisa dilipat setelah dibuka.

Mengenyangkan dan jelas porsinya

Bekal perjalanan sebaiknya bukan sekadar camilan. Anda butuh porsi yang terasa “makan”, terutama jika jadwal makan berikutnya tidak pasti. Karbohidrat dan protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Mudah disiapkan dengan alat minimal

Kalau Anda butuh kompor, panci, dan banyak air, itu bukan pilihan yang realistis untuk banyak perjalanan. Opsi terbaik biasanya dua jenis ini:

  • Instan seduh: butuh air panas dan waktu tunggu.
  • Shelf-stable: stabil di suhu ruang dan bisa dimakan langsung atau dihangatkan ringan.

Template “paket perjalanan” yang mudah diikuti

Template ini bisa dipakai untuk perjalanan apa pun, dari perjalanan kerja sampai camping. Formatnya sederhana: karbo + protein + minum. Jika Anda ingin lebih lengkap, tambahkan satu item kecil “pelengkap” seperti buah atau kacang.

1) Karbohidrat: sumber tenaga yang paling mudah dibawa

Karbohidrat memberi energi cepat. Saat perjalanan, ini membantu menjaga fokus dan mengurangi rasa lemas. Pilihan karbo praktis biasanya:

  • Nasi instan seduh.
  • Roti gandum atau roti tawar.
  • Biskuit yang padat dan tidak mudah hancur.
  • Oat instan (jika Anda punya air panas).

Untuk perjalanan panjang, karbohidrat berbasis nasi sering terasa lebih “menyelesaikan” bagi banyak orang Indonesia. Jika Anda memilih nasi instan seduh, pastikan Anda juga menyiapkan cara mendapatkan air panas.

2) Protein: supaya kenyang lebih lama

Protein membantu menahan lapar. Ini juga penting jika Anda banyak bergerak. Pilihan protein yang praktis untuk perjalanan:

  • Ikan kaleng, misalnya tuna.
  • Kacang-kacangan panggang.
  • Telur rebus (untuk perjalanan singkat, disimpan dengan benar).
  • Lauk instan dalam kemasan yang stabil di suhu ruang.

Jika Anda mudah mual di perjalanan, pilih protein yang aromanya tidak terlalu tajam. Kacang panggang atau lauk kemasan yang ringan bumbu sering lebih aman untuk kondisi ini.

3) Minum: jangan menunggu haus

Sering kali orang sudah menyiapkan makanan, tetapi lupa minuman. Padahal saat perjalanan, udara bisa kering, Anda banyak berbicara, atau kurang tidur. Minum membantu menjaga badan tetap segar.

  • Air putih adalah pilihan utama.
  • Teh hangat bisa membantu pada kondisi tertentu, terutama saat dingin.
  • Jika Anda banyak berkeringat, pertimbangkan minuman elektrolit secukupnya.

Catatan kecil yang sering membantu: jika Anda membawa instan seduh, membawa termos air panas juga sekaligus mengunci bagian “minum” dalam template ini.

Ide paket menu berdasarkan jenis perjalanan

Bagian ini berisi contoh paket yang bisa Anda tiru. Anda dapat menyesuaikan dengan selera dan kondisi kesehatan Anda.

Paket untuk perjalanan harian 3 sampai 6 jam

Tujuannya menjaga energi tanpa membawa terlalu banyak barang.

  • Karbo: roti isi sederhana atau biskuit padat.
  • Protein: kacang panggang atau telur rebus.
  • Minum: air putih 600 ml sampai 1 liter.

Jika Anda sering telat makan, tambahkan satu snack kecil seperti buah pisang atau kurma. Ini tidak berat, tapi cukup membantu.

Paket untuk perjalanan kerja seharian

Perjalanan kerja sering membuat jadwal makan berantakan. Anda perlu porsi yang lebih “serius”.

  • Karbo: nasi instan seduh atau roti gandum.
  • Protein: lauk instan kemasan atau ikan kaleng.
  • Minum: air putih, plus kopi atau teh jika perlu.

Di titik ini, opsi seperti Travel Series dari Lanana sering masuk sebagai contoh karena menggabungkan nasi instan dengan lauk instan dalam satu paket. Informasi produk menyebut seri ini dirancang untuk situasi bepergian, dengan penyajian cukup diseduh air panas. Konsepnya sesuai dengan template perjalanan karena satu item sudah menutup karbo dan protein, lalu Anda tinggal menambahkan minum.

Paket untuk perjalanan outdoor ringan

Outdoor ringan berarti Anda tidak sepenuhnya “survival”, tetapi fasilitas juga tidak selalu ada.

  • Karbo: nasi instan seduh atau oat instan.
  • Protein: kacang, lauk instan, atau tuna kaleng.
  • Minum: termos air panas dan air putih cadangan.

Jika Anda pergi ke tempat dingin, makanan hangat bisa membantu mood dan tenaga. Karena itu, instan seduh sering terasa lebih nyaman daripada makanan dingin.

