promo hot deals

#BusinessStory: Perpaduan Seni & Keahlian Yang Menawan, Bake of Art

Bake of Art

0

Bake of Art

Ralali Business Story

 

Halo! Kami ingin tahu, siapa Anda dan bisnis yang Anda jalankan?

Halo juga. Saya Eva Kristiani, pemilik Bake of Art.

Bake of Art berdiri pada Juni 2017, berdomisili di Jakarta Utara. Bake of Art bergerak di bidang Patisserie dan menjual desserts khas Prancis atau French Patisserie secara online, untuk saat ini fokus kami ialah French Tarts.

Nama Bake of Art sendiri terinspirasi dari kesenangan owner kami mendekorasi cake kecil, yang dimana selalu dipadukan unsur seni (art) di setiap tampilan akhir tarts yang kami buat.

Sumber: Instagram Bake of Art | @bakeofart

 

Apa yang menginspirasi Anda dalam menciptakan Bake of Art?

Cerita bermula ketika saya selesai menuntut ilmu kuliner di Culinary School Le Cordon Bleu Japan di Jepang dan pulang ke Tanah Air tercinta, Indonesia.

Dilihat dari maraknya bisnis lokal yang berinovatif untuk menciptakan kreasi kuliner baru, saya melihat bahwa bisnis kuliner di Indonesia sangat berpotensi.

Banyak juga yang berinisiatif membawa kuliner luar negeri kepada masyarakat lokal. Salah satunya adalah saya.

Saya belajar banyak tentang produk Perancis dikarenakan sekolah saya berasal dari Perancis. Di Jepang banyak sekali yang menjual kue-kue inovasi Perancis. Dari sana saya terinspirasi dan mendapat ide untuk membawa pulang produk-produk Perancis yang bisa diadaptasi di Indonesia, sesuai dengan situasi dan minat consumer Indonesia.

 

Bagaimana proses memulai dan peluncuran Bake of Art?

Di awal usaha, hal pertama yang saya cari adalah supplier bahan import untuk produk saya. Karena saya mengambil resep Perancis, butuh banyak bahan baku import untuk menjaga kualitas dan rasa. Setelah itu mencari transportasi produk, seperti mensortir opsi apa saja yang saya miliki sehingga bisa digunakan untuk mengirimkan produk Bake of Art.

Modal awal yang di perlukan tidak lah terlalu banyak karena Bake of Art beroperasi secara online sehingga tidak membutuhkan biaya lebih untuk sewa tempat.

“Karena tidak semua produk indah itu enak dikonsumsi.”

Kalimat itu mendasari kami mengurus Bake of Art menjadi; “Produk kami indah dan enak dikonsumsi.”

Semua produk Bake of Art yang kami kembangkan dan pasarkan adalah kombinasi rasa yang benar-benar telah dipikirkan. Butuh beberapa minggu untuk melakukan trial & error sebelum meluncurkannya ke pasaran. Tidak hanya rasa, juga bentuk dan desain harus melewati proses brainstorming serta trial & error

Semua ini dilakukan agar konsumen puas menikmati produk Bake of Artㅡ yang berisi seluruh effort kami.

 

Apa saja tantangan dalam menjalani atau mengembangkan  Bake of Art?

Tantangan dalam membangun bisnis sangat banyak. Terutama di pendahuluan usaha, menentukan pilihan terbaik itu tidak mudah.

Untuk tantangan terbesar saat ini adalah perihal transportasi.

Cuaca Indonesia yang beriklim tropis dan panas, mengancam kualitas cake dari Bake of Art. Kue dari Bake of Art sendiri tidak tahan lama dalam suhu ruangan apalagi terkena panas matahari. Jadi untuk transportasi kami mencari kurir motor lengkap dengan ice box dan dry ice untuk menjaga suhu kue.

Alasan lain memilih kurir motor karena lebih cepat sampai dan tidak terkena macet.

Dalam mengirim juga harus sangat hati-hati, karena pilihan transportasi tidak banyak, jadi harga yang dipatok oleh kurir masih terbilang mahal. Terkadang banyak customer yang enggan membayar ongkos kurir yang mahal karena pengiriman jauh, harga bisa hampir setengah dari harga kue yang dijual.

Tantangan kedua adalah bahan baku yang tidak mudah didapatkan.

Saat saya belajar di Jepang, sangatlah mudah mendapatkan bahan import Perancis di supermarket atau toko bahan baku terdekat. Di Indonesia sendiri karena belum terlalu marak tipe kue eropa, bahan baku yang dibutuhkan sangat sulit untuk didapatkan, terutama buah-buahan Eropa seperti wild berries dan semacamnya.

Tapi saya anggap tantangan kedua juga merupakan peluang positif, karena dengan hal ini, tidak banyak usaha yang bisa meniru ide kami.

 

Siapa target pasar Anda? Dan bagaimana cara Anda menarik perhatian customer Anda?

Kalangan menengah ke atas, pria maupun wanita di usia produktif 19-60 tahun; milennial group yang memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba hal baru. Pemakai smartphone dan media sosial. Juga pecinta kuliner dan dessert.

Untuk menarik target pasar kalangan menengah ke atas, kualitas adalah nomor satu. Namun untuk menyampaikan kualitas rasa kami, kami butuh foto berkualitas juga demi menonjolkan keunggulan produk kami. High quality product should be taken in a high quality photography.

Being unique and keep innovating is a must! Supaya pelanggan tidak bosan dengan product yang sama. Menjadi sponsor di event yang sesuai dengan target market juga menjadi pilihan efektif  untuk membuat nama brand Bake Of Art lebih dikenal. Biasanya dengan berpartisipasi dalam event, banyak target market–yang sesuai kriteria di atas–jadi mengetahui dan tertarik dengan kami.

 

Bagaimana harapan dan rencana bisnis Anda?

Karena untuk saat ini kami masih Online dan made by order. 

Rencana kami ke depannya adalah membangun outlet offlineㅡ berawal di Jakarta, dan semoga saja bisa berkembang sampai ke luar kota.

 

Saran atau nasihat yang ingin Anda sampaikan untuk rekan yang baru ingin atau baru saja memulai bisnis?

Untuk memulai usaha dibutuhkan keberanian, sikap ulet dan pantang menyerah.

3 hal ini harus terus jadi pedoman di kala merintis usaha dari nol. Karena bisnis itu naik turun seperti roda, jadi kita sebagai pengusaha tidak boleh menyerah ketika berada di bawah dan tidak boleh cepat puas ketika merasa di atas.

[ Baca Juga: #BusinessStory: Saya Resign Dari Perusahaan Ternama Demi Menjalankan Bisnis Florist (Wildbuds Floral Studio) ]

Buat Permintaan dan Pengadaan Barang

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.