Jokowi dan Spiderman

0

Jokowi dan spiderman, tidak sama tentu, pria nomor satu di Indonesia hingga lima tahun mendatang ini memang bukan Spiderman. Jokowi mendapatkan “kekuatan super” dengan kesadaran, bukan ketidaksengajaan seperti Peter. Dengan mengamini mandat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jokowi sudah memperhitungkan konsekuensi menjadi orang nomor satu negeri ini.

Jokowi dan Spiderman
Ilustrasi-Jokowi-dan-Spiderman

Juga tidak seperti Peter yang menyembunyikan identitas Spiderman-nya, Jokowi sudah disanjung dan dipuja, bahkan sebelum tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta usai.

Namun, sebagai manusia yang berkekuatan super dan, apalagi, dikenal semua orang, Jokowi dan spiderman jelas akan mengalami konflik seperti yang dialami banyak orang termasuk sosok asli dari ‘manusia laba-laba’.

Jokowi akan menghadapi banyak orang dengan kepentingan berbeda yang membutuhkan bantuan Jokowi, berhadapan dengan pilihan-pilihan sulit, dan bukan mustahil “tergoda” menyalahgunakan mandat. Jika dalam keadaan seperti itu, apa yang harus dilakukan Jokowi?

Seperti Peter, Jokowi harus kembali ke akarnya, rakyat. Betul, Jokowi menjadi presiden melalui partai. Namun, ia dilantik karena rakyat memilihnya. Mengutip Kompas 20/10/2014. Tak ayal, Jokowi dan Sipedrman memiliki kesamaan yakni diharapkan masyarakat umum menjadi sosok pahlaman dengan bisa melakukan pemecahan masalah. Apa bisa?

Walau bagaimanapun, partai hanyalah kendaraan, yang harus ditinggalkan jika tak lagi bisa mengakomodasi aspirasi rakyat. Dengan menjadi presiden, Jokowi tak berutang apa pun kepada PDI-P dan karenanya tak perlu “membayar” apa pun.

Terpilih Karena Jadi Contoh dan Teladan

Rakyat memilih Jokowi karena melihatnya sebagai contoh, teladan, dan pahlawan super yang bisa menjadikan rakyat biasa sebagai raja di negeri sendiri, bukan pembantu di negeri orang; mencerdaskan rakyat; membuat pengemis dan joki “3 in 1” pulang kampung untuk membajak sawahnya dan makan dari keringat sendiri, bukan dari belas kasih orang lain; membuat umat beragama hidup berdampingan tanpa rasa takut dan curiga;  membuat Merah-Putih dan Indonesia Raya berkibar dan berkumandang di sebanyak mungkin negara; membuat koruptor berhenti memberikan rejeki haram kepada anak-anak mereka.

Banyak dan berat betul tugas Jokowi, padahal itu juga belum semuanya. Namun, itulah konsekuensi menjadi seorang pemimpin, seorang dengan kekuatan besar, mandat yang dengan sadar diterima Jokowi dan spiderman, hanya saja ‘manusia laba-laba ini bukan sebagai pemimpin negara.

Dengan menjadi pemimpin, Jokowi harus sadar ia diharapkan menjadi pahlawan, ia diharapkan siap berkorban setelah perayaan pelantikan presiden 20 oktober 2014.

Jokowi akan dihadapkan pada pilihan antara kepentingan (oknum) partai dan penyandang dana dan rakyat banyak. Artinya, akan ada harga yang harus dibayar Jokowi saat memilih salah satunya.

Tangan Rakyat Ketika Terdesak

Sekarang, pertanyaan untuk rakyat. Apakah kita siap mengulurkan tangan ketika jagoan kita terdesak, seperti ketika penumpang kereta mengulurkan tangan untuk mencegah Peter jatuh dan membuat barisan untuk melindungi Peter dari ancaman  Dr Otto Octavius?

Atau rakyat memilih diam dalam situasi semacam itu sampai kehilangan jagoannya dan menunggu jagoan baru? Mudah-mudahan ini tidak terjadi, tetapi bisa saja menjadi mungkin.

Atau jangan-jangan, justru kita-lah yang menjadi masalah bagi Jokowi, dengan tetap tinggal di bantaran, membuang sampah tidak pada tempatnya, mengemplang pajak, atau apa pun yang menjadi “kebiasaan” sebagian dari kita selama ini?

Jika akhirnya rakyat memilih diam atau malah menjadi masalah, arti kemeriahan hari perayaan pelantikan presiden dan wakil presiden pada hari ini tak bakal lebih dari pawai, hiburan, dan makan siang gratis.

Kesuksesan bukanlah berdiri paling atas dan membawahi yang lain, tetapi membantu sebanyak mungkin orang untuk maju sejauh-jauhnya. Tugas seorang jagoan bukanlah membasmi penjahat, tetapi menciptakan perdamaian. Namun, bahkan Tuhan pun tak akan membantu orang yang tak mau membantu dirinya sendiri.

Bakal sia-sialah Indonesia punya Jokowi dan JK -dan “jagoan-jagoan” lain- jika rakyat “lepas tangan” saat mereka dalam kesulitan. Semoga Jokowi dan Spiderman tetap memberikan kontribusi untuk masyarakat banyak. Selamat bertugas pak Jokowi – JK!

Ralali Food Program

Bergabunglah dengan Ralali Food Program untuk mengembangkan bisnis horeca dan fnb Anda.


Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.