Memperkuat Brand dengan Cara Memanusiakannya

0
Memperkuat Brand dengan Cara Memanusiakannya
Memperkuat Brand dengan Cara Memanusiakannya

Memperkuat Brand dengan Cara Memanusiakannya – Dari bermacam perubahan yang terjadi dari masa ke masa, mungkin tak ada yang menandingi dahsyatnya perubahan di era internet. Era internet bersifat dinamis, sehingga membuat era ini sangat sulit diprediksi.

Pemain lama yang begitu kuat, bisa saja kehilangan relevansi dan hilang secara tiba-tiba. Begitu pula dengan sebaliknya, pemain baru yang kecil bisa saja melejit secara cepat. Pada era internet, pemilik brand bisa terhubung secara langsung dengan Customer dan bisa dimanfaatkan untuk melakukan branding dari sebuah produk.

Sampai sekarang ini, masih banyak yang mengira bahwa kekuatan dari sebuah brand adalah bagaimana mereka mengeluarkan budget guna melakukan brand aktivasi.

Dikutip dari swa.co.id, Menurut Hermawan Kartajaya, Founder sekaligus Chairman dari Markplus, melakukan branding customer statisfaction saja tidaklah cukup. Namun juga diperlukan bagaimana caranya untuk bisa lebih daripada meraih customer satisfaction, yaitu dengan cara menebak insight dari customer itu sendiri.

Menurut Hermawan, “Ada 3 fase dalam banding. Fase pertama yakni fase 1.0, di mana pemilik brand lebih pintar daripada customer. Fase 2.0 adalah brand mengikuti kemauan customer. Dan fase ke 3.0,  brand dapat menyentuh apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh customer tanpa  menyatakan terlebih dahulu. Karena itu, untuk membuat brand menjadi brand leader, diwajibkan untuk menjadikan brand tersebut sebagaimana manusia. Selain itu, untuk menjadi brand leader, leadership sendiri memang diperlukan,”

Menurut Hermawan, prinsip leadership yang mesti dimiliki antara lain good looking, quick witted, emotional-socially, serta personal morality. Sebuah brand mesti baik apabila dilihat dari bentuk, konten, dan warnanya. Komunikasi brand dengan Customer pun harus dilakukan untuk memperkuat brand itu sendiri.

“Sebuah brand yang kuat tidak lagi tergantung pada legenda yang dibuat atau posisinya di suatu negara atau korporasi. Saat ini adalah eranya di mana brand harus bisa membangun kepemimpinannya sendiri. Pada dasarnya ada elemen yang kasat mata dan merupakan pintu masuk bagi elemen lain, contohnya adalah elemen fisik. Lantas, ditambahkan dengan elemen intelektual yang menunjukkan seberapa dalam dan seberapa update pengetahuan seseorang mengenai sebuah bidang. Selanjutnya adalah bagaimana brand tersebut bisa berkawan dengan baik, sesuai dengan moralitas yang ada,” tambah Hermawan.

Bingung memulai usaha sampingan ?

Konsultasikan gratis bersama Ralali.com, masukkan email anda di bawah, kami akan memberikan solusi secara personal peluang usaha apa yang cocok dengan Anda.

Selamat mencoba!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.