Apa Itu Mikroskop Stereo ?

0
Fungsi Mikroskop Stereo
Image:

Apa Itu Mikroskop Stereo ? – Mikroskop stereo merupakan mikroskop yang dipakai untuk observasi perbesaran rendah dari sampel dengan ukuran relatif besar secara tiga dimensi. Mikroskop stereo pun disebut sebagai mikroskop binokuler. Cahaya yang di pakai mikroskop jenis ini umumnya berasal dari pantulan sampel.

Baca: Macam Macam jenis Mikroskop Beserta Fungsinya Masing Masing

Mikroskop stereo menggunakan dua jalur optik atau dua lensa okuler terpisah dengan dua lensa objektif serta lensa mata untuk memberi sudut pandang yang lebih baik sewaktu menggunakan dengan kedua mata. Mikroskop jenis ini tak sama seperti mikroskop optik dua lensa mata atau mikroskop majemuk serta sebuah binoviewer.

Fungsi mikroskop stereo ialah untuk melihat suatu benda dengan realistis gambar tiga dimensi. Mikroskop stereo ini bisa melihat keseluruhan permukaan objek dengan kedalaman perspektif. Benda-benda yang tak tembus cahaya semisal batu ataupun papan sirkuit bisa diteliti menggunakan mikroskop stereo ini sedangkan untuk mikroskop cahaya mesti memakai preparat setipis mungkin agar bisa tembus cahaya. Mikroskop stereo kerap dipakai untuk mempelajari permukaan dengan spesimen padat ataupun untuk melakukan sejumlah pekerjaan semisal pembedahan, manufaktur papan sirkuit, pembuatan jam, inspeksi papan sirkuit, serta forensik. Mikroskop stereo merupakan alat penting pada bidang entomologi. Pemakaian mikroskop ini pada bidang tersebut bisa meningkatkan efisiensi kerja.

Komponen utama dari mikroskop stereo hampir sama seperti mikroskop cahaya, akan tetapi mikroskop stereo memakai cahaya terpantul bukan menggunakan cahaya yang ditransmisikan. Cahaya mikroskop stereo berasal dari pantulan permukaan objek, bukan cahaya yang ditransmisikan melalui objek semisal pada mikroskop cahaya.

Ruang ketajaman dari lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dari pada mikroskop cahaya sehingga mikroskop stereo bisa dipergunakan untuk melihat objek dalam bentuk 3 dimensi. Ukuran dari mikroskop stereo lebih besar jika dibandingkan dengan mikroskop majemuk, yaitu dengan tinggi sekitar 1 hingga 2 meter. Dengan menggunakan mikroskop ini, peneliti tak akan mengalami kelelahan mata sebab memakai dua mata sehingga tak perlu lagi memiringkan mata ketika melihat objek.

Ada 2 macam sistem pembesaran yang kerap dipakai pada mikroskop ini, pertama ialah pembesaran tetap di mana pembesaran tersebut dilakukan dengan sepasang lensa objektif yang mempunyai tingkat pembesaran. Kedua ialah pembesaran zoom di mana tingkat pembesarannya bisa diatur.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.