Harga Jagung 2022 Diprediksi Cenderung Naik. Ada apa?

Desianto B Utomo, Ketua Umum GPMT atau Gabungan Perusahaan Makanan Ternak memprediksi Jagung akan hadapi anomali lagi di tahun 2022. Produksi jagung nasional dipercaya akan meningkat pada tahun ini, namun harga jagung akan tetap stabil tinggi atau cenderung naik.

Harga Jagung 2022 Diprediksi Cenderung Naik. Ada Apa? (*dok: Ralali.com)

“Sepertinya anomali yang sama seperti tahun 2021. Panen tapi malah berebut, (harga jagung) jadi naik,” ungkap Desianto B Utomo, Ketua Umum GPMT atau Gabungan Perusahaan Makanan Ternak saat melakukan interview dengan CNBC Indonesia, Rabu (9/2/2022).

Pada 2021 lalu, harga jagung terpantau tinggi padahal stok jagung melimpah. Hal ini terjadi karena distribusi yang tersendat, disparitas harga antara HAP atau Harga Acuan Pembelian dari Kementerian Perdagangan dengan harga yang ada di pasaran, adanya ketidaksinkronan antara pengusaha pakan besar dan kecil terhadap peternak rakyat, serta masa panen jagung yang tidak merata di seluruh daerah Indonesia.

Anomali pada tahun ini terjadi bukan dipicu oleh permintaan yang melonjak pasca pelonggaran lockdown yang terjadi di sejumlah negara, melainkan akibat efek domino dari gangguan cuara di sejumlah negara produsen jagung dunia.

“Sepertinya karena cuaca. Orang-orang khawatir sehingga berebut di pasar,” jelas Desianto B Utomo, Ketua Umum GPMT atau Gabungan Perusahaan Makanan Ternak.

Melansir dari laman tradingeconomics, harga jagung diprediksi akan terus bergerak naik hingga akhir kuartal-I 2022. Bahkan diprediksi dapat menembus hinggan 1.000 sen dolar AS per bushel atau setara 25 kg dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

“Posisi stok feedmill rata-rata cukup minim, kisaran DOH (Days On Hand) 25-35 hari. Gudang maupun trader juga pada beli. Jadi, kompetisi harga cukup ketat,” ujar Desianto B Utomo, Ketua Umum GPMT atau Gabungan Perusahaan Makanan Ternak.

Ia menjelaskan bahwa produksi jagung tahun ini diperkirakan masih sama seperti 2021 lalu, akan terjadi penambahan namun tidak terlalu signifikan, GPMT sendiri butuh jagung sekitar 650-700 ribu ton per bulannya. Kementerian pertanian juga telah menetapkan bahwa produksi jagung tahun 2022 akan mencapai hingga 20,10 juta ton.

Dapatkan pilihan jagung terlengkap dari berbagai distributor ternama dan berkualitas di https://www.ralali.com/search/jagung. Bagi para pelaku bisnis yang sedang membutuhkan distributor jagung untuk keperluan bisnis, temukan jagung dengan harga grosir terbaik hanya di Ralali.com. Jika memiliki permintaan khusus untuk jagung tertentu atau barang lainnya dapat mengajukan RFQ atau Request For Quotation disini.

Ayo Saling Membantu

Comments (0)
Add Comment