Menjamurnya Bisnis Kopi Indonesia Membuka Peluang Bisnis Mesin Kopi

Menjamurnya Bisnis Kopi Indonesia Membuka Peluang Bisnis Mesin Kopi

Ralali News – Menjamurnya bisnis kopi di Indonesia beberapa tahun belakangan, membuat kopi menjadi sektor bisnis primadona di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan kemunculan kedai kopi dari yang sederhana hingga kekinian di berbagai kota seluruh Indonesia.

Kalangan milenial yang biasa menikmati minuman kopi kekinian disinyalir sebagai faktor pendorong menjamurnya bisnis kopi di Indonesia. Bahkan sekarang, makin banyak varian kopi kekinian yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia.

Salah satu bisnis kopi yang paling diminati di Indonesia beberapa tahun belakangan ini adalah tren kopi susu kekinian. Bahkan, pada tahun 2020 nilai transaksi kopi di Indonesia dapat mencapai Rp 4,8 triliun. Nilai transaksi ini bisa meningkat 2-3 kali di tahun mendatang.

Pertumbuhan kedai dan gerai kopi di Tanah Air terus mengalami lonjakan. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian memaparkan bahwa, pada tahun 2016 terdapat lebih kurang 1000 kedai kopi Indonesia.

Angka tersebut terus melonjak menjadi lebih kurang 3000 kedai kopi per-Agustus 2019 di Indonesia. Tren bisnis kopi kekinian ini membuka kesempatan untuk pelaku usaha di industri kopi untuk memasok kebutuhan kedai kopi.

Menjamurnya bisnis kopi di Indonesia tersebut juga berpengaruh pada alat-alat kebutuhan kedai kopi, seperti mesin kopi dan sebagainya. Jadi, meningkatnya bisnis kopi di Indonesia juga membuat permintaan untuk mesin kopi semakin tinggi pula.

Ralali.com merupakan wholesale marketplace pertama di Indonesia juga turut meramaikan bisnis kopi di Indonesia. Pasalnya, sebagai wholesale marketplace di Indonesia, Ralali turut membantu dan memudahkan para pelaku usaha tak terkecuali di industri kopi.

Dalam laman Ralali.com, berbagai produk kopi yang dijual mulai dari perbungkus sampai per-box bisa Anda temukan disana. Begitu pula produk pendukung kegiatan usaha kopi Anda, berbagai macam alat mesin pembuat kopi tersedia di Ralali.

Ayo Saling Membantu

Comments (0)
Add Comment