Menghindari Risiko Kebakaran di Laboratorium

0
Menghindari Risiko Kebakaran di Laboratorium
Image: www.torontosun.com

Menghindari Risiko Kebakaran di Laboratorium – Kesehatan kerja di laboratorium mesti didukung dengan adanya fasilitas keamanan, keselamatan serta kesehatan kerja. Perhatian terhadap fasilitas keselamatan baik itu kotak P3K, fasilitas pintu keluar, design ruang bahan kimia dan alat pemadam api mesti optimal serta detail. Jangan sampai terlewatkan walau hanya sedikit sebab keselamatan kerja menjadi perhatian yang utama.

Baca: Perlengkapan Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia

Salah satu kecelakaan yang dikhawatirkan ialah kebakaran, sebab dalam ruangan banyak sekali menyimpan bahan kimia serta bahan lainnya yang mudah terbakar. Jika terjadi kebakaran bahan kimia akan berdampak buruk, sebab udara akan tercemar dari asap bahan kimia yang terbakar. Jalannya api juga sangat cepat sewaku melahap bahan kimia yang mudah terbakar, maka dari itu jangan sampai legat sedikit pun dalam menghadapi risiko kebakaran ini.

Baca: Kapankah Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan Yang Tepat?

Berikut ini merupakan sejumlah langkah yang mesti diperhatikan dalam risiko kebakaran yang mungkin terjadi dalam sebuah laboratorium.

  • Ruang laboratorium mesti mempunyai sistem ventilasi yang baik, proses keluar masuknya udara bisa stabil, terdapatnya sirkulasi udara segar yang masuk ke ruangan. Semuanya mesti diperhatikan dengan baik. Kian baik sirkulasi udara, maka keadaan laboratorium pun akan sehat. Sama halnya dengan rumah, sirkulasi udara menempati posisi utama serta tidak bisa disampingkan begitu saja.
  • Setiap bagian ruangan laboratorium, umumnya digolongkan sesuai dengan keperluan serta fasilitas yang ada. Setiap ruangan mesti dilengkapi dengan alat pemadam api yang tepat. Jangan mengecilkan antisipasi, karena akan berpengaruh besar pada kesehatan serta keselamatan kerja.
  • Penggunaan terhadap pemakaian alat pemadam gas atau api guna menghindari bermacam kemungkinan buruk dari panas kebakaran mesti disosialisasikan serta dilakukan pelatihan kepada para petugas dan tenaga kesehatan laboratorium tersebut. Jangan hanya menaruhnya saja tanpa ada sosialisasi kepada pihak yang terkait.
  • Laboratorium mesti dilengkapi dengan bendungan talam. Penyediaan bendung talam berguna untuk menghindari terjadinya risiko kecelakaan tumpahan bahan yang mudah terbakar. Bendung talam berfungsi untuk menahan tumpahan bahan yang mudah terbakar tersebut.
  • Pada sebuah laboratorium minimal mesti memiliki 2 pintu keluar. Jarak kedua pintu tersebut mesti terpisah cukup jauh. Jangan menganggap bahwa laboratorium dengan hanya 1 pintu akan menjadi ruangan yang rapi dan nyaman, pikirkanlah segala antisipasi apabila suatu ketika terjadi peristiwa yang bisa membahayakan.
  • Pada setiap ruangan yang menyimpan bahan kimia berbahaya serta mudah terbakar mesti didesain penuh perhitungan. Pertimbangan yang paling utama yaitu mengindari risiko seminimal mungkin terhadap kerugian yang lebih besar dari bahan berbahaya serta mudah terbakar tersebut. Pertimbangan ini bukan untuk kesehatan serta keselamatan diri untuk pengguna bahan ataupun pengguna laboratorium saja, akan tetapi untuk seluruh orang yang berada di sekitar lingkungan laboratorium.
  • Di dalam laboratorium mesti terdapat P3K. Kotak P3K mesti diperhatikan dengan baik. Sebaiknya kotak P3K jangan diisi dengan obat yang dipakai untuk sakit ringan saja, isi juga dengan obat untuk gangguan atau sakit yang lebih besar.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.