Smart Packaging: Teknologi Pengemasan Makanan Berbasis Nanokomposit

0

Peningkatan pada permintaan pasar akan produk baru yang mutakhir, yaitu produk ready to eat dan ready to serve menyebabkan inovasi teknologi pengemasan produk pangan harus terus dilakukan. Selama beberapa dekade terakhir, teknologi pengemasan makanan terus mengalami perubahan.

smart packaging

Fungsi kemasan telah berkembang dari sekadar tempat untuk menyimpan makanan menjadi alat untuk mencegah deteriorasi (penurunan mutu), memperpanjang umur simpan, dan menjaga kualitas serta keamanan produk. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang smart packaging, khususnya teknologi pengemasan makanan berbasis nanokomposit, dan bagaimana teknologi ini dapat membantu meningkatkan kualitas produk pangan.

Perkembangan Fungsi Kemasan

Saat ini, kemasan berperan dalam memproteksi makanan dari pengaruh lingkungan luar seperti panas, cahaya, kelembaban, oksigen, tekanan, enzim, bau asing, mikroorganisme, kotoran dan partikel debu, gas, dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan kebusukan produk. Selain itu, kemasan juga berfungsi sebagai media penempatan informasi produk seperti merek dan kandungan gizi.

Kemasan pangan yang ideal harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya harus kuat sehingga memudahkan penanganan selama transportasi, murah sehingga produk lebih kompetitif, dan aman bagi konsumen. Kemasan juga harus atraktif sehingga dapat menarik minat konsumen.

Analisis pemasaran produk memasukkan kemasan ke dalam salah satu faktor yang berperan penting setelah produk, harga, tempat atau lokasi, dan promosi (5P: product, price, place, promotion, packaging). Peningkatan permintaan pasar akan produk baru, mutakhir, ready to eat, dan stabil menyebabkan inovasi kemasan produk pangan harus terus dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Smart Packaging

Teknologi pengemasan yang diperkirakan mampu menjawab tantangan tersebut adalah smart packaging yang dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu active packaging dan intelligent packaging. Kedua jenis kemasan ini dirancang dengan fungsi yang berbeda:

Active Packaging

Active packaging dikembangkan untuk memperpanjang daya simpan produk dan juga didesain untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Salah satu contohnya adalah penggunaan modified atmosphere packaging pada produk buah untuk memperpanjang umur simpan Sumber: Easyfruit project extends fruit life.

Intelligent Packaging

ilustrasi inteligent packaging

Intelligent packaging memungkinkan kemasan berkomunikasi dengan konsumen dengan menampilkan tanda-tanda khusus pada kemasan untuk menandai kondisi produk yang ada di dalam kemasan tersebut. Misalnya, mencantumkan fresh meter pada kemasan untuk menunjukkan kesegaran produk Sumber: Packaging Digest.

Nanokomposit dalam Smart Packaging

Material yang berpotensi besar untuk digunakan dalam pengembangan smart packaging adalah nanokomposit. Komposit terdiri dari matriks polimer (continuous phase) dan filler (discontinuous phase). Nanokomposit dibuat dari penggabungan nanofiller yang memiliki ukuran dimensi nano (1-100 nm).

Nanokomposit memiliki keunggulan dalam meningkatkan kualitas daya hambat kemasan terhadap gas, meningkatkan kekuatan kemasan, memiliki sifat resisten terhadap panas yang lebih baik dari polimer dan komposit konvensional, serta meningkatkan biodegradasi kemasan. Sumber: Bratovčić A, et al. (2015) Application of polymer nanocomposite materials in food packaging. Croat J. Food Sci. Technol.

Penggunaan nanokomposit pada active packaging sudah banyak dilakukan, terutama dengan memanfaatkan sifat antibakteri film nanokomposit tersebut. Sampai saat ini, banyak nanopartikel yang telah diidentifikasi sebagai filler polimer nanokomposit untuk meningkatkan performa kemasan. Di antara nanopartikel tersebut, nanoclays menjadi salah satu perhatian utama peneliti dunia karena keberadaannya yang berlimpah, murah, dan mudah untuk diproses.

Manfaat Nanokomposit dalam Kemasan Pangan

Peningkatan Kualitas dan Daya Hambat

Penambahan nanoclays dengan jumlah yang rendah dapat meningkatkan kekakuan kemasan, kestabilan terhadap panas, dan daya hambat terhadap gas dan uap. Selain itu, penambahan nanoclays ke matriks biopolimer seperti kitosan atau metil selulosa juga terbukti tidak berpengaruh pada sifat degradasi material. Beberapa nanoclays juga mampu menyebarkan radiasi sinar UV, yang sangat penting untuk diaplikasikan pada kemasan pangan yang berfungsi melindungi pangan dari cahaya.

Pengendalian Pelepasan Substansi

Nanoclays juga mampu mengontrol pelepasan substansi tertentu yang diterapkan pada teknologi active packaging. Ini membantu menjaga kualitas dan kesegaran produk lebih lama Sumber: Alexandre M. & Dubois P. (2000) Polymer-layered silicate nanocomposites: preparation, properties and uses of a new class of materials. Materials Science and Engineering.

Ramah Lingkungan

Material yang bisa digunakan sebagai polimer pada pembuatan polimer nanokomposit adalah selulosa. Selulosa sangat murah dan mudah ditemukan, ramah lingkungan, mudah didaur ulang, dan memiliki tingkat konsumsi energi yang rendah selama pemrosesan. Hal ini membuat selulosa nanofiller sangat menarik untuk dikembangkan sebagai nanokomposit yang murah, ringan, dan berkekuatan tinggi [Sumber: Sanchez MD dan Lagaron JM. (2012) Nanocomposite for food and beverage packaging material. Food Materials Science and Engineering].

Smart packaging, khususnya teknologi pengemasan makanan berbasis nanokomposit, menawarkan solusi inovatif untuk memenuhi permintaan pasar akan produk pangan seperti produk ready to eat dan ready to serve. Dengan keunggulan dalam meningkatkan daya hambat, kekuatan, dan kestabilan panas, serta kemampuannya dalam mengendalikan pelepasan substansi, nanokomposit menjadi material yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Penerapan teknologi ini tidak hanya membantu memperpanjang umur simpan produk, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keamanan pangan, serta mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Inovasi dalam teknologi pengemasan makanan adalah kunci untuk menjaga kualitas dan keamanan produk pangan, sekaligus memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang.”

Untuk pemilik bisnis kuliner yang ingin meningkatkan kualitas produk mereka dengan teknologi smart packaging berbasis nanokomposit, ini adalah saat hubungi Ralali Food untuk produksi makanan ready to eat dan ready to serve yang membawa manfaat jangka panjang bagi bisnis dan konsumen Anda.

Ralali Food Program

Bergabunglah dengan Ralali Food Program untuk mengembangkan bisnis horeca dan fnb Anda.


Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.