Nicholas Kurniawan- Menjadikan Kesulitan Sebagai Batu Lompatan

0

Masa-masa SMA selalu menjadi memori yang sulit terlupakan. Masa dimana kita masih melakukan banyak hal bersama dengan teman- teman. Mulai dari belajar sama – sama, nakal bareng – bareng sampai belajar apa itu jatuh cinta dan patah hati.

Hmm, inget jaman sekolah rasanya bikin kita ingin balik ke masa itu ya.

Ya, memang bagi sebagian orang masa- masa sekolah itu adalah saat – saat yang selalu dirindukan. Namun mungkin berbeda dengan Nicholas Kurniawan, baginya masa sekolah adalah titik balik dalam hidupnya. Dimana saat ia mengetahui pembayaran uang sekolahnya yang tertunggak.

Lahir dari keluarga yang sederhana membuat orang tua Nicholas harus berhutang kesana – kemari untuk menyambung hidup dan menyekolahkan anak – anaknya. Kondisi keluarga inilah yang akhirnya memaksa pemuda kelahiran 29 Januari 1993 ini harus mandiri lebih awal, dan bertekad untuk menjadi orang sukses yang bisa membanggakan kedua orang tuanya.

 

Sukses yang Dimulai Dari Sebuah Kegagalan

Memiliki mimpi yang besar dan disertai kerja keras itulah yang menjadi key point Nicholas yang akrab dipanggil Nicho ini. Sejak duduk di bangku sd, ia sudah memulai bisnis kecil – kecilan dengan berjualan makanan dan minuman. Namun sayangnya itu tidak berlangsung lama.

Tidak patah arang pemuda yang sempat berkuliah di STIE Prasetya Mulya ini, kembali menjajal berbisnis dengan menjual pakaian. Tapi lagi – lagi ia harus mendapati kekecewaan karena bisnis ini kembali gagal.  

Meskipun telah mengalami dua kali kegagalan, Nicho tidak mau disebut gagal. Ia lebih suka menganggapnya  sebagai kalau ia belum menemukan cara yang tepat untuk mencapai kesuksesan.

 

Turning Point Kehidupan

Setelah berbagai bidang usaha telah ia jalani mulai dari makanan, minuman, MLM, hingga asuransi, baru pada usia 17 tahun ia menemukan celah keberhasilan. Nicho yang saat itu duduk di bangku kelas dua di SMA Kolese Kanisius, dihadiahi oleh seorang temannya sepaket ikan Garra Rufa yang biasanya digunakan untuk terapi.

Karena merasa tidak terlalu bermanfaat baginya, iseng-iseng Nicholas pun menjualnya di sebuah forum jual-beli. Mengejutkan ternyata hanya dalam hitungan jam, ikan Garra Rufa yang ia jual mendapatkan animo yang besar.

Melihat dari respon luar biasa dari pembeli, ia kemudian mempelajari lebih dalam tentang ikan ini, bahkan tak lupa menanyakan dari mana ia mendapatkan ikan tersebut. Dari situ itulah ia mendapatkan supplier ikan untuk dijual kembali secara online.

Bisnis yang Berkembang Menjadi Brand Venus Aquatics

Siapa sangka dari hasil mengelola jual ikan Garra Rufa, Nicho mampu menghasilkan 2-3 juta rupiah perbulannya dan yang akhirnya merambah pada jenis ikan lainnya.

Tak ingin berhenti disitu, ia kemudian mengembangkan bisnisnya dan membangun sebuah brand dengan nama Venus Aquatics. Dari brand yang ia bangun ini, ia bisa memperoleh pemasukan ratusan juta rupiah tiap bulannya. Bahkan mampu menjual ikan hiasnya ke berbagai daerah Indonesia hingga ke luar negeri.

Meskipun dari aktivitas bisnis melalui brand yang ia kembangkan sudah berhasil mendapatkan pemasukan yang besar, namun Nicho ingin menularkan semangat berbisnis kepada junir SMA nya melalui Synergy Entrepreneur Academy. Synergy Entrepreneur Academy adalah suatu workshop startup bisnis bagi para siswa SMA. Dari sinilah Nicholas Kurniawan bermimpi mencetak 5 juta pengusaha baru.

Nicholas meyakini bahwa untuk berhasil perlu kegigihan. Memang ada masanya naik turun dalam sebuah bisnis tapi tak peduli seberapa banyak kita jatuh asalkan kita mampu untuk bangkit kembali.

Buat Permintaan dan Pengadaan Barang

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.