promo hot deals

Anda Orang Malas? Mungkin Anda Bakat Jadi Pengusaha!

0

“Kalau hidup malas-malasan begitu, mau jadi apa kelak?”

Mungkin dua dari tiga sahabat Ralali pernah mendapatkan lontaran pertanyaan di atas, entah dari orang tua, guru, dosen, kerabat, teman, atau bahkan orang lain yang tak kita dekat sekali pun.

Lalu, bagaimana respon Anda? Diam?

Well, itu memang merupakan respon yang paling umum, sih.

Namun apakah pernah terpikirkan untuk menjawab seperti ini?;

Pengusaha.”

Merasa akan ditertawakan? Eits, baca dulu. Berikut ini alasan mengapa Anda sebenarnya berbakat menjadi pengusaha!

 

1. Malas Disuruh-suruh

Mayoritas orang ‘malas’ memilih untuk keluar dari tempat kerjanya karena malas disuruh-suruh.“Sepertinya enak jadi bos, tinggal nyuruh sana-sini,” kurang lebih seperti itu yang pernah melintas dalam benak para orang ‘malas’.

Maka, mayoritas melepas diri dari tempat kerja dan memulai bisnis dengan alasan: ingin bekerja sesedikit mungkin. Dengan menjadi pengusaha, orang-orang dengan tipe seperti ini bisa mengatur porsi kerja seperlunya dan sesuka keinginan.

2. Malas Belajar

Orang ‘malas’ enggan membuang waktu mereka untuk mempelajari hal-hal yang tidak berkaitan dengan bidang yang diminati. Alhasil kemampuan yang dimiliki terpaku pada ruang lingkup tertentu saja.

Namun apakah hal ini merupakan sesuatu yang buruk? Tidak juga.

Orang ‘malas’ mungkin cenderung tidak begitu pandai dalam banyak hal. Sehingga ia hanya memilih untuk fokus di bidang yang ia minati saja. Tapi karena itu juga, ia jadi lebih sukses dan memahami bidang itu.

3. Malas Kerja Keras

Iya, Anda tidak salah baca kok. Namanya juga orang malas, pasti malas kerja keras, kan?

Prinsip orang malas; kerja gampang.

Sering kali karena ogah bekerja keras, para orang ‘malas’ memilih cara termudah untuk menyelesaikan tujuannya. Dari pekerjaan yang seharusnya selesai dalam 3 jam kok bisa-bisanya diselesaikan dalam 1 jam. Setelah dipikir-pikir, mereka itu kerja pintar. Iya gak, sih? Work smart, not work hard.

4. Malas Mikir

Tahu nggak kalau tingkat risiko depresi entrepreneur itu tinggi sekali? Menurut riset yang dilakukan Dr. Michael Freeman, seorang profesor klinis sekaligus pengusaha; 49% dari 242 pengusaha yang disurvei dilaporkan memiliki kondisi kesehatan mental yaitu depresi.

Hal ini terjadi karena dalam kesehariannya para pengusaha kerap disuguhi oleh berbagai macam masalah dan situasi naik turun yang memusingkan kepala. Di suatu hari anda akan merasa bahwa seolah-olah dunia adalah milik Anda, namun di lain hari, rasanya dunia yang anda bangun dengan susah payah akan dapat runtuh dan hancur dalam sekejap.

Kondisi seperti ini mentrigger banyak hal seperti sindrom kecemasan berlebih—akibat terlalu banyak berpikir—yang berujung pada depresi.

Nah, karena orang ‘malas’ itu malas mikir, maka kemungkinan risiko depresi akan lebih kecil dibanding orang pada umumnya.

Mengapa?

Anda pasti akan kurang stres, Anda akan tidur lebih nyenyak, Anda akan punya waktu untuk bersantai, dan secara umum, Anda akan lebih bahagia dan lebih positif. Ini akan menular pada karyawan Anda dan membantu memotivasi mereka untuk merasa nyaman dengan pekerjaan mereka. Dalam jangka panjang, budaya perusahaan pun menjadi lebih baik.

5. Malas Mengurusi

Nah lho? Malas mengurusi kok bisa jadi pengusaha?

Jangan bingung dulu, sahabat Ralali. Orang ‘malas’ biasanya malas mengurusi yang tidak terlalu penting. Apalagi kalau repot-repot. Makanya biasanya mereka akan menemukan cara sendiri yang lebih efisien dalam mengurus sesuatu. Setuju?

Orang ‘malas’ punya jiwa pengusaha yang tinggi. Mereka lebih suka menyelesaikan sesuatu dengan cara yang simpel. Bukan yang rumit dan berbelit-belit.

So, sahabat Ralali apakah kamu salah satu dari calon entrepeneur ‘malas’?

The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and, if they can’t find them, make them.“—George Bernard Shaw

 

[ Baca Juga: Tips Membuka Coffee Shop: Sebuah Rahasia Yang Tidak Pernah Dibocorkan Para Pebisnis Kopi ]

Buat Permintaan dan Pengadaan Barang

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.