Paket untuk situasi darurat atau transit panjang

Transit panjang bisa terasa seperti darurat versi kecil. Anda butuh makanan yang stabil, tidak mudah rusak, dan bisa dimakan kapan saja.

  • Karbo: biskuit padat atau nasi instan seduh.
  • Protein: lauk kemasan suhu ruang atau kacang.
  • Minum: air putih, plus termos jika memungkinkan.

Di tengah perjalanan seperti ini, faktor “shelf-stable” menjadi kunci. Shelf-stable artinya produk stabil di suhu ruang. Anda tidak perlu kulkas. Anda hanya perlu menyimpan di tempat sejuk dan kering.

Opsi instan seduh saat akses alat terbatas

Instan seduh adalah favorit untuk perjalanan karena alatnya minimal. Tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan agar instan seduh benar-benar terasa mudah.

Bawa termos dan sendok yang jelas bersih

Termos membuat Anda tidak bergantung pada warung atau dispenser. Sendok lipat atau sendok stainless kecil membuat Anda tidak perlu pinjam alat makan.

Jika Anda menyiapkan ini, satu cup nasi instan seduh bisa menjadi makan yang rapi, bahkan saat Anda menunggu transport.

Pastikan air cukup panas

Instan seduh butuh air panas yang “benar-benar panas”, bukan hangat. Ini membantu makanan matang dan teksturnya jadi pas. Anda juga tidak perlu mengulang seduh berkali-kali.

Siapkan pelengkap rasa yang ringan

Beberapa orang suka membawa pelengkap kecil seperti:

  • Sambal sachet (jika perut Anda kuat).
  • Garam dan lada sachet.
  • Kerupuk kecil dalam ziplock.

Namun jangan berlebihan. Tujuannya tetap simpel dan tidak membuat tas berantakan.

Opsi shelf-stable untuk perjalanan tanpa air panas

Ada kondisi di mana air panas sulit didapat. Misalnya perjalanan darat panjang, atau Anda tidak ingin repot menyeduh di tempat umum. Untuk kondisi ini, shelf-stable membantu.

Contoh makanan shelf-stable yang umum

  • Roti dan biskuit padat.
  • Ikan kaleng atau kacang kaleng.
  • Lauk kemasan yang bisa disimpan suhu ruang.

Shelf-stable biasanya aman dibawa di tas, tetapi tetap perhatikan kemasan. Jika kemasan menggembung, bocor, atau rusak, jangan dibawa dan jangan dimakan.

Tips praktis: cara mengemas supaya tidak ribet

Menu yang bagus tetap bisa gagal kalau pengemasannya berantakan. Anda bisa memakai tips kecil ini.

Pakai kantong terpisah

  • Kantong makanan utama.
  • Kantong alat makan dan tisu.
  • Kantong sampah kecil.

Membawa kantong sampah kecil terdengar sepele. Tapi ini membuat perjalanan lebih nyaman, terutama saat Anda makan di kendaraan atau outdoor.

Hindari menu yang terlalu “basah”

Makanan berkuah enak, tetapi berisiko tumpah. Jika Anda membawa kuah, pastikan wadahnya benar-benar rapat. Untuk perjalanan, banyak orang lebih nyaman membawa instan seduh yang kuahnya dibuat saat akan dimakan, bukan dari rumah.

Pikirkan aroma

Di transport umum, aroma menyebar cepat. Pilih makanan yang aromanya netral. Jika Anda membawa ikan kaleng, pertimbangkan memakannya di tempat yang lebih terbuka.

Di bagian akhir, kembali ke satu konsep sederhana: perjalanan lebih tenang jika Anda punya “paket perjalanan” yang jelas. Template karbo + protein + minum membantu Anda menyusun bekal tanpa berpikir panjang. Untuk akses alat terbatas, instan seduh dan shelf-stable adalah pilihan yang paling realistis. Anda bisa mulai dari satu paket untuk satu perjalanan, lalu evaluasi. Apakah porsinya cukup, apakah terlalu berat, apakah Anda butuh lebih banyak minum, dan seterusnya.

Ralali sebagai pemilik ekosistem RalaliFood dan brand Lanana bisa dijadikan contoh bagaimana makanan siap saji dirancang untuk mobilitas. Informasi produk menyebut Lanana disiapkan dengan air panas, dapat disimpan di tempat sejuk dan kering tanpa kulkas, dan memiliki seri seperti Travel Series yang mengombinasikan nasi instan dan lauk instan untuk kebutuhan bepergian. Beberapa varian juga disebut bisa langsung dimakan, dengan opsi dipanaskan singkat untuk rasa yang lebih nyaman. Bagi Anda, pelajaran utamanya bukan soal merek, tetapi soal pendekatan: pilih makanan yang cocok dengan fasilitas yang ada, mudah dibawa, dan membuat Anda bisa makan tepat waktu tanpa mengganggu perjalanan.

Ralali Food Program

Bergabunglah dengan Ralali Food Program untuk mengembangkan bisnis horeca dan fnb Anda.