Mebel Bahan Limbah, Ada?

0

Sebuah mebel identik dengan bahan kayu yang dirangkai hingga menjadi bentuk kursi, meja atau lemari. Tapi bagaimana dengan mebel bahan limbah, apakah ada? Ini yang news.ralali.com akan paparkan pada Anda lewat sisi lain berita industri tentang keberadaan mebel dari bahan limbah alias sampah manusia yang tak terpakai.

Mebel Bahan Limbah, Ada?
Ilustrasi-Furnitur-Hasil-Limbah

Sampah bekas kemasan minuman instan yang melimpah tentu menjadi problem lingkungan yang cukup serius. Belum lagi dengan tumpukan sampah plastik kemasan yang ada di pinggir jalan atau sudut jalan, tak jarang tempat sampah kecil jadi wadah gunungan plastik dan sampah lain hingga mengakibatkan banjir ketika hujan.

Menariknya, sebuah perusahaan pengolah alumunium foil di kawasan Pulo Gadung, Jakarta mengembangkan inovasi yang belum banyak ada, bahkan belum pernah dibuat oleh vendor furnitur, yakni membuat sebuah mebel bahan limbah.

Percaya atau tidak ini terjadi, sebuah furnitur jenis mebel hasil inovasi kreatif bahan limbah terbuat dan bisa digunakan seperti layaknya mebel bahan kayu yang lazim ada.

Mebel Bahan Limbah, Ada?
Tak-Hanya-Indonesia,-Di-Luar-Negeri-Juga-Tetap-Ada-Penyisihan-Limbah

Berawal Dari Pengolahan Sampah

Ini semua berawal dari pengolahan sampah yang ditekuni, menampung para pencari bahan limbah, kemudian membayar jerih temuan limbah yang sesuai untuk di olah dengan upah yang sesuai, itu adalah pekerjaan rutin yang mengucurkan peluh tak sedikit.

Proses pemilahan juga tak kalah penting, untuk melebur sebuah alumunium tentu harus dipisahkan antara jenis limbah alumunium dengan limbah lain, dan ini yang kerap dilakukan oleh para pengumpul limbah di berbagai daerah.

Setelah itu, peleburan atau melakukan pengolahan dimulai hingga menjadi bahan tertentu dan dijual pada perusahaan pembuat alumunium. Nah, perusahaan inilah yang kemudian menjadikan bahan baku dari para pencari limbah tersebut sebagai bahan baku jadi untuk keperluan rumah tangga dan lain sebagainya tergantung dari jenis usaha yang digeluti oleh perusahaan tersebut.

Di pulogadung Jakarta Timur misalnya, PT Sapta Lestari Perdana ini memproduksi lembaran papan dari aluminium foil. Dan bahan baku yang dimiliki adalah dari para pencari limbah yang kemudian dijual pada perusahaan dengan harga yang bervariatif, tergantung dari jenis limbah, proses pengolahan hingga jumlah limbah yang dijual.

PT Sapta Lestari adalah salah satu perusahaan yang juga memanfaatkan papan tersebut sebagai bahan baku pembuatan mebel, seperti rak, meja, kursi, kotak surat, dan tempat tisu. “Kami sudah terjun di usaha ini sejak tahun 2010,” kata Yanto Mul-yahardi, Manajer Marketing PT Sapta Lestari Perdana.

Mebel Bahan Limbah, Ada?
Proses-Pengolahan-Limbah-Alumunium-Modern

Melalui Proses Modern

Menurut Yanto, bahan baku limbah sampah bekas kemasan sebagai mebel bahan limbah mereka peroleh dari tiga tempat, yaitu Surabaya, Tangerang, dan Bandung. Dalam sebulan, perusahaan ini bisa menghabiskan 220 ton sampah kemasan untuk diambil aluminium foil-nya.

Proses pembuatan lembaran papan aluminium foil itu ternyata tidak memakan waktu lama karena sudah menggunakan teknologi machine tools yang modern. “Proses pertamanya dikeringkan dulu, disortir, dan kemudian dimasukkan ke mesin,” jelas Yanto.

Proses pembuatan mebel bahan limbah ini pihaknya juga menggandeng pabrik kertas untuk pengambilan kandungan aluminium foil dari limbah kemasan. Karena perusahaan kertas itu yang punya teknologi dan cara khusus memisahkan kertas dengan bagian aluminium foil dari kemasan.

Sampai saat ini, PT Sapta Lestari Perdana bisa menghasilkan 2.000 sampai 3.000 lembar papan aluminium foil. Harga papan ini dibanderol sekitar Rp 172.000 per lembar. Sedang produk jadi dijual mulai Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per produk.

Papan aluminium foil ini banyak dicari produsen mebel dari Jakarta. Tapi tidak jarang pula mereka mendapat order dari perajin mebel di Kalimantan, Bali, dan daerah lainnya. Dalam sebulan, mereka bisa mengantongi omzet sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. “Besaran profitnya cukup menarik,” kata Yanto.

Yanto menyatakan, tidak menemui kendala berarti dalam menekuni usaha mebel bahan limbah ini. Hambatan justru ada di bagian pengiriman barang ke konsumen. Kondisi lalu lintas Jakarta yang padat membuat pengiriman barang menjadi terlambat.

Mebel Bahan Limbah, Ada?
Kotak-Furnitur-Dari-Papan-Alumunium-Dari-Bahan-Limbah

Melalui tangan kreatif dan tekad untuk terus mempertahankan eksistensi usaha yang digeluti, tak ayal pasti ada jalan untuk berkembang dan lebih maju. Seperti usaha mebel limbah ini, banyak perusahaan furnitur yang melakukan pemesanan bahan baku berupa papan alumium untuk dijadikan industri lain, selain jenis mebel.

Ralali Food Program

Bergabunglah dengan Ralali Food Program untuk mengembangkan bisnis horeca dan fnb Anda.


Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.