Jangan Salah! Ini Bedanya Rapid Test Dengan PCR / Swab Test.

0

Sama-sama untuk test COVID-19, Bedanya apa sih ?

Sejak kemunculan virus yang berasal dari Wuhan pada awal tahun 2020 lalu, menyebabkan semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang ditemui di Indonesia. Merambatnya virus yang sudah berstatus pandemi ini membuat sebagian daerah di Indonesia sudah mulai memasuki zona oranye, merah hingga hitam. Hal ini yang akhirnya membuat pemerintah bersama dengan perusahaan swasta bergandeng tangan untuk melandaikan kurva kasus COVID-19. 

Kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah dengan perusahaan swasta membawa Indonesia semakin mengenal dengan beberapa beberapa istilah untuk test COVID-19. Test untuk mengetahui apakah seseorang telah mengidap penyakit Corona ini biasanya dilakukan dengan rapid test atau test PCR (Swab test). Namun untuk memenuhi test tersebut, dibandrol dengan harga yang lumayan jauh berbeda dimana PCR berkali lipat lebih mahal dari test rapid. Oleh karena itu menimbulkan banyaknya pertanyaan masyarakat terkait perbedaan test ini. 

Jika kamu salah satunya, Yuk kenali dulu sebelum mengikuti test-nya!

Source : Google

Rapid Test

Beredarnya alat rapid test yang dibandrol dari harga ratusan ribu semakin me

Pada dasarnya, test ini dilakukan sebagai langkah awal penyaringan terhadap virus corona. Sedangkan, untuk diagnosis terinfeksinya seseorang dengan COVID-19 harus menggunakan hasil test swab.

Untuk pengambilan sampel ini sendiri menggunakan test darah yang biasa diambil di ujung jari atau di lengan tangan.Uji ini bertujuan untuk memeriksa virus menggunakan IgG dan IgM, singkatnya IgG dan IgM merupakan antibodi yang terbentuk saat diri kita mengalami infeksi virus. Dari hasil ini dapat memperlihatkan ada tidaknya IgG dan IgM yang terbentuk di tubuh, Jika ada, itu artinya hasil rapid test positif dan harus dilakukan test PCR / Swab karena test ini dianggap lebih akurat. 

PCR / Swab Test 

Berbeda dengan instruksi pengecekan rapid, PCR / swab test dilakukan dengan pengecekan hidung dan tenggorokan. Alat test yang digunakan memiliki ujung yang dapat mengambil cairan. Cara kerjanya dengan memasukkan alat test hingga ujung hidung dan tenggorokan, kemudian alat test akan mengambil cairan di ujung hidung kanan, kiri dan tenggorokan. 

Setelah alat berhasil mengambil sampel cairan, kemudian sampel tersebut dimasukkan ke dalam tabung yang kemudian dilakukan pengujian PCR di lab. 

Cara kerja pengecekkan PCR yaitu seperti pencocokan DNA. Jadi, jika sampel seseorang sama dengan DNA yang terdapat dalam virus SARS-COV2, dapat dikatakan bahwa seseorang positif terkena COVID-19. 

Sudah jelas berbeda kan antara rapid test dan swab test?

Ralali Food Program

Bergabunglah dengan Ralali Food Program untuk mengembangkan bisnis horeca dan fnb Anda.


Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.