Memulai Bisnis Bersama Ralali.com

Cara Mengukur Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter Digital

0

Cara Mengukur Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter Digital

Cara Mengukur Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter Digital – Penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah dapat mengancam siapa saja. Baik itu pria atau wanita dari yang masih muda sampai yang sudah tua semuanya berpotensi terancam penyakit ini. Secara umum, penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah terbagi menjadi dua jenis, yaitu penyakit tekanan darah tinggi atau biasa disebut dengan hipertensi serta penyakit tekanan darah rendah atau bisa disebut dengan hipotensi.

Kedua penyakit tersebut sama-sama memberikan efek buruk untuk tubuh, sebab mampu mengakibatkan bermacam komplikasi terhadap bagian tubuh lain. Apabila sudah telanjur mengidap salah satu dari penyakit tadi, maka amat penting punuk secara konstan menjaga tingkat tekanan darah di kisaran normal supaya efek buruk yang terjadi tidak semakin parah.

Baca: Cara Mengukur Lemak Tubuh

Untuk mengukur tekanan darah, biasanya ahli kesehatan memakai alat yang bernama tensimeter, sebutan bahasa kedokterannya ialah sphygmomanometer. Tensimeter berfungsi guna mengetahui berapa tekanan sistole serta diastole pasien sehingga dapat ditentukan pakan tekanan darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Mengukur tekanan darah dengan memakai tensimeter analog cukup sulit dilakukan disebabkan kurangnya kemahiran dalam membacanya. Akan tetapi jangan khawatir, anda bisa mennggunakan tensimeter digital yang pemakaiannya begitu mudah jika dibandingkan dengan tensimeter analog.

Cara mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital

  • Duduklah di kursi yang nyaman serta istirahatlah sekitar 5 menit.
  • Balutkan bagian tengah tangan atau sekitar 3 cm dari lekuk siku bagian dalam dengan selubung tensimeter, pastikan dibalut dengan kencang namun jangan terlalu kencang sebab akan mempengaruhi kualitas pembacaan terhadap tensimeter digital.
  • Pastikan katup pelepas udara sudah tertutup
  • Aturlah tekanan yang yang diberi tensimeter 30 sampai 40mmHg lebih tinggi dari pembacaan sistole yang terakhir, misalnya apabila tensi anda yang sebelumnya adalah 120/80mmHg maka aturlah tekanan yang akan diberi tensimeter 160mmHg.
  • Apabila prosesnya berjalan benar, maka secara perlahan selubung akan menembang serta ketikan sudah mencapai tekanan yang ditentukan secara perlahan selubung akan mengempis antara 2 sampai 5mmHg/ detik. Angka tersebut akan ditunjukkan pada layar tensimeter.
  • Catatlah angka yang yang ditunjukkan pada layar tensimeter serta lakukan pengukuran secara berkala di lain waktu. Apabila angka lebih tinggi berarti tekanan sistole dan jika rendah berarti tekanan diastole.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.