Pulau Jeju Korea dan 10 Pesona Menawan di Pulau Kebanggaan Negeri Ginseng

Pulau Jeju Korea dan 10 Pesona Menawan di Pulau Kebanggaan Negeri Ginseng

Korea Selatan menjadi salah satu destinasi wisata paling menarik untuk dikunjungi di dunia. Ya, belum lagi dengan adanya K-wave yang muncul dan mendominasi di dunia. Segala hal tentang Korea sangat mudah populer dan booming di Indonesia. Mulai dari daya tarik wisata hingga sumber daya alamnya yang memiliki kandungan nutrisi berkualitas.

Pulau Jeju Korea merupakan salah satu pulau beriklim subtropis yang tanahnya memiliki unsur vulkanik cukup tinggi. Kandungan vulkanik pada tanah membuat tanaman dan pepohonan tumbuh subur dan tanpa bahan kimia. Bahan-bahan organik seperti teh hijau, pala, dan volcanic scoria sering kali dipakai sebagai kandungan bahan berkhasiat untuk produk perawatan wajah.

Di mana letak Pulau Jeju?

Pulau Jeju terletak di sebelah selatan semenanjung Korea dan merupakan salah satu pulau terbesar di Korea Selatan. Meskipun memiliki iklim subtropis, cuaca di Pulau Jeju cenderung hangat sepanjang tahun sehingga tanaman masih dapat tumbuh dengan subur. Pada musim dingin juga jarang turun salju, tapi cuaca di Pulau Jeju cenderung berangin.

Kawasan inti di tengah Pulau Jeju merupakan taman nasional yang dilindungi. Sebagai salah satu pulau vulkanik, Jeju terbentuk sekitar dua juta tahun lalu dengan empat cakupan ekosistem biogeografi. Ekosistem utamanya yaitu hutan konifer alpen, hutan berdaun lebar dengan iklim sedang, hutan lucidophyll, dan lahan rumput sedang.

Letusan gunung berapi yang membentuk Pulau Jeju ribuan tahun lalu membuat tanah di pulau tersebut tumbuh subur. Bunga sakura yang terkenal di Jepang malah tumbuh sangat banyak dan subur di Pulau Jeju setiap tahunnya selama musim semi. Tidak hanya bunga sakura, tumbuhan lain juga tumbuh subur karena mendapatkan nutrisi yang tinggi dari tanah vulkanik.

Fakta Menarik Pulau Jeju Korea Selatan

Apa yang membuat wisatawan tertarik berkunjung ke Pulau Jeju? Selain daya tarik wisatanya yang unik, wisatawan biasanya juga ingin datang langsung untuk memilih produk terbaik dari Hawaii-nya Korea Selatan ini. Bagi yang senang belanja, Pulau Jeju akan jadi destinasi wisata yang sangat menarik untuk berbelanja berbagai produk dengan bahan organik berkhasiat. Sebelum memutuskan pergi ke Pulau Jeju, mari simak fakta-fakta menarik tentang Pulau Jeju Korea Setalan berikut ini.

Kantongi 3 Status Resmi dari UNESCO

Tebing vulkanik dengan pilar-pilar indah di Pulau Jeju. (Unsplash/Julie Fung)

Pulau Jeju dinobatkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada tahun 2010. UNESCO juga menobatkan Jeju dengan Biosphere Reserve untuk Gunung Halla pada 2002 dan Natural Heritage Sites untuk Gunung Halla, Puncak Seongsan, dan gua Manjanggul pada 2007. Dengan tiga status yang dinobatkan UNESCO ini, tak heran jika Pulau Jeju menjadi salah satu situs yang layak dikunjungi di dunia.

Punya Sistem Pemerintahan Sendiri

Korea Selatan terdiri dari sembilan provinsi, tapi Pulau Jeju malah menjadi provinsi yang punya sistem otonominya sendiri. Dengan begitu, Pulau Jeju sering dianggap negara di dalam negara. Bukan hanya itu, dialek penduduk asli di Pulau Jeju juga sangat berbeda hingga dianggap sebagai bahasa tersendiri. Namun, penutur yang semakin sedikit membuatnya terancam punah dari Atlas of Language UNESCO.

Destinasi Wisata Bebas Visa

Pulau Jeju Korea bisa dikunjungi dengan bebas visa. (Pixabay/eun jin you)

Nah, berkunjung ke Pulau Jeju dari Indonesia juga bisa bebas visa untuk satu bulan kunjungan. Namun, untuk pesawat yang digunakan tidak berhenti langsung di Pulau Jeju, pastikan juga negara transitnya bebas visa, ya.

