GE ‘buka-bukaan’ Setelah 70 Tahun Berbisnis di Indonesia

0

Kiprah perusahaan ini telah malang melintang di dunia industri, setelah 70 tahun berbisnis di Indonesia, GE ‘buka-bukaan’ tentang rahasia suksesnya. Seperti apa penuturan GE, simak dalam artikel berikut ini.

GE 'buka-bukaan' Setelah 70 Tahun Berbisnis di Indonesia
Ilustrasi-Pekerja-General-Electric

GE yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia telah berinvestasi di Indonesia selama 70 tahun. Dalam acara Indonesian Petroleutm Association (IPA) Convention & Exhibition [EM2] yang berlangsung tanggal 21-23 Mei 2014 lalu, GE berbagi pengalaman mereka selama ini dalam membangun hubungan bisnis di Indonesia.

Pengalaman tersebut diceritakan dalam IPA Plenary Session II yang bertema “Building High Quality Partnership in Indonesia” dengan dibawakan oleh General Manager GE Oil & Gas Asia Pacific, Visal Leng. Dan dalam hajat tersebut GE ‘buka-bukaan’ setelah 70 tahun berbisnis di Indonesia.

Visal berpendapat “For sure, Indonesia is one of the top 3 countries in the world, in terms of growth” yang berarti ia merasa negara Indonesia merupakan lahan bisnis yang sangat menjanjikan di masa depan. Selama 70 tahun terakhir ini, GE berekspansi dalam sektor: Power & Water, Energy Management, Oil & Gas, Aviation, Transportation, Healthcare, dan Lighting.

Tidak tanggung – tanggung, GE ‘buka-bukaan’ setelah 70 tahun berbisnis di Indonesia dengan menuturkan jumlah investasinya mencapai sekitar 1,2 milyar dollar Amerika. Itu hanya di sektor Oil & Gas saja. Hal ini menandakan bahwa GE benar – benar serius untuk berbisnis di Indonesia. Keseriusan mereka berinvestasi di Indonesia menuai hasil yang positif. Dalam waktu 5 tahun terakhir bisnis GE berkembang dengan sangat baik menurut CEO GE Indonesia, Handry Satriago.

GE 'buka-bukaan' Setelah 70 Tahun Berbisnis di Indonesia
CEO GE Indonesia, Handry Satriago

3 Kunci Sukses GE di Indonesia

Terdapat 3 faktor yang menjadi kunci keberhasilan GE selama ini menjadi mitra bagi Indonesia yaitu Localization, Develop Local Leaders, dan Technology and Solution.

Tiga pilar ini antara lain merelokasi jasa, aktif dalam mengembangkan SDM Indonesia yang berbakat serta berpotensi menjadi pemimpin, dan membawa teknologi serta solusi yang baru dan inovatif.

Alasan GE menerapkan 3 pilar ini, karena GE bukan semata – mata berinvestasi untuk bisnis tetapi juga GE menginginkan untuk ikut serta dalam membangun Indonesia menjadi negara yang mandiri dengan sumber daya manusia yang maju.

Salah satu bentuk partisipasi GE dalam membangun negeri adalah mendirikan Indonesia Learning Center (ILC) bekerja sama dengan Garuda Indonesia, Pertamina, dan PLN dengan tujuan untuk mengembangkan bakat lokal.

Rencananya pelatihan tersebut akan berjalan selama 5 tahun yang mencakup leadership, engineering, dan lokalisasi teknologi GE.

Kemudian, GE melakukan investasi sebesar 15 milyar dolar Amerika untuk membangun Energy Manufacturing Base di Batam. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan GE kepada Indonesia dalam meningkatkan produksi minyak dan gas untuk pertumbuhan ekonomi tanah air.

Selain itu, EMB merupakan satu-satunya yang mampu memproduksi minyak dari vertical subsea trees. Oleh karena itu, Indonesia menjadi pemain tunggal dalam produksi minyak dan gas yang menggunakan vertical subsea trees di kawasan Asia Pasifik.

Tidak hanya itu, GE juga berkolaborasi dengan ITB untuk melakukan riset dan sharing ilmu dengan harapan dapat mengembangkan potensi-potensi muda di Indonesia. ITB menjadi universitas pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan GE dalam program GE Exevutive University.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.