Cara Menghitung Harga Jual Reseller Online Agar Tetap Dapat Untung

0

Bisnis memang selalu jadi hal yang menantang bagi banyak orang. Ada banyak jenis bisnis yang bisa dimulai sesuai dengan modal yang Anda miliki. Salah satu jenis bisnis yang paling mudah untuk dicoba adalah menjadi reseller. Biasanya, ada banyak merek produk populer yang menawarkan produknya untuk dijual kembali di lingkaran komunitas yang lebih kecil.

Jadi reseller memungkinkan Anda untuk dapat lebih bebas menentukan harga tanpa harus membeli stok produk terlebih dahulu. Namun, reseller harus sudah bekerja sama dengan produsen saat ada pesanan yang datang dari konsumen. Ada model bisnis yang mirip dengan reseller yaitu dropship. Perbedaan utamanya, dropshipper hanya dapat komisi dengan nilai yang ditentukan produsen atau distributor.

Berapa keuntungan reseller yang ideal?

Harga reseller harus menghitung semua biaya yang dibutuhkan. (Pexels/Karolina Grabowska)

Apakah reseller bisa menentukan harga pasar setinggi-tingginya? Ya, biasanya hanya akan ada harga jual minimum yang ditentukan oleh pihak pertama. Namun, reseller bisa menentukan harga jual sesuai dengan keinginannya. Meski begitu, hati-hati karena reseller produk pastinya tidak hanya ada satu, loh. Kalau harga yang Anda tentukan terlalu tinggi, produknya bisa tidak laku karena kalah saing di pasaran.

Harga jual reseller yang ideal biasanya dirumuskan dengan perhitungan sebagai berikut:

Harga Jual = Harga Beli + Biaya Operasional + Besar Laba

Rumus harga jual reseller tersebut akan sangat dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Sementara itu, besaran laba yang biasa dipakai untuk penjualan barang retail adalah 20 – 30% dari harga beli. Ingin dapat untuk lebih banyak? Boleh saja hitung laba hingga 50% atau lebih, asalkan proyeksi penjualan Anda sudah sesuai dengan beberapa faktor pemasaran agar bisa cepat bali modal.

Penentuan Harga Jual Barang Reseller

Nah, sekarang saatnya mengetahui faktor-faktor yang bisa berpengaruh pada harga jual reseller. Anda bisa mulai melakukan proyeksi usaha dari produk yang dipasarkan dengan langkah-langkah berikut ini.

Hitung biaya operasional

Biaya pengemasan dan pengiriman harus diperhitungkan. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Saat melakukan suatu usaha, Anda harus melakukan perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan operasional. Salah satu biaya yang tidak boleh luput dari perhitungan adalah biaya pengemasan barang. Mungkin terkesan sepele dan tidak seberapa. Namun, akumulasi biaya bisa saja merugikan Anda saat jumlah penjualan sudah semakin meningkat.

Biaya operasional lain yang perlu diperhitungkan adalah biaya transportasi (bahan bakar), komunikasi (pulsa telepon dan kuota internet), biaya marketing (misalnya iklan media sosial), dan lain-lain. Namun, pastikan juga biaya yang diperhitungkan memang hanya yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, ya!

Tentukan target penjualan

Penentuan target penjualan menentukan jumlah keuntungan. (Pexels/Tiger Lily)

Memulai usaha memang bisa dilakukan kapan saja. Namun, pertanyaan selanjutnya adalah, “Sampai kapan?”

Ya, Anda tidak bisa terus menerus melakukan sebuah usaha tanpa mendapatkan untung, loh. Anda harus menentukan waktu untuk berhenti jika target usaha Anda tidak tercapai dalam kurun waktu tertentu. Hal ini juga akan memicu Anda untuk tetap termotivasi untuk mencapai target yang diinginkan.

Kenali daya beli pasar

Daya beli pasar harus disesuaikan dengan rentang harga. (Pexels/mentatdgt)

Segmentasi pasar yang menjadi target usaha Anda juga akan menentukan seberapa besar untung (laba) usaha untuk Anda dapatkan. Jika produk yang akan Anda jual kembali menargetkan segmentasi usia 18 tahun, kondisi keuangannya tentu berbeda dengan segmentasi pasar usia 45 tahun dan sudah bekerja.

Karena itu, tentukan target pasar yang diinginkan dengan melakukan personifikasi usia, demografi (tempat tinggal), jenis kelamin, pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini akan membantu Anda untuk dapat menentukan dan mengembangkan laba dari waktu ke waktu.

Perhatikan harga jual pesaing

Membandingkan harga pasaran agar produk bisa tetap bersaing. (Pexels/Zen Chung)

Nah, hal terakhir ini adalah salah satu hal yang tidak kalah penting. Anda harus bisa bersaing dengan reseller lain yang juga memiliki produk serupa. Belum lagi, pasti ada juga barang lain yang diproduksi dengan segmentasi pasar yang berbeda. Oleh karena itu, lakukan riset di beberapa situs marketplace untuk mengetahui harga pasaran produk yang akan Anda jual kembali secara online.

Jumlah permintaan produk

Semakin banyak permintaan, semakin besar untung yang bisa didapatkan. (Pexels/Sam Lion)

Jangan terburu-buru karena masih ada salah satu faktor yang bisa memungkinkan Anda untuk kembali melakukan mark up harga jual produk. Jika barang yang Anda miliki merupakan salah satu produk langka yang jarang diproduksi, Anda masih boleh menambahkan nilai laba yang lebih tinggi.

Hal ini tetap Anda lakukan secara hati-hati, ya. Jangan sampai harga jualnya tidak masuk akal dan merusak kesan usaha yang sudah Anda mulai. Anda juga harus menjaga nama baik brand yang bekerja sama dengan usaha Anda agar keuntungan dan kerja sama tetap langgeng di masa mendatang.

Jadi, itulah beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk dapat menentukan harga jual produk reseller yang ideal. Sebenarnya, ideal atau tidaknya harga jual akan kembali ke kondisi pasar. Agar dapat untung yang optimal, Anda bisa melakukan beberapa eksprimen dengan mengubah harga jual untuk dapat laba yang sesuai.

Ayo Saling Membantu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Skip to toolbar