Memiliki Lorong Lava Terbesar di Dunia

Gua Manjanggul adalah destinasi wisata sepanjang 30 kilometer yang terletak di sebelah timur pusat kota dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan bus. Terowongan lava ini terbentuk sekitar 200.000 – 300.000 tahun yang lalu dengan lelehan batuan yang keluar dari dalam tanah. Ada koloni kelelawar dan berbagai jenis serangga liar yang bisa ditemukan para wisatawan di dalam gua.

Menganut Sistem Semimatriarki

Wanita memegang peran sebagai identitas kebudayaan. (Unsplash/Harry Cunningham)

Daya tarik lain dari Pulau Jeju adalah para penyelam wanita pencari kerang dan abalon yang disebut sebagai Haenyeo. Para penyelam ini mengumpulkan kerang dan abalon dengan tangan kosong dan bahkan sudah lanjut usia. Namun, mereka masih berperan sebagai tulang punggung keluarga. Haenyeo menjadi salah satu identitas budaya yang menjadi simbol kemandirian, tekad, dan kemauan kuat.

Destinasi Favorit untuk Pasangan

Pulau Jeju juga merupakan salah satu lokasi wisata favorit bagi para pasangan. Ada mitos yang mengatakan bahwa perempuan yang berhasil mengusap hidup patung Dol Hareubang akan cepat punya anak. Di Loveland bahkan ada tempat wisata dengan patung yang menyimbolkan erotisme dan sensualitas.

Tidak Bisa Pakai Google Maps di Pulau Jeju

Saat berkunjung ke lokasi wisata yang belum familier, wisatawan sering kali berkunjung ke sebuah lokasi dengan hanya mengandalkan Google Maps. Namun, Google Maps tidak bisa dipakai setibanya di Pulau Jeju, loh. Tenang, wisatawan tetap bisa mengunduh Naver Maps di smartphone, kok.

Didominasi Turis Lokal Berbahasa Korea

Jika ingin lebih berbaur dengan penduduk lokal, cobalah untuk mengunjungi Pulau Jeju dan belajar bahasa Korea. Meski dialek penduduk aslinya berbeda, Anda bisa berinteraksi dengan turis lokal yang bisa berbahasa Korea. Setidaknya, beberapa sapaan bisa digunakan untuk tawar menawar harga barang yang akan dijadikan sebagai oleh-oleh.

Tidak mau repot saat berbelanja? Tidak perlu khawatir, produk-produk dari Pulau Jeju akan hadir di Jeju Island Product Signature Ralali.com. Belanja produk-produk terbaik tidak perlu repot dan bisa dilakukan dari rumah, deh. Jadi, tidak perlu repot juga belajar bahasa Korea atau tawar-menawar harga.

Punya Kisah Kelam di Balik Keindahannya

Lokasi Pulau Jeju Korea dikelilingi oleh lautan.(Pixabay/sh Cho)

Pesona alam Pulau Jeju memang sangat indah dan menawan, tapi pulau ini malah dipakai sebagai pengasingan kriminal dan pemberontak di zaman Dinasti Joseon. Lokasi pulau yang terpisah dari daratan utama Korea membuat lokasi Pulau Jeju sangat sulit digunakan untuk melarikan diri. Pada tahun 1950, lebih dari 70% desa di Pulau Jeju juga dibakar dengan lebih dari 30.000 orang militan terbunuh.

Kuliner Laut yang Segar dan Lezat

Pulau Jeju dikelilingi lautan sehingga hidangan laut di sana bisa dinikmati dalam kondisi segar. Korea juga punya cita rasa yang sangat kuat saat mengolah makanan. Karena itulah, jangan lewatkan hidangan laut mulai dari ikan layur hingga seafood hotpot yang hangat untuk dinikmati saat udara dingin. Bagi yang punya alergi atau tidak suka hidangan laut, cobalah daging babi hitam jeju yang lezat dari Jeju.

Itulah berbagai fakta menarik yang perlu diketahui dari Pulau Jeju. Hal ini tidak hanya terbatas untuk yang ingin liburan saja, loh. Anda juga bisa menjadikan informasi populer mengenai Pulau Jeju ini sebagai salah satu daya tarik penjualan produk-produk Korea terbaik untuk bisnis Anda. Siapa tahu, Anda bisa mendapatkan inspirasi untuk melakukan strategi usaha yang baru!

Ayo Saling Membantu

Comments (0)
Add Comment