Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur

0

Kawasan industri baru dengan total luas hingga 5000 hektar ini telah disiapkan di 5 kota besar daerah timur pulau jawa. Beberapa kota tersebut adalah Gresik, Lamongan, Tuban, Mojokerto, dan Jombang, tak ayal perkembangan pesat dua hingga lima tahun ke depan akan terlihat di beberapa kota tersebut.

“Separuh dari total luas lahan kawasan industri tersebut dikembangkan oleh PT Pelindo III (Persero) yang berkolaborasi dengan PT AKR Land yakni 2.500 hektar,” ujar Head of Surabaya Office JLL, Joseph Lukito, Kompas (15/10/2014).

Sisanya, lanjut Joseph, berasal dari pengembang seperti PT Intiland Development Tbk, Jawa Pos, dan lainnya. Adapun PT Pelindo III dan AKR Land akan membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan, yakni Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) dengan proyeksi investasi sekitar Rp 4 triliun.

5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur

Gresik

Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur
Salah-Satu-Kawasan-Industri-Gresik-Jawa-Timur

Lamongan

Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur
Kawasan-Pelabuhan-Terpadu-Mendukung-Kawasan-Industri-Lamongan-Jawa-Timur.

Tuban

Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur
Kawasan-Industri-Tuban-Jawa-Timur

Mojokerto

Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur
Kawasan-Industri-Mojokerto

Jombang

Ini 5 Kawasan Industri Baru Jawa Timur
SitePlan-Salah-Satu-Kawasan-Industri-Jombang-Jawa-Timur

3 Tahap Pembangunan

Pengembangan JIIPE akan dilakukan dalam tiga tahap seiring dengan terbentuknya kawasan industri di jawa timur. Tahap pertama seluas 700 hektar yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, misalnya dermaga, jalan dan suplai air, listrik terkait dengan penyediaan air, gas, dan pengolahan limbah. Sementara tahap kedua dan ketiga pembangunan fisik berupa pelabuhan baru seluas 300 hektar.

Pelabuhan tersebut digunakan sebagai fasilitas bagi perusahaan-perusahaan untuk aktivitas logistik, distribusi, dan ekspor-impor. Tahap akhir seluas 500 hektar akan digunakan sebagai kawasan permukiman untuk melayani pekerja dan manajer di dalam kawasan industri. “Harga yang ditawarkan kawasan industri tersebut sekitar 150 dollar AS per meter persegi,” tambah Joseph.

Ayo, siapa mau kawasan industri baru ini? Berlakunya MEA (masyarakat ekonomi asean) tentu akan menjadi tantangan bisnis tersendiri bagi pelaku bisnis industri khususnya penggiat konten lokal produk asli Indonesia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.